Tuesday, December 17, 2013

Peter Agung (Peter Alekseyevich Romanov) (1672-1725)



Masa Kecil Peter Agung

Peter Agung adalah anak ke-14 dari Aleksei Mikhailovich. Dia juga merupakan cucu dari Tsar Mikhail Romanov yang dipilih jadi Tsar pada tahun 1613.  Lahir di Moskow pada tanggal 30 Mei 1672 dari perkawinan keduanya dengan Natalya Kirilovna Naryshkina yang berdarah Tartar sehingga Peter banyak mewarisi gen keturunan dari ibunya. Ketika itu Tsar telah berusia 42 tahun dan telah mempunyai 2 anak laki-laki serta 6 anak perempuan dari pernikahannya yang pertama. Anak yang pertama mengalami kesehatan yang buruk Aleksei Mikhailovich menikah dengan Natalya Kirilovna Naryshkina yang kala itu masih berusia muda pasca kematian istri pertamanya yang bernama Maria Miloslavkaya. Peter diklaim jadi tsar pada usia 10 tahun serta ibunya menjadi regent tepatnya pada tahun 1682 oleh kaum Boyar Duma dan ia memimpin Rusia bersama saudaranya Ivan V di bawah kekuasaan saudara tirinya Sofia.

Kehidupan serta Westernisasi Peter Agung

Pada tahun 1682 terjadi pemberintakan Streltsy yang mengakibatkan banyak dari kawan Peter Agung yang terbunuh. Pemberontakan Streltsy berlangsung pada bulan April-Mei 1682 yang dipimpin oleh saudara tiri Peter Agung yaitu Sofia Alekseyevna, hingga pemberontakan tersebut berhasil dipadamkannya setelah kembalinya ia dari Eropa untuk belajar ilmu perkapalan. Beberapa orang yag dieksekusi sebagian kecil dieksekusi langsung melalui tangan Peter Agung.

.

Pada tahun 1689, Sofia diturunkan karena kemunduran pemerintahan. Ditambah lagi pada tahun 1696 Tsar Ivan V meninggal sehingga Peter Agung adalah pengganti yang kuat untuk memimpin pemerintahan Rusia pada saat itu. Peter melakukan reformasi besar-besaran di segala bidang dan membuka wajah Rusia kepada Eropa. Ia merekrut insinyur-insinyur, ahli perkapalan, arsitek, serta pengrajin terbaik Eropa untuk datang ke Rusia. Sebanyak ratusan orang Rusia dikirimnya ke Eropa untuk mendapatkan pendidikan terbaik dalam bidang seni serta teknik perkapalan.

Peter Agung menikah  dengan Eudoxia Lopukhina pada tahun 1689. Darinya Peter memeroleh tiga orang anak, namun hanya satu yakni Tsaritsa Alekseyevich yang selamat pada masa kecilnya. Pernikahannya tersebut diwarnai ketidakberesan sehingga setelah 10 tahun Peter akhirnya menceraikan istrinya yang kemudian menjadi biarawati yang memang tidak diperbolehkan untuk menikah. Peter juga sempat menikah secara rahasia dengan wanita bernama Martha Skavronskaya yang mengganti namanya menjadi Katarina pada tahun 1707.

Salah satu misi Peter Agung adalah menguasai akses dan perdagangan Laut Baltik. Pada tahun 1700 ia memulai Perang Utara dengan musuh terbesar Rusia saat itu yakni Swedia, yang mana berlangsung hingga 21 tahun. Pada saat perang berlangsung kota St.Petersburg ditemukan tepatnya pada tahun 1703 di delta Sungai Neva. Akhirnya Rusia menang dalam Perang Utara dan menguasai Laut Baltik serta mendapatkan akses menuju Eropa dan kota St.Petersburg menjadi kota pelabuhan penting. St.Petersburg berarti kota Peter, yang dalam hal ini Peter terpengaruh oleh bahasa Jerman dengan mencantumkan kata Burg di belakang namanya sendiri.

