Monday, November 25, 2013

Bahasa, Budaya dan Pemikiran




 Konseptualisasi Dunia Bahasa, atau Gambaran Bahasa Dunia

Permasalahan hubungan bahasa dengan pemikiran terdiri dari banyak aspek dan diteliti dalam batas ragam ilmu pengetahuan, terutama psikologi, linguistik, dan filsafat. Dalam linguistik, permasalahan kini memainkan peranan dalam batas metodologi dalam bermacam tingkat penting untuk pelbagai sekolah linguistik dan jurusan. Hampir tidak nyata tema tersebut, sebagai contoh, pada mazhab strukturalis, dalam gramatika umumdan linguistik kognitif tentu terletak pada teori linguistik. Linguis besar Amerika Noam Chomsky menulis buku “Language and Mind”, mirip seperti judul karya psikolog Rusia seperti L.S. Vygotskij “Mind and Language” dan A.R. Lurija “Language and Conscious”serta filosof Rusia abad ke-19 A.A. Potebni “Language and Means”. Chomsky sebagaimana Descartes mengungkapkan bahasa merupakan konsep bawaan yang strukturalis Dalam sisi kognitif hubungan bahasa dan pemikiran dilihat tidak hanya dari sisi metode kualitatif saja, melainkan juga berdasarkan fakta eksplisit dalam pemahaman bahasa.kesatuan semantik bahasa dalam istilah, serta karakter yang bernama pemikiran.
Meskipun hubungan bahasa dan pemikiran tidak mengalami keraguan, banyak pokok pertanyaan yang tidak memiliki sebuah jawaban yang universal. Hal demikian terus berkutat apakah struktur bahasa merupakan bawaan, ini adalah sebuah masalah besar yang umum, sebagaimana seorang anak yang belajar berbicara menuturkan bahasa, yang kemudian muncul pertanyaan yang bersifat prinsip apakah mungkin ada pemikiran di luar bahasa. Dalam kerangka linguistik semantik  memberi jawaban atas pertanyaan tersebut, berdasarkan aspeknya, tidak mungkin. Yang demikian lebih besar tingakatannya dibandingkan dengan psikologi dan psikolinguistik.
Walaupun demikian hubungan bahasa dan kesadaran individual si pemakai dapat dipelajari dari sisi semantik. Ini adalah masalah kompleks yang dapat dilihat dari bermacam aspek, walaupun pokok dari seluruhnya dapat dianggap dua arah bahasa yang saling berhubungan dengan fenomena di luar bahasa. Penelitian yang pertama mengenai hal tersebut seperti kesadaran umum, jika dibicarakan panjang lebar, budaya, peradaban, kekuasaan, kehuidupan masyarakat mempengaruhi bahasa. Arah yang kedua yakni bagaimanakah bahasa mempengaruhi pemikiran seseorang atau kesadaran umum.
Dalam hubungan tersebut, satu dari tugas dasar linguistik semantik modern yakni meneliti konsep bahasa dunia, baik secara leksikal dan gramatikal. Sebagai contoh kata дерево (baca: derevo) yang dalam bahasa Rusia bermakna pohon, diketahui sebagai kata benda dan kita memiliki pemahaman dan asosiasi mengenai kata tersebut yang saling berhubungan satu dengan yang lain.
  Dari gambaran tersebut dapat dikatakan mengenai gambaran bahasa dunia, lebih jauh menunjukkan dunia yang terdiri dari bahasa, jika dapat dikatakan sebagai bahasa yang konkrit. Penelitian semantik bahasa berhenti pada batas fragmen. Susunan gambaran bahasa dunia terdiri dari bermacam estetika bahasa. Banyak bahasa yang memberikan konsep bagi dunia. Hal yang demikian dapat dikatakan bahwa bahasa yang bebas memiliki kata-kata yang sejatinya tidak mungkin untuk dipindai atau dialihbahasakan ke dalam bahasa lain kata demi kata dan umumnya sangat sulit untuk diterjemahkan. Dalam bahasa Rusia terdapat hubungan yang demikian sebagai contoh kata   тоска (baca: toska) atau авось(baca: avos’).
Meskipun status psikologis seperti konsep, status gambaran bahasa dunia tidak tercipta seutuhnya dan lebih lanjut menjawab pertanyaan mengenai pengaruh bahasa terhadap konsep dan pemikiran sebenarnya, tidak mungkin. Oleh karena itu muncul apa yang disebut dengan Hipotesis Hubungan Linguistik (Hipotesis Saphire dan Worf) yang sepakat bahwa pemikiran logis dan konsep menciptakan bahasa, yang memiliki pengaruh sangat besar dalam semantik modern.


