Bolshevisme dan Warisan Revolusi
Setiap sistem politik hadir untuk memperkuat dirinya sendiri, dengan
mencari kontinuitasnya sendiri. Salah satu jalannya dapat melalui tradisi
sejarah dengan nilai-nilai yang tepat dan legenda-legenda yang menunjukkan
kepada dukungan yang terkenal luas kepada rezim yang berlaku.. Bagi Rusia, warisan
Bolshevik sebagai sumber-sumber simbol dan mitos yang memengaruhi dalam
karakter sistem pemerintahan Soviet.
Revolusi Intelegentsia
Pergerakan revolusioner telah berjangkit di Rusia sejak awal abad ke-19.
Pergerakan yang yang secara umum menentang kebijakan tsar Rusia ini dimotori
oleh kaum revolusioner dari berbagai kalangan yang kemudian dikenal dengan Raznochintsy. Kaum intelegentsia ini
berasal dari kalangan mahasiswa, petani, kelompok kerja perkotaan bahkan sampai
kepada kelompok minoritas dalam kekaisaran Rusia. Gerakan revolusioner ini
dilakukan secara bergerilya melalui bawah tanah dengan cara penyebaran
literatur-literatur subversif dan berbagai aktivitas ilegal lainnya. Hal ini
dikarenakan kaum intelegentsia hanya memiliki sedikit kesempatan untuk menguji
ide-ide mereka di dunia dan mempraktikkannya.
Situasi yang demikian dimanfaatkan oleh kaum Marxis untuk mendorong
keadaan pada titik klimaks berupa demonstrasi mahasiswa, pemberontakan kaum
petani terhadap tuan tanahnya dan pemogokan pabrik-pabrik. Bercermin dari
kontak dengan Barat sebelum dan sesudah Perang Napoleon, hal ini membawa
pengaruh besar bagi bagi revolusi yang terjadi di Rusia. Di satu sisi, sistem
Tsarisme terlihat layaknya sistem kapitalis yang diterapkan di negara-negara
Barat dan tentunya hal ini tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Rusia bahkan
terkadang terlihat seperti barbar. Sebelum tahun 1917 penganut Marxis hanya
sekelompok kecil saja. Gerakan revolusioner pertama yang merupakan bentuk
penentangan terhadap kekuasaan tsar yang absolut adalah yang dikenal dengan
Pemberontakan Desembris 1825. Gerakan ini melibatkan para perwira muda yang
mengadakan perlawanan di alun-alun kota
St.Petersburg dan menguasai ibukota Rusia tersebut untuk beberapa waktu. Namun
gerakan ini tidak bertahan lama dan berhasil ditumpas. Para pemimpinnya
dieksekusi mati dan sebagian diasingkan ke Siberia.
Penyebab kegagalan gerakan ini antara lain kurangnya dukungan masyarakat dan
tidak adanya konsep dan kepemimpinan yang jelas dan juga terlalu kebarat-baratan.
Namun gerakan ini diyakini sebagai mukadimah yang membawa dampak yang cukup
signifikan bagi gerakan revolusi selanjutnya di Rusia, sebelum munculnya
Revolusi 1905, Revolusi Februari 1917 serta mencapai klimaksnya pada Revolusi
Oktober 1917. Revolusi-revolusi inilah yang akhirnya mengubur dalam-dalam
sistem pemerintahan absolut tsar dan menggantikannya dengan sistem komunisme.
Karl Marx pada awalnya merupakan anti-Rusia, karena sistem pemerintahan
tsar di Rusia termasuk yang reaksioner, imperialis dan anti rezim kapitalis ala
Eropa. Di samping itu, Rusia merupakan negara pertanian yang semi feodal, bukan
negara kapitalis maju yang merupakan pengejawantahan yang pas bagi ide-ide yang
dikemukakan olehnya. Namun begitu buku karangannya yang terkenal yaitu Das
Kapital yang pada tahun 1872 diterjemahkan pertama kali ke dalam bahasa Rusia,
pemikiran Marx banyak digunakan oleh kaum intelegentsia jauh sebelum Marx
sendiri tertarik kepada Rusia.
