Masa Kecil Peter Agung
Peter Agung adalah anak ke-14 dari Aleksei Mikhailovich. Dia juga
merupakan cucu dari Tsar Mikhail Romanov yang dipilih jadi Tsar pada tahun
1613. Lahir di Moskow pada tanggal 30
Mei 1672 dari perkawinan keduanya dengan Natalya Kirilovna Naryshkina yang
berdarah Tartar sehingga Peter banyak mewarisi gen keturunan dari ibunya.
Ketika itu Tsar telah berusia 42 tahun dan telah mempunyai 2 anak laki-laki
serta 6 anak perempuan dari pernikahannya yang pertama. Anak yang pertama
mengalami kesehatan yang buruk Aleksei Mikhailovich menikah dengan Natalya
Kirilovna Naryshkina yang kala itu masih berusia muda pasca kematian istri
pertamanya yang bernama Maria Miloslavkaya. Peter diklaim jadi tsar pada usia
10 tahun serta ibunya menjadi regent tepatnya pada tahun 1682 oleh kaum Boyar
Duma dan ia memimpin Rusia bersama saudaranya Ivan V di bawah kekuasaan saudara
tirinya Sofia.
Kehidupan serta Westernisasi Peter Agung
Pada tahun 1682 terjadi pemberintakan Streltsy yang mengakibatkan banyak
dari kawan Peter Agung yang terbunuh. Pemberontakan Streltsy berlangsung pada
bulan April-Mei 1682 yang dipimpin oleh saudara tiri Peter Agung yaitu Sofia
Alekseyevna, hingga pemberontakan tersebut berhasil dipadamkannya setelah
kembalinya ia dari Eropa untuk belajar ilmu perkapalan. Beberapa orang yag
dieksekusi sebagian kecil dieksekusi langsung melalui tangan Peter Agung.
.
Pada tahun 1689, Sofia
diturunkan karena kemunduran pemerintahan. Ditambah lagi pada tahun 1696 Tsar
Ivan V meninggal sehingga Peter Agung adalah pengganti yang kuat untuk memimpin
pemerintahan Rusia pada saat itu. Peter melakukan reformasi besar-besaran di
segala bidang dan membuka wajah Rusia kepada Eropa. Ia merekrut
insinyur-insinyur, ahli perkapalan, arsitek, serta pengrajin terbaik Eropa
untuk datang ke Rusia. Sebanyak ratusan orang Rusia dikirimnya ke Eropa untuk
mendapatkan pendidikan terbaik dalam bidang seni serta teknik perkapalan.
Peter Agung menikah dengan Eudoxia
Lopukhina pada tahun 1689. Darinya Peter memeroleh tiga orang anak, namun hanya
satu yakni Tsaritsa Alekseyevich yang selamat pada masa kecilnya. Pernikahannya
tersebut diwarnai ketidakberesan sehingga setelah 10 tahun Peter akhirnya
menceraikan istrinya yang kemudian menjadi biarawati yang memang tidak
diperbolehkan untuk menikah. Peter juga sempat menikah secara rahasia dengan
wanita bernama Martha Skavronskaya yang mengganti namanya menjadi Katarina pada
tahun 1707.
Salah satu misi Peter Agung adalah menguasai akses dan perdagangan Laut
Baltik. Pada tahun 1700 ia memulai Perang Utara dengan musuh terbesar Rusia
saat itu yakni Swedia, yang mana berlangsung hingga 21 tahun. Pada saat perang
berlangsung kota
St.Petersburg ditemukan tepatnya pada tahun 1703 di delta Sungai Neva. Akhirnya
Rusia menang dalam Perang Utara dan menguasai Laut Baltik serta mendapatkan
akses menuju Eropa dan kota St.Petersburg menjadi kota pelabuhan penting. St.Petersburg
berarti kota Peter, yang dalam hal ini Peter terpengaruh oleh bahasa Jerman
dengan mencantumkan kata Burg di belakang namanya sendiri.