Von Humbolt dan Neo-Humboltian
Tradisi pelajaran hubungan bahasa dengan pemikiran, budaya dan kehidupan masyarakat menjadi acuan bagi seorang filsuf Jerman yang bernama V. von Humbolt. Ia menulis bahwasanya pemikiran seseorang diejawantahkan melalui bahasa konkrit. Bermacam kelompok bahasa di dunia memberi satu pernyataan yang universal mengenai pemahaman sebuah bahasa yang menggunakan kata-kata. Von Humbold memahami bahasa sebagaimana jiwa manusia, ia menggunakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Yunani yakni kata Energeia dan hasil dari kegiatan (Ergon). Dalam bahasa, berdasarkan opininya inti daripada energi adalah jiwa rakyat. Bahasa, menurut Von Humbolt menggambarkan hubungan paguyuban rakyat satu dengan yang lain, keluar dari konteks manusia itu sendiri.
Pemikiran Humbolt mempengaruhi metode linguis lain di seluruh dunia. Pada abad ke-19 di Rusia, A.A. Potebin merumuskan konsep pembentukan karakter bahasa. Bahasa tidak hanya mengungkapkan pemikiran matang, bahkan menciptakannya. Ia membawa konsep luar bahasa dalam kata konkrit.  Konsep luar bahasa disebutnya makna etimologis yang menunjukkan si pemakai bahasa. Sebagai contoh kata снежник (baca: snežnik) yang bermakna di bawah salju. Makna sejatinya memiliki arti lebih sempit sebagai konkretisasi bentuk intern.


Hipotesis Saphire – Worf (dalam contoh pemahaman waktu dan warna)
Tidak bergantung pada tradisi linguis Eropa yang bertopang pada Amerika dan menerima penamaan etnolinguistik. Etnolinguistik menjadi urutan pertama dalam kajian linguistik bahasa kawasan utara dan sentral Amerika. Pertama kali dipelopori oleh F. Boas dan murid-muridnya yang memberikan definisi yang baik mengenai perbandingan bahasa Inggris dengan bahasa Eropa lainnya. E. Saphire memberikan penjelasan bahwa manusia tidak mungkin hidup tanpa adanya bahasa. Muridnya B. Worf memberikan rumusan mengenai perbandingan bahasa Indian dengan standar bahasa Eropa bagian tengah. Mereka jatuh pada kesimpulan bahwa pemahaman sebuah bahasa datang setelah bahasa itu sendiri diungkapkan.. Konsep yang demikian disebut Hipotersis Saphire-Worf atau Hipotesis Linguistik Relativitas.
Dalam segi kekuatan, rumus Saphire-Worf memiliki bermacam interpretasi. Meskipun tidak tergantung pada hal tersebut, yang demikian memberikan kontribusi bagi penelitian linguistik serta memberikan beberapa kesimpulan perbandingan bahasa dua atau lebih dilihat dari segi budaya.
Dalam hipotesis tersebut Saphire-Worf menjelaskan rumusan mengenai bermacam interpretasi bahasa. Meskipun hal tersebut tergantung dari penelitian linguistik. Mereka berkesimpulan bahwa suatu bahasa tergantung dari latar budaya bahasa tersebut.
Di kawasan Eropa tengah, kala ditunjukkan dengan kata benda, sebagai contoh: лето (baca: leto), зима (baca: zima), сентябр (baca: sentjabr), утро (baca: utro), полдень (baca: polden’). Dalam praktik sintaksisnya cukup ditambahkan dengan kata depan seperti в (baca: v).sebagai contoh: Последние два лета я отдыхал в Подмосковье.
Mempelajari berbagai sistem bahasa, memiliki keunikan tersendiri seperti dalam hal warna. Dalam bahasa Inggris digunakan kata: black, blue, brown, green, grey, orange, pink, purple, red, white. Dalam hal warna ada 4 kriteria:
1)      hanya digunakan 1 morfem sebagai, contoh гордится светло-зеленый
2)      datang sepenuhnya secara biasa; contoh не ультрамарин
3)      datang berdasarkan hubungan dengan berbagai objek; contoh не русый или гнедой
4)      tidak datang dalam zona penamaan warna lain; contoh алый находится в зоне красного

