Friday, November 15, 2013

Elegi Kampus Kuning: Bagian Empat - Efek Surat

Selang beberapa hari, selintas terngiang di telingaku ada dua orang mahasiswi bercakap-cakap mengenai surat cinta kepada seorang mahasiwa yang dikagumi salah seorang dari mereka. Ternyata salah seorang dari mereka itu GG. “Lho?”. Hatiku mulai curiga baik sangka sekaligus doa penuh harap. Semoga yang mengirim surat yang waktu itu dialah orangnya alias GG. Dan juga semoga ketika aku berdoa ini, doaku diamini oleh para malaikat.
Kemudian hari-hari berikutnya kejadian tersebut bersipongang terus di otakku. Apa iya, GG-lah orangnya yang merupakan jawaban dari pertanyaan yang masih berkecamuk di otakku mengenai surat misterius itu yakni: siapa?. Hal yang kulakukan semadyanya kemudian yakni berusaha menyelidiki siapa gerangan penulis surat misterius atau lebih tepatnya adalah memverifikasi antara selentingan yang telah kudengar dengan dugaanku. Ibarat Sherlock Holmes yang selalu berhasil memecahkan kasus misteri ala detektif dengan mengumpulkan fakta dan dugaan.
Alih-alih hal yang kulakukan untuk mengujinya adalah mengadakan sedikit pendekatan pada GG dengan mengajaknya makan bersama di sebuah tempat yang telah kutentukan, sebutlah di Warung TRSNO Jl. Margonda . Masalah waktu, biar ia yang menentukan. .
Kuhubungi ia. Ia mengamini. Ditambah dengan ekspresi antusiasnya yang membuatku semakin merasa suka padanya.
Pada hari H
Aku telah tiba lebih awal darinya. Kemudian ia datang. Namun tunggu dulu, ada suatu hal yang mengganjal hatiku. Ternyata ada seorang yang tak kuharapkan datang mengantarnya ke  Warung TRSNO. Memang orang itu yang adalah laki-laki tidak ikut makan bersama, hanya mengantar. Namun hal yang kubenci adalah kulihat dengan mata kepalaku sendiri orang tak kukenal itu memegang lengan GG untuk kemudian minta diri padanya.
Sial, pikirku. Siapa pula itu orang. Huh.
Ternyata aku tahu bahwa GG memang sudah punya gandengan. Betul-lah isu yang beredar mengenai hal itu. Tak apalah, pikirku kemudian.
Arkian saat ini, kata tanya berikutnya yang muncul akibat surat misterius yakni: apakah?. Apakah benar GG yang mengirimku surat misterius itu. Aku harus temukan jawabannya kali ini. Kemudian deretan pertanyaan berikutnya yang telah kusiapkan adalah: mengapa? dan bagaimana?. Aku akan memberondonginya dengan pertanyaan tersebut, itu intinya dari acara makan-makan ini.
Ketika ia datang di hadapanku, ia melambai sambil berkata.
“Hai. Udah lama nunggu? Maaf ya, agak telat. Tadi ada urusan sebentar”
“Oh, gak apa-apa kok. Mari, silakan duduk”. Jawabku.
“Capek ya?” sambungku lagi.
“Lumayan. Panas banget di luar sana” serunya sambil mengibas-ngibaskan tangannya sebagai isyarat.
“Langsung aja deh” sahutku kemudian. “Mau pesan apa?” seraya memberikan daftar menu padanya.
“Apa aja” jawabnya sangat Melayu.
“Lho. Pilih lah. Tenang aja, gue yang bayar”. Jawabku sangat Eropa
 “Hmm..” ia menggumam. “Mi Goreng Spesial Pake Telor Cinta” jawabnya sambil tersenyum kemudian berkata lagi,
“Kok namanya pake cinta-cintaan segala sih? tanyanya penasaran.
“Sesuai dengan nama tempat ini, Warung TRSNO yang berarti warung cinta dalam bahasa Jawa, gitu loh. Mbacanya bukan Te Er Es En Ow tapi Tresno” ujarku menjawab pertanyaannya macam ilmuwan.
“O, gitu toh”. ujarnya sembari tertawa renyah
Selanjutnya percakapan terjadi dengan lancar. Terjadi ala Melayu dengan bumbu basa-basi walau hanya sedikit berhubung makanan yang dipesan belum kunjung datang. Karena kupikir jika aku langsung pada tujuanku yakni menanyakan perihal surat misterius tersebut maka mungkin akan merusak suasana nafsu makan. Jadi aku bersabar dan memilih untuk bersikap Melayu. Tak apalah.

No comments:

Post a Comment