Konseptualisasi Dunia Bahasa,
atau Gambaran Bahasa Dunia
Permasalahan hubungan
bahasa dengan pemikiran terdiri dari banyak aspek dan diteliti dalam batas
ragam ilmu pengetahuan, terutama psikologi, linguistik, dan filsafat. Dalam
linguistik, permasalahan kini memainkan peranan dalam batas metodologi dalam
bermacam tingkat penting untuk pelbagai sekolah linguistik dan jurusan. Hampir
tidak nyata tema tersebut, sebagai contoh, pada mazhab strukturalis, dalam
gramatika umumdan linguistik kognitif tentu terletak pada teori linguistik.
Linguis besar Amerika Noam Chomsky menulis buku “Language and Mind”, mirip
seperti judul karya psikolog Rusia seperti L.S. Vygotskij “Mind and Language”
dan A.R. Lurija “Language and Conscious”serta filosof Rusia abad ke-19 A.A.
Potebni “Language and Means”. Chomsky sebagaimana Descartes mengungkapkan
bahasa merupakan konsep bawaan yang strukturalis Dalam sisi kognitif hubungan
bahasa dan pemikiran dilihat tidak hanya dari sisi metode kualitatif saja,
melainkan juga berdasarkan fakta eksplisit dalam pemahaman bahasa.kesatuan
semantik bahasa dalam istilah, serta karakter yang bernama pemikiran.
Meskipun hubungan bahasa
dan pemikiran tidak mengalami keraguan, banyak pokok pertanyaan yang tidak
memiliki sebuah jawaban yang universal. Hal demikian terus berkutat apakah
struktur bahasa merupakan bawaan, ini adalah sebuah masalah besar yang umum,
sebagaimana seorang anak yang belajar berbicara menuturkan bahasa, yang
kemudian muncul pertanyaan yang bersifat prinsip apakah mungkin ada pemikiran
di luar bahasa. Dalam kerangka linguistik semantik memberi jawaban atas pertanyaan tersebut,
berdasarkan aspeknya, tidak mungkin. Yang demikian lebih besar tingakatannya
dibandingkan dengan psikologi dan psikolinguistik.
Walaupun demikian
hubungan bahasa dan kesadaran individual si pemakai dapat dipelajari dari sisi
semantik. Ini adalah masalah kompleks yang dapat dilihat dari bermacam aspek,
walaupun pokok dari seluruhnya dapat dianggap dua arah bahasa yang saling berhubungan
dengan fenomena di luar bahasa. Penelitian yang pertama mengenai hal tersebut
seperti kesadaran umum, jika dibicarakan panjang lebar, budaya, peradaban,
kekuasaan, kehuidupan masyarakat mempengaruhi bahasa. Arah yang kedua yakni bagaimanakah
bahasa mempengaruhi pemikiran seseorang atau kesadaran umum.
Dalam hubungan tersebut,
satu dari tugas dasar linguistik semantik modern yakni meneliti konsep bahasa dunia, baik secara
leksikal dan gramatikal. Sebagai contoh kata
дерево (baca: derevo) yang dalam bahasa Rusia
bermakna pohon, diketahui sebagai kata benda dan kita memiliki pemahaman dan
asosiasi mengenai kata tersebut yang saling berhubungan satu dengan yang lain.
Dari
gambaran tersebut dapat dikatakan mengenai gambaran
bahasa dunia, lebih jauh menunjukkan dunia yang terdiri dari bahasa, jika
dapat dikatakan sebagai bahasa yang konkrit. Penelitian semantik bahasa
berhenti pada batas fragmen. Susunan gambaran bahasa dunia terdiri dari
bermacam estetika bahasa. Banyak bahasa yang memberikan konsep bagi dunia. Hal
yang demikian dapat dikatakan bahwa bahasa yang bebas memiliki kata-kata yang
sejatinya tidak mungkin untuk dipindai atau dialihbahasakan ke dalam bahasa
lain kata demi kata dan umumnya sangat sulit untuk diterjemahkan. Dalam bahasa
Rusia terdapat hubungan yang demikian sebagai contoh kata тоска (baca: toska) atau авось(baca: avos’).
Meskipun status
psikologis seperti konsep, status gambaran bahasa dunia tidak tercipta
seutuhnya dan lebih lanjut menjawab pertanyaan mengenai pengaruh bahasa
terhadap konsep dan pemikiran sebenarnya, tidak mungkin. Oleh karena itu muncul
apa yang disebut dengan Hipotesis Hubungan Linguistik (Hipotesis Saphire dan
Worf) yang sepakat bahwa pemikiran logis dan konsep menciptakan bahasa, yang
memiliki pengaruh sangat besar dalam semantik modern.