Asal-usul Bolshevik
Bolshevik secara etimologi berasal dari kata больше (baca: bolshe) turunan dari kata bolshinstvo yang
berarti lebih besar atau mayoritas karena merupakan kumpulan dari Partai Sosial
Demokrat Buruh Rusia yang memisahkan diri dari lawannya yakni Menshevik ketika
Kongres Partai ke-2 pada tahun 1903 yang pada akhirnya menjadi Partai Komunis
Uni Soviet. Sedangkan lawannya di sisi lain yakni Menshevik berasal dari kata меньше (baca: menshe) yang merupakan
turunan dari kata menshinstvo yang
berarti lebih kecil atau minoritas. Dua kelompok yang dikenal dengan kelompok
“keras” yang dipimpin Lenin dan kelompok “lembut” yang dipimpin oleh Martov
hingga akhirnya kedua nama itu berubah menjadi Bolshevik dan Menshevik. Hal ini
didasarkan atas fakta juga bahwasanya pendukung Lenin mengungguli pendukung
Martov di dalam keanggotaan partai. Bahkan sejak tahun 1907 ada artikel di
Inggris yang terkadang menggunakan istilah “maksimalis untuk Bolshevik serta
minimalis untuk Menshevik”
Ketika monarki Rusia jatuh maka negara dipimpin oleh dua kekuatan yang
satu sama lain saling bertentangan yakni Pemerintahan Sementara yang terdiri
dari Kadet, Menshevik dan Sosialis Revolusioner (SR). Di sisi lainnya adalah
para pekerja Petrograd yang bergabung dengan
prajurit militer membentuk Soviet Petrograd yang banyak mendapat dukungan dari rakyat.
Dalam hal ini, Soviet Petrograd memiliki kekuatan senjata yang tidak dimiliki
oleh Pemerintahan Sementara. Rencana Revolusi Oktober telah dirancang oleh
Lenin dua bulan sebelumnya. Dengan memanfaatkan prinsip Marx, Lenin
memanfaatkan momentum perubahan yang terjadi di masyarakat akibat krisis
pemerintahan. Sebelum menyerang Istana Musim Dingin yang menjadi simbol pusat Pemerintahan Sementara, ia terlebih dahulu menguasai objek-objek
prasarana vital seperti jembatan, stasiun kereta api, pembangkit listrik, bank
dan sebagainya.
Pada tanggal 10 Oktober 1917 Komite Sentral Partai Sosial Demokrat Buruh
Rusia/ RSDRP (B) mengeluarkan sebuah resolusi tentang pemberontakan bersenjata
yang hal ini ditentang oleh tokoh-tokoh komunis seperti Lev Kamenev dan Grigory
Zinoviov. Namun suara mereka dapat dikalahkan oleh Lenin yang mengatakan
pentingnya pengambilalihan kekuasaan dengan kekuatan bersenjata. Dua hari
kemudian dibentuk Komite Militer Revolusi (VRK) yang diketuai oleh Pavel
Lazimir walau pada kenyataannya organisasi ini berada di bawah kendali Lev
Trotsky. Revolusi meliputi beberapa peristiwa penting:
• Kudeta
Petrograd
Pada tanggal 25 Oktober 1917 diumumkan bahwa kekuasaan berpindah dari Pemerintahan
Sementara ke Komite Militer Revolusioner pimpinan Pavel Lazimir. Diumumkan pula
tuntutan rakyat yang berisi: pembentukan perdamaian yang demokratis, penghapusan
kepemilikan tanah oleh para tuan tanah, pengenalan kontrol pekerja atas
produksi dan pembentukan Pemerintahan Soviet.
• Sidang Soviet
Seluruh Rusia
Sidang ini berlangsung selama tiga hari (25-27 Oktober 1917). Dalam
sidang tersebut dibentuk Pemerintahan Soviet yang disebut dengan Soviet
Komisaris Rakyat (SNK) yang diketuai oleh Vladimir Ilich Lenin (Kepala Negara).
Sidang tersebut juga membentuk Komite Sentral Eksekutif Seluruh Rusia (VTsIK)
yang diketuai oleh Lev Kamenev serta mengeluarkan dekrit penting menyangkut
kebijakan domestik dan internasional yakni Dekrit Tanah (Zemlya) dan Dekrit Perdamaian (Mir).
Sumber-sumber Bolshevik
Gerakan kaum Bolshevik terinspirasi dari berbagai gerakan revolusioner
yang semarak terjadi pada penghujung abad ke-19. Dua diantaranya yang paling
penting yang dicatat sejarah adalah Westernisasi Peter Agung dan gerakan
Slavophil. Satu diantara dua tersebut, yakni Westernisasi lebih bersifat kritis
dimana menampilkan tradisi tsar Rusia.
