“Kalau saya sih lebih prepare
nganu dibanding nganu”.
Entah apa yang ada di benak orang yang mengucap kalimat tersebut. Pernyataan
tersebut terlontar di salah satu televisi swasta ketika menayangkan opini
masyarakat mengenai calon presiden dan legislatif yang akan dipilih pada pemilu
2014. Niat hati ingin menginggris ria malah jadi ngawur. Kalau dirunut kepada
niat si penutur sebenarnya dia ingin mengucapkan “saya lebih cenderung kepada
nganu dibanding anu”, namun karena kelakuan sok nyinyir jadinya diucapkan saya
lebih prepare yang diucapkan
“priper”; yang seharusnya prefer.
Prepare bermakna persiapan, sedangkan prefer
bermakna cenderung. Masa iya si penutur lebih siap nganu dibanding anu,
padahal dia ditanya soal pemilu ingin memilih capres mana dari partai mana
dengan alasan apa. Jelas terlihat di masyarakat sendiri penggunaan bahasa
Indonesia kini sudah benar-benar disumpahi sumpah pemuda alias tidak jelas
juntrungannya. Padahal semestinya di jaman yang semakin canggih ini orang
semakin mudah mengakses ilmu pengetahuan termasuk wawasan akan kebangsaan
sendiri. Sungguh memalukan, apa sulitnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan indah ketimbang sok nginggris tak karu-karuan, yang malah jadinya
memperlihatkan kedunguan berbahasa di layar kaca. Miris.
No comments:
Post a Comment