Suatu ketika saya pernah bertanya kepada guru
saya tentang cita-cita beliau hidup di dunia. Beliau bernama Ustadz Syahrul
Fatwa, Lc hafidzahullah- Sepele saja jawaban beliau namun mengena di hati saya.
Beliau bilang cita-citanya sederhana, ingin jadi anak saleh yang mampu berbakti
kepada kedua orangtuanya, setidaknya dapat mendoakannya hidup dan mati. Beliau
bilang tidak ada kebahagiaan terbesar di dunia ini kecuali membahagiakan
orangtua, karena beliau tidak akan ada dan tidak ada apa-apanya tanpa orangtua.
Saya tercengang! Alangkah betapa mulianya jawaban yang keluar dari seorang ahli
ilmu. Kemudian beliau membacakan hadits:
إِذَا
مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ
جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
Apabila
seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal:
1.
Shadaqah jariyah
2.
Ilmu yang bermanfaat,
3.
Anak saleh yang mendoakannya
[Muslim
no. 1631]
Sungguh suatu hal yang membuat hati saya tergugah hingga kini. Pada akhirnya saya pun mengerti apa impian terbesar saya di dunia: saya ingin jadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua. Karena sekeras apapun saya berusaha untuk membalas jasa mereka maka sedikitpun saya tidak akan sanggup. Telah ada tertulis: "kasih anak sepanjang penggalan, kasih orangtua sepanjang jalan"
No comments:
Post a Comment