Terpengaruh oleh tulisan Vissarion
Belinsky dan Alexander Herzen, kaum Bolshevik menyerang autokrasi sampai ke
akar-akarnya menuju kekuatan kaum budak, ortodoks dan konsep negara Rusia
sebagai suatu tuntutan mulia bagi bangsa Rus. Mereka mengadopsi pemerintahan
konstitusional liberal dan merekonstruksikan kepada masyarakat melalui cara
komunis.
Gerakan Slavophil yang dipimpin oleh orang-orang seperti Ivan Kireyevsky,
Alexis Komyakov dan Konstantin Aksakov menyadari betul bahwa konsep
“Eropanisasi” hanya akan menghancurkan nilai-nilai luhur bagi kehidupan dan
jiwa bangsa Rusia. Mereka menggambarkan Barat sebagai suatu dekadensi, rusak
akibat krisis religiusitas dan paham rasionalis serta materialis. Mereka
berusaha mewujudkan Rusia yang maju berdasarkan jiwa dan nilai luhur bangsa
Rusia serta tidak mengekor kepada Barat.
Pada tahun 1860 banyak dari kalangan kaum intelegentsia yang menerima
pandangan Narodnik. Narodnik adalah sebutan bagi individu
atau kelompok yang berorientasi pada rakyat, dari kata “Narod” yang artinya rakyat. Sebagai kaum agraris sosialis, Narodnik percaya bahwa Rusia akan
mengalami progres kearah sosialis tanpa mengalami sistem kapitalis. Mereka
meyakini bahwa petani Rusia adalah sosialis karena alam itu sendiri yang bebas
dari perbudakan dan dengan segera akan membangun kehidupan masyarakat sosialis
yang bersifat kolektif.
Landasan ide Bolshevik adalah Marxisme-Leninisme seperti: “Shto Delat?”
(Apa yang Harus Dilakukan?), “Satu Langkah ke Depan, Dua Langkah ke Belakang”,
“Dua Taktik Sosial-Demokrat dalam Revolusi Demokratis”, “Empiriokritisisme dan
Historikal Materialisme” dan sebagainya. Kaum Bolshevik berkeyakinan bahwa
konflik sosial dan pertentangan yang terjadi di Rusia merupakan hal yang harus
terjadi dan revolusi merupakan suatu hal yang mutlak terjadi demi menyelesaikan
konflik dan pertentangan tersebut. Serta diyakini pula bahwa pentingnya masa
transisi dari kapitalisme menuju sosialisme
dimana diktatur proletariat menjadi syarat wajib bagi masa transisi
tersebut.
Bagian dari revolusi pertama di Rusia yang diatur oleh kaum Narodnik
disusun pada tahun 1876 yang dikenal dengan Land
and Freedom. Pertentangan taktik segera memprovokasi penarikan diri dari
organisasi oleh gerombolan teroris yang membentuk Narodnaya Volya (Kehendak Rakyat). Beberapa jenis anarkis ditemukan dalam intelegentsia.
Beberapa diantaranya menganut filosofi anarkis damai seperti Peter Kropotkin
dan Leo Tolstoy, namun kebanyakan menjadi pengikut Mikhail Bakunin. Anarkisme
Bakunin menempati tekanan tinggi dalam destruksi kekerasan daripada institusi
yang ada –negara, gereja, keluarga dan kepemilikan pribadi. Barangkali
kebanyakan dari aksi revolusioner di Rusia, ia mengangkat kekerasan sebagai
instrumen dalam hal pembersihan dan penyelamatan. Tidak ada kompromi. Sistem
lama harus dihancurkan dan bukan untuk diperbaharui. Untuk hal ini Bakunin dan
murid sekaligus koleganya yakni Sergei Nechaev memberlakukan kontrol yang
tinggi, pengorganisasian secara disiplin, serta pendedikasian tunggal bagi
destruksi kerja. Konsepsinya mengenai revolusi yang ideal tercantum dalam Catechism of Revolutionarist yang
ditulisnya pada musim panas tahun 1869: Revolusi menjadikan manusia sebagai
korban juga sebagai tanda pengorbanan. Dia tidak memiliki laba
perseorangan, urusan, perasaan, dasi-dasi, properti bahkan namanya sendiri. Ia
hanya mengenal satu pengetahuan yakni penghancuran,
sebuah destruksi tanpa ampun yang mencakup sosial dan negara:
“The Revolutionist is a doomed man. He has no private interests, no affairs, sentiments, ties, property nor even a name of his own. His entire being is devoured by one purpose, one thought, one passion - the revolution. Heart and soul, not merely by word but by deed, he has severed every link with the social order and with the entire civilized world; with the laws, good manners, conventions, and morality of that world. He is its merciless enemy and continues to inhabit it with only one purpose - to destroy it. “
Selayang Pandang Pembentukan
USSR dan RSFSR
The Union of Soviet
Socialist Republics atau biasa disebut Uni Soviet merupakan bentuk
konstitusional yang eksis berada di kawasan Eurasia yang berdiri pada 30
Desember 1922 sampai dengan keruntuhannya pada 1991. Konstitusi pertama Soviet
diadopsi dari Kongres Soviet Rusia ke-5 dan diumumkan pada tanggal 10 Juli
1918. Hal inilah cikal bakal terbentuknya Republik Sosial Federasi Soviet Rusia
atau RSFSR.
