27 September 2013 at 15:48
kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, harmonisisasi, labil ekonomi, mempertakut, kudeta, confident
Vickynisasi. Sebuah genre baru dalam dunia bahasa dan sastra Indonesia yang lahir mendadak dari ranah kalangan menengah ke atas yang kerap dinotasikan dengan selebritis. Kaum yang diidentikkan dengan hura-hura dan glamor. Apa sebenarnya yang terjadi dari fenomena model berbahasa ala Vicky Prasetyo dan bahasa Indonesia kini?
Sejatinya jika kita mau berpikir sedikit saja niscaya kita dapat mengambil hikmah di balik fenomena ini. Betapa tidak, kosakata yang bercampuraduk yang tidak jelas juntrungannya dalam hal penggunaan serta pengucapan justru mengguncang khalayak yang sebenarnya secara tidak langsung mengkritik penggunaan bahasa Indonesia yang kerap kali diacuhkan. Saya percaya Vicky hanyalah seorang anak zaman yang terjebak dalam dunia samar antara tampil necis di dunia gemerlap dengan dunia realitas nyata. Dia menjadi korban sekaligus sebagai bukti bahwa generasi penerus bangsa ini mulai tidak menghargai isi Sumpah Pemuda yang dideklarasikan nyaris seabad yang silam.
Suatu bentuk dekadensi yang ditandai dengan kemalasan mencari padanan kata sehingga mengakibatkan kondisi fatal walaupun dengan niat yang baik sekalipun. Celakanya yang demikian dijadikan bahan olok-olok para pejabat yang notabene menggunakan bahasa yang 'carut marut' tidak karuan seperti halnya Vicky. Saya tidak menjadikan Vicky sebagai tumbal pun sebagai kambing hitam atas perubahan zaman yang terlalu cepat, dimana teknologi seolah menjadikan manusia tidak lagi mengenal peradaban dan kebudayaannya sendiri. Seakan kita sudah lupa dimana kita berpijak, di bumi nusantara yang amat menjunjung tinggi budaya dari para leluhurnya. Sudahkah kita introspeksi diri?
Jakarta
menjelang Sumpah Pemuda
- Tegar Arifianto, Muhammad Irfan Islami and Hendaru Tri Hanggoro like this.
- Mohamad Arief Dharmawan Wah, respons sampeyan terhadap Vickynisasi ini lumayan juga, Rom. Sampe bawa-bawa sumpah pemuda. Lah nggak sari-sarinya ini begini. Cakep, Rom. Ini satu tips buat sampeyan: "Carut-marut" dan "karut-marut" itu mengekspresikan hal yang berbeda.
- Jun Khaer makasih masukannya bung Mohamad Arief Dharmawan lbh baik Vicky menggunakan kosakata #ahay dan #jebret ketimbang yg sudah2 krn lbh ngEndonesia. wah iya tulung jelasken apa beda carut marut dan karut marut? biar lebih jelas dan terang macam iklan lampu anu. hahaha
- Mohamad Arief Dharmawan Jadi gini, Rom. Carut itu sebenarnya punya dua makna. Pertama, ada yang artinya "keji" dan "caci-maki". Orang yang bercarut-carut bisa jadi orang itu sedang memaki-maki dengan perkataan keji. Ya intinya misuhlah. Makna carut yang kedua itu "bekas luka"...See More
No comments:
Post a Comment