Perang capres 2014 jadi
jualan media televisi utama yg asyik masyuk. tokoh-tokoh lama bertarung dengan
tokoh-tokoh baru, dagelan politik semakin seru. Negara ini sudah kehilangan
hikmah tampaknya, pasal memilih orang nomer satu untuk memimpin navigasi kapal
sudah carut marut tak ketulungan. sebut
saja nama-nama macam raja dangdut, si eyang anu, pengacara itu; layaknya
panggung sebut sajalah “stand up comedy" bertitel
politik: Perang Capres 2014, artinya bahwa siapapun yang nantinya maju sebagai
presiden harus memiliki kriteria utama: pandai mengocok perut rakyatnya biar
lupa semua masalah.
Sejumlah tokoh yang tidak jelas asal-usul juntrungannya tampil bak jago yang siap bertarung. Mereka lupa akan diri mereka sendiri, seakan tidak ada orang yang lebih baik dari mereka. Ya hitung-hitung ngetop dan narsis lah, adapun urusan menang kalah itu belakangan. Hal yang terpenting itu maju sebagai komik, cuap-cuap, bisa bikin audiens tertawa terbahak-bahak bahkan sampai terkencing terberak di celana. Soal latarbelakang siapa mereka dan darimana, itu tidak penting lah, off the record saja. Syabas-lah.
No comments:
Post a Comment