Uni Soviet mempunyai motto “Пролетарии
всех стран, соединяйтесь!” (baca: Proletarii
vsekh stran, soedinyaytes!)
yang artinya para buruh di seluruh dunia, bersatulah. Slogan ini terpatri pada
patung pencetus Marxisme yakni Karl Marx di Moskwa. Mereka juga mempunyai lagu
kebangsaan yakni The Internationale (1922–1944)
dan Hymn of The Soviet Union (1944–1991).
Pemilihan umum lokal Soviet
menyerahkan kekuasaan kepada kongres provinsi Soviet dan kongres-kongres yang
merupak anggota seluruh kongres Soviet Rusia. Yang terakhir adalah memilih
komite eksekutif yang mengambil keputusan pada waktu jeda antara sesi-sesi
kongres dan Wakil Komisaris Rakyat. Pemilihan umum bersifat terbuka dari
rahasia dan mereka yang duduk di parlemen menyusun dasar kelas bersama pekerja
industri yang khususnya sangat kuat dalam merepresentasikan nilai yang ada.
Sebaliknya, kelas non-pekerja keras tidak mendapatkan hak suara.
Menurut Lenin, anggota partai adalah seorang yang menerima programnya dan
mendukung secara utuh dalam hal materi dan keikutsertaan pribadi dalam sebuah
organisasi. Sedangkan lawannya Martov mengajukan tindakan alternatif,
menurutnya anggota Partai Buruh Sosial-Demokrasi Rusia adalah seorang yang
menerima programnya dan mendukung secara utuh keikutsertaan materi serta
kerjasama yang teratur di bawah kepemimpinan organisasi tersebut.
Akibatnya, Partai Komunis terutama sekali Komite Sentral dan Biro Politik
dipimpin oleh Lenin, sejak awal mendominasi aparat negara dan mengendalikan
negara. Pada tanggal 30 Desember 1922, USSR menjadi federasi Rusia,
Ukraina, Belarusia, dan Transkaukasia. Akhir abad ke-20 tiga Republik Sentral
Asia diterima dengan status Uni Republik. Dibandingkan dengan Dinasti Romanov,
negara baru kehilangan Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, dan teritori
Polandia, seluruhnya telah menjadi merdeka, dan lepas sebelah barat Ukraina dan
sebelah barat Belarusia kepada Polandia, Bessarabia kepada Rumania, dan daerah
Kars Arkhdan di Transkaukasia kepada Turki serta Jepang yang telah mengevakuasi
seluruh semenanjung Siberia pada tahun 1922 dan setengah Pulau Sakhalin pada
1925. Dengan mengesampingkan hal tersebut USSR merupakan negeri yang besar
yang pernah mencatatkan namanya dalam lembar sejarah dunia.
Daftar Referensi:
Carr, E.H. The Bolshevik Revolution
1917-1923, vol.1. London:
1950
Fahrurodji,A. Rusia Baru Menuju
Demokrasi. Penerbit: Obor. Jakarta.
2005
Hosking, Geofery. History of The Soviet Union
Mc Closky dan Turner. The Soviet
Dictatorship
Riasanovsky, Nicholas V. A History
of Russia.
Second Edition
No comments:
Post a Comment