26 July 2013 at 16:45
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui [Al Jumu'ah: 9].
Jum'at berasal dari kata jumu'ah dalam bahasa Arab yang memiliki dasar kata kerja perfektif (fi'il madhi) ja-ma-'a; secara harfiah bermakna berkumpul, kembali, bersama-sama. Asbabul wurud muasal penamaan kata Jum'at yakni ketika kabilah Quraisy berkumpul untuk melakukan ritual yang dipimpin oleh Ka'ab bin Lu'ai. Secara historis penamaan kata Jum'at berdasarkan firman Allah yang menciptakan semesta pada hari Jumat dan akan mengembalikannya dengan kiamat pada hari Jum'at pula:
“Karena pada hari itu, tanah liat ayah kalian Adam dicetak. Pada hari itu, kiamat dan kebangkitan terjadi. Pada hari itu pula, kehancuran melanda. Di akhir tiga waktu pada hari itu, ada satu waktu, barang siapa yang berdoa kepada Allah pada waktu itu pasti doanya dikabulkan.” (HR Ahmad, 2:113)
Pada hari Jum'at pula Adam dan Hawa bertemu di Jabal Rahmah setelah terpisah sekian masa lamanya. Kisah mereka diabadikan dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam:
''Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah larangan pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.'' (HR Bukhari).
Telah banyak nas yang menyatakan keutamaan hari Jumat. Bahkan dalam Alquran pun terdapat satu surat khusus yang membahas tentang keutamaan hari Jum'at yakni surat Al Jumu'ah. Renungkanlah jika bumi yang sudah tua renta ini dikembalikan pada hari Jum'at sesuai janji Allah, maka jika telah datang saatnya tak ada yang mampu mendahulukan ataupun menundanya. Jum'at.
No comments:
Post a Comment