Von Humbolt dan Neo-Humboltian
Tradisi
pelajaran hubungan bahasa dengan pemikiran, budaya dan kehidupan masyarakat
menjadi acuan bagi seorang filsuf Jerman yang bernama V. von Humbolt. Ia
menulis bahwasanya pemikiran seseorang diejawantahkan melalui bahasa konkrit.
Bermacam kelompok bahasa di dunia memberi satu pernyataan yang universal
mengenai pemahaman sebuah bahasa yang menggunakan kata-kata. Von Humbold
memahami bahasa sebagaimana jiwa manusia, ia menggunakan sebuah istilah yang
berasal dari bahasa Yunani yakni kata Energeia
dan hasil dari kegiatan (Ergon).
Dalam bahasa, berdasarkan opininya inti daripada energi adalah jiwa rakyat.
Bahasa, menurut Von Humbolt menggambarkan hubungan paguyuban rakyat satu dengan
yang lain, keluar dari konteks manusia itu sendiri.
Pemikiran
Humbolt mempengaruhi metode linguis lain di seluruh dunia. Pada abad ke-19 di
Rusia, A.A. Potebin merumuskan konsep pembentukan karakter bahasa. Bahasa tidak
hanya mengungkapkan pemikiran matang, bahkan menciptakannya. Ia membawa konsep
luar bahasa dalam kata konkrit. Konsep
luar bahasa disebutnya makna etimologis yang menunjukkan si pemakai bahasa.
Sebagai contoh kata снежник (baca: snežnik) yang bermakna di bawah salju.
Makna sejatinya memiliki arti lebih sempit sebagai konkretisasi bentuk intern.
Hipotesis Saphire – Worf (dalam
contoh pemahaman waktu dan warna)
Tidak bergantung pada
tradisi linguis Eropa yang bertopang pada Amerika dan menerima penamaan
etnolinguistik. Etnolinguistik menjadi urutan pertama dalam kajian linguistik
bahasa kawasan utara dan sentral Amerika. Pertama kali dipelopori oleh F. Boas
dan murid-muridnya yang memberikan definisi yang baik mengenai perbandingan
bahasa Inggris dengan bahasa Eropa lainnya. E. Saphire memberikan penjelasan
bahwa manusia tidak mungkin hidup tanpa adanya bahasa. Muridnya B. Worf
memberikan rumusan mengenai perbandingan bahasa Indian dengan standar bahasa
Eropa bagian tengah. Mereka jatuh pada kesimpulan bahwa pemahaman sebuah bahasa
datang setelah bahasa itu sendiri diungkapkan.. Konsep yang demikian disebut
Hipotersis Saphire-Worf atau Hipotesis Linguistik Relativitas.
Dalam segi kekuatan,
rumus Saphire-Worf memiliki bermacam interpretasi. Meskipun tidak tergantung
pada hal tersebut, yang demikian memberikan kontribusi bagi penelitian
linguistik serta memberikan beberapa kesimpulan perbandingan bahasa dua atau
lebih dilihat dari segi budaya.
Dalam hipotesis tersebut
Saphire-Worf menjelaskan rumusan mengenai bermacam interpretasi bahasa.
Meskipun hal tersebut tergantung dari penelitian linguistik. Mereka
berkesimpulan bahwa suatu bahasa tergantung dari latar budaya bahasa tersebut.
Di kawasan Eropa tengah,
kala ditunjukkan dengan kata benda, sebagai contoh: лето (baca: leto), зима
(baca: zima), сентябр (baca: sentjabr), утро (baca: utro), полдень (baca:
polden’). Dalam praktik sintaksisnya cukup ditambahkan dengan kata depan
seperti в (baca: v).sebagai contoh: Последние два лета я отдыхал в Подмосковье.
Mempelajari berbagai sistem bahasa, memiliki keunikan tersendiri seperti
dalam hal warna. Dalam bahasa Inggris digunakan kata: black, blue, brown,
green, grey, orange, pink, purple, red, white. Dalam hal warna ada 4 kriteria:
1)
hanya digunakan 1 morfem sebagai, contoh гордится светло-зеленый
2)
datang sepenuhnya secara biasa; contoh не ультрамарин
3)
datang berdasarkan hubungan dengan berbagai objek; contoh не русый или гнедой
4)
tidak datang dalam zona penamaan warna lain; contoh алый находится в зоне красного
Pada akhirnya penelitian menjadi
sesuatu penerimaan universal berkutat pada eksistensi atau warna lain dalam
sistem leksikal penamaan warna. Sebagai contoh jika dalam bahasa hanya terdapat 2 dasar penamaan warna, itulah hitam dan
putih, jika 3 harus terdapat warna merah. Para
peneliti merekonstruksi hierarki penamaan warna sebagai berikut:
[black, white] --> [red] --> [green, yellow] --> [blue] -->
[brown] --> [grey, orange, pink, purple]
Jika di dalam bahasa digunakan warna-warna dasar dari suatu kelompok
warna tertentu, maka dilambangkan dengan tanda {}, hal tersebut ditentukan oleh
pertemuan warna dari kelompok-kelompok yang cenderung ke arah kiri.
