Showing posts with label bolshevism. Show all posts
Showing posts with label bolshevism. Show all posts

Tuesday, December 17, 2013

Bolshevisme


Bolshevisme dan Warisan Revolusi
Setiap sistem politik hadir untuk memperkuat dirinya sendiri, dengan mencari kontinuitasnya sendiri. Salah satu jalannya dapat melalui tradisi sejarah dengan nilai-nilai yang tepat dan legenda-legenda yang menunjukkan kepada dukungan yang terkenal luas kepada rezim yang berlaku.. Bagi Rusia, warisan Bolshevik sebagai sumber-sumber simbol dan mitos yang memengaruhi dalam karakter sistem pemerintahan Soviet.

Revolusi Intelegentsia
Pergerakan revolusioner telah berjangkit di Rusia sejak awal abad ke-19. Pergerakan yang yang secara umum menentang kebijakan tsar Rusia ini dimotori oleh kaum revolusioner dari berbagai kalangan yang kemudian dikenal dengan Raznochintsy. Kaum intelegentsia ini berasal dari kalangan mahasiswa, petani, kelompok kerja perkotaan bahkan sampai kepada kelompok minoritas dalam kekaisaran Rusia. Gerakan revolusioner ini dilakukan secara bergerilya melalui bawah tanah dengan cara penyebaran literatur-literatur subversif dan berbagai aktivitas ilegal lainnya. Hal ini dikarenakan kaum intelegentsia hanya memiliki sedikit kesempatan untuk menguji ide-ide mereka di dunia dan mempraktikkannya.
Situasi yang demikian dimanfaatkan oleh kaum Marxis untuk mendorong keadaan pada titik klimaks berupa demonstrasi mahasiswa, pemberontakan kaum petani terhadap tuan tanahnya dan pemogokan pabrik-pabrik. Bercermin dari kontak dengan Barat sebelum dan sesudah Perang Napoleon, hal ini membawa pengaruh besar bagi bagi revolusi yang terjadi di Rusia. Di satu sisi, sistem Tsarisme terlihat layaknya sistem kapitalis yang diterapkan di negara-negara Barat dan tentunya hal ini tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Rusia bahkan terkadang terlihat seperti barbar. Sebelum tahun 1917 penganut Marxis hanya sekelompok kecil saja. Gerakan revolusioner pertama yang merupakan bentuk penentangan terhadap kekuasaan tsar yang absolut adalah yang dikenal dengan Pemberontakan Desembris 1825. Gerakan ini melibatkan para perwira muda yang mengadakan perlawanan di alun-alun kota St.Petersburg dan menguasai ibukota Rusia tersebut untuk beberapa waktu. Namun gerakan ini tidak bertahan lama dan berhasil ditumpas. Para pemimpinnya dieksekusi mati dan sebagian diasingkan ke Siberia. Penyebab kegagalan gerakan ini antara lain kurangnya dukungan masyarakat dan tidak adanya konsep dan kepemimpinan yang jelas dan juga terlalu kebarat-baratan. Namun gerakan ini diyakini sebagai mukadimah yang membawa dampak yang cukup signifikan bagi gerakan revolusi selanjutnya di Rusia, sebelum munculnya Revolusi 1905, Revolusi Februari 1917 serta mencapai klimaksnya pada Revolusi Oktober 1917. Revolusi-revolusi inilah yang akhirnya mengubur dalam-dalam sistem pemerintahan absolut tsar dan menggantikannya dengan sistem komunisme.
Karl Marx pada awalnya merupakan anti-Rusia, karena sistem pemerintahan tsar di Rusia termasuk yang reaksioner, imperialis dan anti rezim kapitalis ala Eropa. Di samping itu, Rusia merupakan negara pertanian yang semi feodal, bukan negara kapitalis maju yang merupakan pengejawantahan yang pas bagi ide-ide yang dikemukakan olehnya. Namun begitu buku karangannya yang terkenal yaitu Das Kapital yang pada tahun 1872 diterjemahkan pertama kali ke dalam bahasa Rusia, pemikiran Marx banyak digunakan oleh kaum intelegentsia jauh sebelum Marx sendiri tertarik kepada Rusia.

