Thursday, November 21, 2013

Pengakuan Penuh Kasih (4): As Long As You Love Me




"Remove foto itu..."
"....."
"Gak mau?"
"........."
"Ya udah, berarti kamu milih penggemar-penggemar kamu..."
"kok gitu?"
"Kenyataan kan."
"......"

==========================================

Tadinya aku gak pernah bisa ngerti, kenapa dia begitu posesif. Kenapa dia begitu ingin memiliki aku.

Tapi sekarang aku sadar. Dia bukan posesif, dia hanya heran, karena baginya cukup aku seorang yang memiliki segala hal tentang dia, tapi bagiku, terlihat belum cukup. Aku masih share foto di sini dan di sana. Menuai kagum.

Dan sekarang juga aku sadar, apa lagi yang aku butuhkan selama dia mencintaiku. Harusnya tak pernah aku merasa kurang pujian karena dia selalu ada setiap pagi, menelponku, menyapaku, "Selamat pagi cantik..."

Dan dia selalu ada di tiap sedih hatiku, kalau bisa inginnya mungkin menghapus air mataku, tapi yang bisa dia lakukan hanya menghiburku dan berkata lembut: "Sayang, udah ya jangan nangis lagi. Kasihan mata gadis aku merah-merah, bibirnya bengkak, duhhh, cantik nya berkurang sedikit deh sayang.."

Padahal dia juga selalu ada tiap malam sebelum tidur..bilang, "I love you...Selamat tidur cantik..."

Well, sekarang juga aku teringat dia dan kata-katanya, berusaha untuk gak memikirkan apapun di dunia ini selain dia. Bakal aku lakuin apa aja, bakal aku lepas semua title, aku lepas semua pangkat dan kuasa, As Long As He Loves Me.


========================================================================


06-11-2012 18:58
"As long as you love me,
We could be starving, We could be homeless, We could be broke...
As long as you love me,
I'll be your silver I'll be your gold.."


Tulisan ini ditulis dengan huruf hijau. Aku bahagia. Aku bahagia mengenal kamu, berbicara denganmu, memandang tiap perubahan wajahmu di jarak dekat.

Tulisan ini ditulis dengan huruf biru. Aku sedih. Aku terus menerus merasa ada yang kurang. Seakan kau sewaktu-waktu bisa lepas dariku. Aku belum bahagia. Air mata yang mengalir masih mencetak sebentuk sungai di pipi. Maaf, maaf kalau aku mencintai kamu, dengan bodoh.

Tulisan ini ditulis dengan huruf merah. Aku marah. Aku kecewa. Aku belum bisa jadi seperti yang kamu inginkan. Aku selalu salah. Aku selalu mengecewakan. Aku belum bisa bikin kamu bangga. Duh, kapanlah aku bisa bertindak benar. Aku cinta kamu tapi caraku salah. Semuanya malah jadi rusak dan tak seperti yang kau mau. Maaf yang, maafin aku. Aku hanya bisa mencintai kamu dengan cara yang bodoh. Aku cinta kamu, tapi kebodohanku terus-menerus bikin kamu kecewa. Maaf.    ================================================================== 
 06-11-2012 19:58
(by ngatno333)
Tulisan ini ditulis dengan huruf hitam. Aku ingin tegas nyatakan. Aku ingin jadi milikmu. Aku ingin begitu juga kamu jadi milikku. Maaf kalau aku lancang dengan tegas nyatakan. Hitam di atas putih. Aku sayang kamu. Maaf.
Salam hangat.

-333-

No comments:

Post a Comment