Friday, November 15, 2013

Catatan Buat Mendiang Legowo Prasodjo: Mukadimah



“Oi, Mi gimana kabar lu?”

Itu sepenggal kalimat sapaan beliau yang biasa mampir di telinga saya jika bertemu. Kata-kata yang spontan keluar dari lisannya membuat saya kadang juga merasa takjub, misalnya saja kata “bedebah” dan “serampangan”, dua kata ini dia pakai untuk mendeskripsikan saya yang slengean anti kemapanan urakan dan sebagainya. Betul. Dialah sang Legowo Prasodjo yang terlahir bernama Eko Prasetyo Raharjo. Bersama dengan balutan jeans belel berikut baju yang kurang “eye catching” lengkap dengan sandal jepit ala toilet dia hadir. Tak lupa dengan tas slempang buluk yang selalu dibawanya kemana-mana. Gaya dan tingkah lakunya buat saya kadang geleng-geleng kepala. Betapa tidak seakan kata galau sudah melekat dalam jasadnya, maksudnya kesan tak ada yang mengurus layaknya anak jalanan jadi ciri khas beliau. Itulah yang saya temukan dalam perjumpaan kala 2004 di kampus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (d/h Fakultas Sastra) Universitas Indonesia. Kala itu kami masih polos bin lugu baru lulus bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekian tahun berlalu berjalan dalam porosnya, kami menjalani takdir sebagai mahasiswa strata satu di kampus sastra, ya kampus sastra kampus yang mengajarkan kami tentang apa itu arti sastra, bahasa, budaya, humaniora.

No comments:

Post a Comment