Friday, December 20, 2013

Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan

Apa itu ilmu?
Ilmu menurut harfiah berarti mengetahui, lawannya adalah kebodohan. Adapun ilmu menurut istilah yang didefinisikan oleh ulama yakni pengetahuan tentang sesuatu hal yang benar sesuai apa adanya dengan sebenar-benarnya. Ulama telah sepakat mengenai definisi ilmu yang dimaksud yakni ilmu agama yang dengannya seseorang mampu membedakan yang haq dan yang batil, halal dan haram dan lain sebagainya. Islam adalah agama yang memulai dengan ilmu sebagaimana wahyu pertama dari Allah yang turun kepada Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wasallam melalui perantara malaikat Jibril 'alaihissalam di gua Hira. Jibril berkata "bacalah!", namun Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wasallam yang buta huruf menjawab "saya tidak mampu membaca", lalu Jibril mengulang hingga tiga kali hingga turun ayat:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ    

Artinya:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [Al 'Alaq: 1-5]

 Tidak ada agama di dunia ini yang memulai ajarannya dengan ilmu kecuali Islam. Saking tingginya kedudukan ilmu di dalam Islam, hingga Imam Al Bukhari menulis di kitab Sahih Bukhari satu bab khusus mengenai ilmu yakni "al ilmu qabla al qaul wa al 'amal' (ilmu sebelum perkataan dan perbuatan). Dengan ilmu inilah merupakan sebab seseorang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَبْـتَغِي فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ، وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ .
Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3641), Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), Ahmad (V/196), Ad-Darimi (I/98), Ibnu Hibban (88 – Al-Ihsan dan 80 – Al-Mawarid), Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/275-276, no. 129), Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (I/174 ,no. 173), dan Ath-Thahawi dalam Musykilul Atsar (I/429), dari Abud Darda’ radhiyallahu’anhu]

Dan tingkatan ilmu yang paling tinggi yakni ilmu tauhid karena di dalamnya pengesaan Allah dalam segenap penciptaan alam semesta-Nya, kehendak-Nya, dan nama-nama-Nya (asma' wa shifat). Ilmu tauhid menjadi pembeda seorang muslim dari pemeluk agama lain.

Adapun perkataan dan perbuatan (qaul wa 'amal) merupakan buah dari ilmu. Secara logis pun dapat diterima akal sehat, jika seorang manusia waras bagaimana ia berkata dan berbuat di dalam agama ini tanpa ilmu? Pastilah ia akan tersesat dan bahkan menyesatkan







 

No comments:

Post a Comment