Aku menghapus tangisku, dan menyeka sedihku
Aku menghapus tangisku, dan mencoba tersenyum untukmu
Aku menghapus tangisku, dan mencoba bahagiakan kamu
Aku boleh menangis,
Selama, yang kuhadapi adalah punggungmu
Dan hanya boleh menampakkan tawa,
di pemandangan matamu
Aku tak selalu harus memperdengarkan rewel rengekanku
Tapi tak boleh lupa mengumandangkan tawa bahagiaku
Begitu pikirku.
Tapi ternyata, aku masih gadis bodoh yang belum mengerti arti cinta
Dan aku tak mengerti hakikat membahagiakan.
Terima kasih telah menyadarkan aku.
Sekali lagi maaf.
Maaf, mencintaimu.
Ini cerita cinta yang tlah berkeping
Memutar lagu cinta berulang kali,
Sampai akhirnya aku memaki
Memaki semua kebodohanku
Terhadap dirinya
Dan kini aku hanya bisa berlutut dan berdoa
Berharap aku tahu, akan hari ini
Hingga dulu kusempat bahagiakan dirinya
No comments:
Post a Comment