Metode B. Berlin dan P. Key menimbulkan berbagai kritik dan pandangan dalam
objektivitas dan fisiologis pada waktu itu, sebagaimana hubungan warna dengan
hal yang penting lainnya bagi manusia dalam memahami bahasa. Sebagai contoh, A.
Bezbitskaja, menggunakan bahasa semantik primitif, membagi warna dengan
pemahaman prototipe tersebut, seperti растение, небо, солце, огонь и др. Dia
mengatakan bahwa setiap bahasa memiliki sistem semantik pembanding yang tidak
berhubungan dengan pemahaman ojektif seperti cahaya panjang yang bebas, serta
mirip. Sebagai contoh kata dalam bahasa Rusia kata зеленый:
X - зеленый
Dalam beberapa tempat memiliki makna kebendaan yang tumbuh di tanah,
ketika
Orang-orang melihat sesuatu yang mirip X-y, mereka dapat berpikir tentang
Makna kebendaan tersebut
9.4
Perbaikan bahasa
Hal menarik yang ditunjukkan praktik "keterangan" dari
Hipotesis Saphire-Worf. Pembicaraan berjalan mengenai penggunaan peran bahasa
dalam proses pemaknaan dan maknanya bagi pribadi dan pemikiran umum.
Satu dari praktik umum gejala tersebut menjadikan perubahan bahasa dalam
pemikiran. Melalui hal tersebut hampir diputuskan tujuan pemakaian estetika
bahasa.
Pada abad ke-20 bahasa dikendalikan oleh pemerintah yang berkuasa pada
saat itu. Ranah politik menambah fenomena dan konsep bahasa, seperti kata власть, история, идеология. Interpretasi bahasa bergantung dari latar belakang siapa
yang menggunakan bahasa tersebut. Sebagai contoh misionaris dan penerjemah
seperti St.Kiril dan Mefodius menghubungkan teks-teks dengan bahasa Slavia kuna
yang mengandung unsur semantik.
Sebagai contoh lain apa yang terjadi di Rusia selama masa kekuasaan Uni
Soviet yang menjadikan bahasa Rusia menjadi benar-benar bahasa sosialis.
Setelah Revolusi Oktober 1927 banyak istilah yang bermunculan: сударь/сударыня, господин/госпожа, товарищ, гражданин/гражданка, Ваше превосходительство. Banyak istilah lainnya yang berhubungan dengan
kata sapaan mengingat pada zaman Uni Soviet hanya dikenal istilah товарищ yang padan dengan comrade dalam bahasa Inggris. Kata ini
meniadakan kelas kasta dalam masyarakat Rusia pada saat itu, serta kata ini
berkaitan dengan profesi atau panggilan (товарищ Иванова; товарищ майор, Товарищ; подождите).
Kata berikutnya yang menjadi sorotan adalah господин/госпожа yang bermakna tuan. Kata ini pernah digunakan seorang
psikolog A. M. Selischev, penulis buku “Bahasa Revolusi Zaman”. Kata ini
digunakan oleh komunis sebagai pembeda dalam makna ironi, seperti yang
digunakan Vladmir Lenin dalam bukunya ketika menyebut orang yang gampang
berubah pemikirannya.
Pada zaman itu kata господин
dan товарищ dalam bahasa
Rusia memiliki makna berbeda tersendiri. Kata tersebut memiliki kelas di
dalam masyarakat.
Bahan rujukan:
Black M. Lingvitichekaja otnositel'nost' (teoricheskie vozzrenija
Bendzhamena L. Worfa) // Novoe v lingvistike I 1960 stranica 199-212
Bulygina T. V. Shmelev A. D. Jazykovaja konceptualizacia mira (na
materiale russkoj gramatiki) Moskva 1997
Vesbickaja A. Jazyk, Kul'tura Poznanie. Moskva 1996
Karcevskij S. I. Jazyk, voina i revolucia. Vse obschaja bibliotka No.47. Berlin 1923
Selischev A. M. Jazik revolucionnoj epoxi: Iz nabljudenij nad russkim
jazykom poslednyx let (1917 -- 1926) Moskva 1928
Saphire E. Izbrannye trudy po jazyukoznaniju i kul'turologii Moskva 1993
Worf B. L. Otnoshenie norm povedenija i myshlennija k jazyku // Novoe v
lingvistike I Moskva 1960 stranica 135 -- 168
No comments:
Post a Comment