24 April 2012 at 13:18
Saya mau curhat soal konser A Dramatic Turn of Events: Live in Jakarta. Satu kata buat konser ini: DRAMATIS. Sesuai
dengan judulnya yang kadang disebut juga A Dramatic Tour of Events kali
ini Mata Elang Indoor Stadium [MEIS] Ancol jadi saksi untuk pertama
kalinya Dream Theater tampil di Jakarta. Sebuah impian yang telah lama saya nantikan bertahun-tahun akhirnya tercapai; sebut saja 'dreams come true'. Apalagi
di konser ini saya bertemu dengan kawan lama saya semasa SMA: Anggi
Yudhanto yang kini tinggal di Semarang namun di sini kami baru bisa
bertemu.
Antrian mulai padat sejak sore hari. rencana gerbang dibuka pada pukul 19.00 namun diundur hingga mendekati pukul 21.00 walau begitu penonton tetap setia menunggu. terdengar teriakan “bukaaaa” dari penonton yang mengantri untuk masuk, akhirnya dengan harus berpeluh ria penonton masuk ke dalam stadium.
Diawali dengan prelude oleh Andi McKee dengan gitar yang bisa bersuara klasik berikut gendang dari gitar kopong itu sendiri ia membuka konser ini dengan 3 lagunya yang ditutup dengan intro dari lagu A Change of Season milik sang Bioskop Mimpi. Sontak saja penonton berteriak apalagi ketika Dream Theater mulai memasuki panggung, serentak stadium membahana. Diawali dengan meminjam komposisi Hans Zimmer - The Dream is Collapsing mereka membuat gemuruh isi stadium berikut dengan tata cahaya lampu dan panggung yang spektakuler kelas dunia. Betul-betul pertunjukan teater dari lima profesor yang jenius di bidangnya.
Langsung mereka menghentak dengan komposisi dari album teranyar berjudul Bridges In The Sky yang disambut riuh sorak sorai penonton terutama yang berada di kelas festival. Tak lama berselang lanjut maraton dengan nomor-nomor semacam Build Me Up, Break Me Down yang semakin membuat panas seisi stadium bergejolak. Klimaksnya, ketika mulai masuk lagu Spirit Carries On, para penonton larut dalam suasana dan ikut bernyanyi bersama sang vokalis.
Dream Theater tak lupa memperkenalkan sang penggebuk drum anyar mereka yakni Mike Mangini yang sempat membuktikan dirinya laik jadi pengganti Mike Portnoy pada aksi solo drum nya yang sempat membuat penonton terhipnotis karena single-stroke nya yang cepat dan intens serta permainan tam-tam menyilang, ia lakukan semua walau terasa berat namun senyum selalu menghiasi wajahnya. Luar biasa.
Tak lupa sang vokalis James LaBrie berkomunikasi dengan audiens, ia bilang baru kali ini bisa tampil di Jakarta setelah penantian 25 tahun dan kaget dengan kemacetan Jakarta yang gila katanya !! haha. Bahkan dia kaget karena walau sudah menggunakan voor rider alias motor pengawal dari bandara Soekarno-Hatta selama 30 menit bus yang mereka tumpangi tidak beranjak dari tempatnya alias macet total.
Penampilan mereka ditutup dengan komposisi encore: Pull Me Under. Sekitar 2 jam lebih mereka berhasil memukau audiens yang hadir. Sungguh betul-betul bioskop mimpi yang nyata !!
John Petrucci (gitar), John Myung (bas), Jordan Ruddess (kibor), Mike Mangini (drum), James LaBrie (vokal). Kalian sungguh jenius!
Antrian mulai padat sejak sore hari. rencana gerbang dibuka pada pukul 19.00 namun diundur hingga mendekati pukul 21.00 walau begitu penonton tetap setia menunggu. terdengar teriakan “bukaaaa” dari penonton yang mengantri untuk masuk, akhirnya dengan harus berpeluh ria penonton masuk ke dalam stadium.
Diawali dengan prelude oleh Andi McKee dengan gitar yang bisa bersuara klasik berikut gendang dari gitar kopong itu sendiri ia membuka konser ini dengan 3 lagunya yang ditutup dengan intro dari lagu A Change of Season milik sang Bioskop Mimpi. Sontak saja penonton berteriak apalagi ketika Dream Theater mulai memasuki panggung, serentak stadium membahana. Diawali dengan meminjam komposisi Hans Zimmer - The Dream is Collapsing mereka membuat gemuruh isi stadium berikut dengan tata cahaya lampu dan panggung yang spektakuler kelas dunia. Betul-betul pertunjukan teater dari lima profesor yang jenius di bidangnya.
Langsung mereka menghentak dengan komposisi dari album teranyar berjudul Bridges In The Sky yang disambut riuh sorak sorai penonton terutama yang berada di kelas festival. Tak lama berselang lanjut maraton dengan nomor-nomor semacam Build Me Up, Break Me Down yang semakin membuat panas seisi stadium bergejolak. Klimaksnya, ketika mulai masuk lagu Spirit Carries On, para penonton larut dalam suasana dan ikut bernyanyi bersama sang vokalis.
Dream Theater tak lupa memperkenalkan sang penggebuk drum anyar mereka yakni Mike Mangini yang sempat membuktikan dirinya laik jadi pengganti Mike Portnoy pada aksi solo drum nya yang sempat membuat penonton terhipnotis karena single-stroke nya yang cepat dan intens serta permainan tam-tam menyilang, ia lakukan semua walau terasa berat namun senyum selalu menghiasi wajahnya. Luar biasa.
Tak lupa sang vokalis James LaBrie berkomunikasi dengan audiens, ia bilang baru kali ini bisa tampil di Jakarta setelah penantian 25 tahun dan kaget dengan kemacetan Jakarta yang gila katanya !! haha. Bahkan dia kaget karena walau sudah menggunakan voor rider alias motor pengawal dari bandara Soekarno-Hatta selama 30 menit bus yang mereka tumpangi tidak beranjak dari tempatnya alias macet total.
Penampilan mereka ditutup dengan komposisi encore: Pull Me Under. Sekitar 2 jam lebih mereka berhasil memukau audiens yang hadir. Sungguh betul-betul bioskop mimpi yang nyata !!
John Petrucci (gitar), John Myung (bas), Jordan Ruddess (kibor), Mike Mangini (drum), James LaBrie (vokal). Kalian sungguh jenius!
"we’ll meet again my friends, someday soon" …..[Dream Theater - Finally Free]
No comments:
Post a Comment