Pada tahun 1712 Peter Agung memindahkan ibukota Rusia yang semula berada di Moskow ke kota St.Petersburg dan melanjutkan perhatiannya kepada pembangunan “surga Eropa” baginya. Hal ini dimaksudkan agar Rusia dapat leluasa mengadakan akses dengan Eropa serta dunia karena letak St.Petersburg lebih lekat ke Eropa  dibandingkan dengan Moskow yang berada jauh di pedalaman Rusia. Alasan lain adalah agar Rusia lebih mudah mengalahkan Swedia dalam Perang Utara karena ketika itu Swedia di bawah pemerintahan Charles II merupakan ancaman terbesar Eropa pada saat itu. Ketika Perang Utara berakhir pada tahun 1721, Rusia mendeklarasikan diri sebagai kemaharajaan dan Peter Agung mengklaim dirinya sendiri sebagai emperor yang pertama. Oleh karena itu Peter melakukan reformasi besar-besaran terutama di bidang politik dan ekonomi. Ia kembali menyusun pemerintahan senat sebagai institusi pemerintahan tertinggi dan 10 menteri yang disebut kolegii. Peter memperkenalkan pajak baru kepada semua orang terkecuali kepada clergy yang menambah devisa negara cukup signifikan. Hingga akhirnya ia pula yang menjadi inspirasi bagi terbentuknya Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia pada tahun 1725 beberapa selang waktu setelah kematiannya. “Tsar pembaharu” adalah julukan baginya karena relah mengubah tatanan pemerintahan Rusia yang konservatif ke arah yang lebih maju dengan membuka diri kepada Eropa serta memperbaharui angkatan bersenjata Rusia dan angkatan laut Rusia disamping ia sendiri adalah seorang pencoba di dalam bidang kelautan tersebut. Ia juga mereformasi penampilan rakyatnya hingga melakukan pemotongan jenggot secara paksa dan mengganti pakaian yang selama ini dipakai oleh rakyat Rusia., serta mereformasi huruf alfabet Rusia menjadi lebih sederhana. Ia juga mengganti penanggalan kalender Julian yang selama ini dipakai. 

Kepribadian Peter Agung menimbulkan banyak pertanyaan selama hampir tiga abad. Dia merupakan laki-laki yang besar dan kuat dengan tinggi 204 cm. Ia tumbuh sebagai seorang laki-laki raksasa. Kedua tangan dan kakinya dapat dibilang kecil, namun kedua bahunya sangat proporsional dengan tinggi badannya, namun kepalanya juga tidak besar untuk tubuhnya.. Ia merupakan ahli di bidang angkatan bersenjata dan angkatan laut. Ia juga ahli di bidang teknik perkapalan karena ia pernah belajar di Eropa tepatnya di Zaandam dan di Amsterdam bersama mayor Nicholas Witsen  mengenai teknik pembuatan kapal dengan menyamar sebgai rakyat jelata. Hal inilah yang sampai saat ini menjadi pembicaraan dimana seorang tsar penguasa yang besar rela menyamar menjadi seorang rakyat jelata demi meraih ilmu tentang bagaimana membangun armada laut serta kapal yang kuat. Di Inggris ia menjumpai Raja William II, mengunjungi kota Greenwich, Oxford dan menyaksikan Fleet Review, Royal Navy di Deptford. Ia juga mengunjungi kota Leipzig, Dresden dan Wina, bertemu August Perkasa dan Leopold I, Penguasa Roma Suci. Ia tidak sempat ke Venezia karena keburu ada pemberontakan Streltsy sehinga ia harus kembali secepatnya ke Rusia dari Inggris untuk memadamkan sekitar 1200 orang yang dieksekusi melalui tangannya sendiri beberapa diantaranya. Hingga akhirnya saudara tirinya Sofia menjadi biarawati layaknya istrinya.

Akhir Hidup Peter Agung

Pada tahun 1723 Peter Agung mengalami penurunan kesehatan terutama penyakit di sekitar daerah urine yang dialaminya. Pada musim panas tahun 1724 tim dokter Peter Agung melakukan operasi pada bagian urine tersebut. Peter terus menerus berada di atas tempat tidurnya bahkan hingga musim gugur. Pada awal Januari 1725 Peter terserang penyakit uremia. Peter Agung wafat pada 28 Januari 1725 ketika ia berusia 52 tahun 7 bulan. Banyak reaksi rakyat yang terjadi ketika kematiannya.


Sumber Rujukan :

Fahrurodji,A. Rusia Baru Menuju Demokrasi, Penerbit: Obor. Jakarta: 2004
Massie, Robert K. Peter The Great: His Life
Vernadsky, George. A History of Russia

No comments:

Post a Comment