Pada akhirnya  penelitian menjadi sesuatu penerimaan universal berkutat pada eksistensi atau warna lain dalam sistem leksikal penamaan warna. Sebagai contoh jika dalam bahasa hanya terdapat  2 dasar penamaan warna, itulah hitam dan putih, jika 3 harus terdapat warna merah. Para peneliti merekonstruksi hierarki penamaan warna sebagai berikut:
[black, white] --> [red] --> [green, yellow] --> [blue] --> [brown] --> [grey, orange, pink, purple]
Jika di dalam bahasa digunakan warna-warna dasar dari suatu kelompok warna tertentu, maka dilambangkan dengan tanda {}, hal tersebut ditentukan oleh pertemuan warna dari kelompok-kelompok yang cenderung ke arah kiri.
Metode B. Berlin dan P. Key menimbulkan berbagai kritik dan pandangan dalam objektivitas dan fisiologis pada waktu itu, sebagaimana hubungan warna dengan hal yang penting lainnya bagi manusia dalam memahami bahasa. Sebagai contoh, A. Bezbitskaja, menggunakan bahasa semantik primitif, membagi warna dengan pemahaman prototipe tersebut, seperti растение, небо, солце, огонь и др.  Dia mengatakan bahwa setiap bahasa memiliki sistem semantik pembanding yang tidak berhubungan dengan pemahaman ojektif seperti cahaya panjang yang bebas, serta mirip. Sebagai contoh kata dalam bahasa Rusia kata зеленый:
X - зеленый
Dalam beberapa tempat memiliki makna kebendaan yang tumbuh di tanah, ketika
Orang-orang melihat sesuatu yang mirip X-y, mereka dapat berpikir tentang
Makna kebendaan tersebut


9.4 Perbaikan bahasa
Hal menarik yang ditunjukkan praktik "keterangan" dari Hipotesis Saphire-Worf. Pembicaraan berjalan mengenai penggunaan peran bahasa dalam proses pemaknaan dan maknanya bagi pribadi dan pemikiran umum.
Satu dari praktik umum gejala tersebut menjadikan perubahan bahasa dalam pemikiran. Melalui hal tersebut hampir diputuskan tujuan pemakaian estetika bahasa.
Pada abad ke-20 bahasa dikendalikan oleh pemerintah yang berkuasa pada saat itu. Ranah politik menambah fenomena dan konsep bahasa, seperti kata власть, история, идеология. Interpretasi bahasa bergantung dari latar belakang siapa yang menggunakan bahasa tersebut. Sebagai contoh misionaris dan penerjemah seperti St.Kiril dan Mefodius menghubungkan teks-teks dengan bahasa Slavia kuna yang mengandung unsur semantik.
Sebagai contoh lain apa yang terjadi di Rusia selama masa kekuasaan Uni Soviet yang menjadikan bahasa Rusia menjadi benar-benar bahasa sosialis. Setelah Revolusi Oktober 1927 banyak istilah yang bermunculan:  сударь/сударыня, господин/госпожа, товарищ, гражданин/гражданка, Ваше превосходительство. Banyak istilah lainnya yang berhubungan dengan kata sapaan mengingat pada zaman Uni Soviet hanya dikenal istilah  товарищ yang padan dengan comrade dalam bahasa Inggris. Kata ini meniadakan kelas kasta dalam masyarakat Rusia pada saat itu, serta kata ini berkaitan dengan profesi atau panggilan (товарищ Иванова; товарищ майор, Товарищ; подождите).
Kata berikutnya yang menjadi sorotan adalah господин/госпожа yang bermakna tuan. Kata ini pernah digunakan seorang psikolog A. M. Selischev, penulis buku “Bahasa Revolusi Zaman”. Kata ini digunakan oleh komunis sebagai pembeda dalam makna ironi, seperti yang digunakan Vladmir Lenin dalam bukunya ketika menyebut orang yang gampang berubah pemikirannya.
Pada zaman itu kata господин dan товарищ dalam bahasa  Rusia memiliki makna berbeda tersendiri. Kata tersebut memiliki kelas di dalam masyarakat.


Bahan rujukan:
Black M. Lingvitichekaja otnositel'nost' (teoricheskie vozzrenija Bendzhamena L. Worfa) // Novoe v lingvistike I 1960          stranica 199-212
Bulygina T. V. Shmelev A. D. Jazykovaja konceptualizacia mira (na materiale russkoj gramatiki) Moskva 1997
Vesbickaja A. Jazyk, Kul'tura Poznanie. Moskva 1996
Karcevskij S. I. Jazyk, voina i revolucia. Vse obschaja bibliotka No.47. Berlin 1923
Selischev A. M. Jazik revolucionnoj epoxi: Iz nabljudenij nad russkim jazykom poslednyx let (1917 -- 1926) Moskva 1928
Saphire E. Izbrannye trudy po jazyukoznaniju i kul'turologii Moskva 1993
Worf B. L. Otnoshenie norm povedenija i myshlennija k jazyku // Novoe v lingvistike I Moskva 1960 stranica 135 -- 168

No comments:

Post a Comment