Dua huruf dalam bahasa Arab yang kerap kali sulit dibedakan oleh orang Indonesia, maksudnya yaitu huruf alif (ا) dan 'ain (ع) dalam ejaan KBBI. Banyak yang mengeja dua huruf itu dengan tertukar cara membacanya, padahal jika ditinjau dari makna akan salah secara fatal. Sebagai contoh dalam Al Quran surat An Nazi'at ayat 26:
إِنَّ فِى ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَى
"Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut." [An Nazi'at: 26]
Perhatikan pada kata yang dicetak tebal. Pada lafal kalimat di atas berbunyi "inna fi dzalika la'ibratan liman yakhsya". Kata 'ibrah dalam ayat tersebut dibaca dengan 'ain yang bermakna pelajaran. Apabila kata 'ibrah yang dengan 'ain dibaca dengan alif maka akan berbunyi "inna fi dzalika la-ibratan liman yakhsya". Sepintas tidak apa-apa, namun celaka dari sisi makna. Mengapa? Karena kata ibrah dalam bahasa Arab bermakna jarum. Oleh karena itu artinya maka akan menjadi "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat jarum bagi orang yang takut."
Masihkah mau menyepelekan si alif dan si ngain?
No comments:
Post a Comment