Pada tahun 1712 Peter Agung memindahkan ibukota Rusia yang semula berada
di Moskow ke kota St.Petersburg dan melanjutkan perhatiannya kepada pembangunan
“surga Eropa” baginya. Hal ini dimaksudkan agar Rusia dapat leluasa mengadakan
akses dengan Eropa serta dunia karena letak St.Petersburg lebih lekat ke
Eropa dibandingkan dengan Moskow yang
berada jauh di pedalaman Rusia. Alasan lain adalah agar Rusia lebih mudah
mengalahkan Swedia dalam Perang Utara karena ketika itu Swedia di bawah
pemerintahan Charles II merupakan ancaman terbesar Eropa pada saat itu. Ketika
Perang Utara berakhir pada tahun 1721, Rusia mendeklarasikan diri sebagai
kemaharajaan dan Peter Agung mengklaim dirinya sendiri sebagai emperor yang
pertama. Oleh karena itu Peter melakukan reformasi besar-besaran terutama di
bidang politik dan ekonomi. Ia kembali menyusun pemerintahan senat sebagai
institusi pemerintahan tertinggi dan 10 menteri yang disebut kolegii. Peter memperkenalkan pajak baru
kepada semua orang terkecuali kepada clergy yang menambah devisa negara cukup
signifikan. Hingga akhirnya ia pula yang menjadi inspirasi bagi terbentuknya
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia pada tahun 1725 beberapa selang waktu setelah
kematiannya. “Tsar pembaharu” adalah julukan baginya karena relah mengubah
tatanan pemerintahan Rusia yang konservatif ke arah yang lebih maju dengan
membuka diri kepada Eropa serta memperbaharui angkatan bersenjata Rusia dan
angkatan laut Rusia disamping ia sendiri adalah seorang pencoba di dalam bidang
kelautan tersebut. Ia juga mereformasi penampilan rakyatnya hingga melakukan
pemotongan jenggot secara paksa dan mengganti pakaian yang selama ini dipakai
oleh rakyat Rusia., serta mereformasi huruf alfabet Rusia menjadi lebih
sederhana. Ia juga mengganti penanggalan kalender Julian yang selama ini
dipakai.
Kepribadian Peter Agung menimbulkan banyak pertanyaan selama hampir tiga
abad. Dia merupakan laki-laki yang besar dan kuat dengan tinggi 204 cm. Ia
tumbuh sebagai seorang laki-laki raksasa. Kedua tangan dan kakinya dapat
dibilang kecil, namun kedua bahunya sangat proporsional dengan tinggi badannya,
namun kepalanya juga tidak besar untuk tubuhnya.. Ia merupakan ahli di bidang
angkatan bersenjata dan angkatan laut. Ia juga ahli di bidang teknik perkapalan
karena ia pernah belajar di Eropa tepatnya di Zaandam dan di Amsterdam bersama
mayor Nicholas Witsen mengenai teknik
pembuatan kapal dengan menyamar sebgai rakyat jelata. Hal inilah yang sampai
saat ini menjadi pembicaraan dimana seorang tsar penguasa yang besar rela
menyamar menjadi seorang rakyat jelata demi meraih ilmu tentang bagaimana
membangun armada laut serta kapal yang kuat. Di Inggris ia menjumpai Raja
William II, mengunjungi kota Greenwich, Oxford dan menyaksikan Fleet Review, Royal
Navy di Deptford. Ia juga mengunjungi kota Leipzig, Dresden dan Wina, bertemu
August Perkasa dan Leopold I, Penguasa Roma Suci. Ia tidak sempat ke Venezia
karena keburu ada pemberontakan Streltsy sehinga ia harus kembali secepatnya ke
Rusia dari Inggris untuk memadamkan sekitar 1200 orang yang dieksekusi melalui
tangannya sendiri beberapa diantaranya. Hingga akhirnya saudara tirinya Sofia
menjadi biarawati layaknya istrinya.
Akhir Hidup Peter Agung
Pada tahun 1723 Peter Agung mengalami penurunan kesehatan terutama
penyakit di sekitar daerah urine yang dialaminya. Pada musim panas tahun 1724
tim dokter Peter Agung melakukan operasi pada bagian urine tersebut. Peter
terus menerus berada di atas tempat tidurnya bahkan hingga musim gugur. Pada
awal Januari 1725 Peter terserang penyakit uremia. Peter Agung wafat pada 28
Januari 1725 ketika ia berusia 52 tahun 7 bulan. Banyak reaksi rakyat yang
terjadi ketika kematiannya.
Sumber Rujukan :
Fahrurodji,A. Rusia Baru Menuju Demokrasi, Penerbit: Obor. Jakarta: 2004
Massie, Robert K. Peter The Great: His Life
Vernadsky, George. A History of Russia
No comments:
Post a Comment