Wednesday, December 18, 2013

Priper




 “Kalau saya sih lebih prepare nganu dibanding nganu”. Entah apa yang ada di benak orang yang mengucap kalimat tersebut. Pernyataan tersebut terlontar di salah satu televisi swasta ketika menayangkan opini masyarakat mengenai calon presiden dan legislatif yang akan dipilih pada pemilu 2014. Niat hati ingin menginggris ria malah jadi ngawur. Kalau dirunut kepada niat si penutur sebenarnya dia ingin mengucapkan “saya lebih cenderung kepada nganu dibanding anu”, namun karena kelakuan sok nyinyir jadinya diucapkan saya lebih prepare yang diucapkan “priper”; yang seharusnya prefer. Prepare bermakna persiapan, sedangkan prefer bermakna cenderung. Masa iya si penutur lebih siap nganu dibanding anu, padahal dia ditanya soal pemilu ingin memilih capres mana dari partai mana dengan alasan apa. Jelas terlihat di masyarakat sendiri penggunaan bahasa Indonesia kini sudah benar-benar disumpahi sumpah pemuda alias tidak jelas juntrungannya. Padahal semestinya di jaman yang semakin canggih ini orang semakin mudah mengakses ilmu pengetahuan termasuk wawasan akan kebangsaan sendiri. Sungguh memalukan, apa sulitnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan indah ketimbang sok nginggris tak karu-karuan, yang malah jadinya memperlihatkan kedunguan berbahasa di layar kaca. Miris.

No comments:

Post a Comment