Asal-usul Bolshevik
Bolshevik secara etimologi berasal dari kata больше (baca: bolshe) turunan dari kata bolshinstvo yang berarti lebih besar atau mayoritas karena merupakan kumpulan dari Partai Sosial Demokrat Buruh Rusia yang memisahkan diri dari lawannya yakni Menshevik ketika Kongres Partai ke-2 pada tahun 1903 yang pada akhirnya menjadi Partai Komunis Uni Soviet. Sedangkan lawannya di sisi lain yakni Menshevik berasal dari kata меньше (baca: menshe) yang merupakan turunan dari kata menshinstvo yang berarti lebih kecil atau minoritas. Dua kelompok yang dikenal dengan kelompok “keras” yang dipimpin Lenin dan kelompok “lembut” yang dipimpin oleh Martov hingga akhirnya kedua nama itu berubah menjadi Bolshevik dan Menshevik. Hal ini didasarkan atas fakta juga bahwasanya pendukung Lenin mengungguli pendukung Martov di dalam keanggotaan partai. Bahkan sejak tahun 1907 ada artikel di Inggris yang terkadang menggunakan istilah “maksimalis untuk Bolshevik serta minimalis untuk Menshevik”
Ketika monarki Rusia jatuh maka negara dipimpin oleh dua kekuatan yang satu sama lain saling bertentangan yakni Pemerintahan Sementara yang terdiri dari Kadet, Menshevik dan Sosialis Revolusioner (SR). Di sisi lainnya adalah para pekerja Petrograd yang bergabung dengan prajurit militer membentuk Soviet Petrograd yang banyak mendapat dukungan dari rakyat. Dalam hal ini, Soviet Petrograd memiliki kekuatan senjata yang tidak dimiliki oleh Pemerintahan Sementara. Rencana Revolusi Oktober telah dirancang oleh Lenin dua bulan sebelumnya. Dengan memanfaatkan prinsip Marx, Lenin memanfaatkan momentum perubahan yang terjadi di masyarakat akibat krisis pemerintahan. Sebelum menyerang Istana Musim Dingin yang menjadi simbol pusat Pemerintahan Sementara, ia terlebih dahulu menguasai objek-objek prasarana vital seperti jembatan, stasiun kereta api, pembangkit listrik, bank dan sebagainya.
Pada tanggal 10 Oktober 1917 Komite Sentral Partai Sosial Demokrat Buruh Rusia/ RSDRP (B) mengeluarkan sebuah resolusi tentang pemberontakan bersenjata yang hal ini ditentang oleh tokoh-tokoh komunis seperti Lev Kamenev dan Grigory Zinoviov. Namun suara mereka dapat dikalahkan oleh Lenin yang mengatakan pentingnya pengambilalihan kekuasaan dengan kekuatan bersenjata. Dua hari kemudian dibentuk Komite Militer Revolusi (VRK) yang diketuai oleh Pavel Lazimir walau pada kenyataannya organisasi ini berada di bawah kendali Lev Trotsky. Revolusi meliputi beberapa peristiwa penting:
• Kudeta Petrograd
Pada tanggal 25 Oktober 1917 diumumkan bahwa kekuasaan berpindah dari Pemerintahan Sementara ke Komite Militer Revolusioner pimpinan Pavel Lazimir. Diumumkan pula tuntutan rakyat yang berisi: pembentukan perdamaian yang demokratis, penghapusan kepemilikan tanah oleh para tuan tanah, pengenalan kontrol pekerja atas produksi dan pembentukan Pemerintahan Soviet.
• Sidang Soviet Seluruh Rusia
Sidang ini berlangsung selama tiga hari (25-27 Oktober 1917). Dalam sidang tersebut dibentuk Pemerintahan Soviet yang disebut dengan Soviet Komisaris Rakyat (SNK) yang diketuai oleh Vladimir Ilich Lenin (Kepala Negara). Sidang tersebut juga membentuk Komite Sentral Eksekutif Seluruh Rusia (VTsIK) yang diketuai oleh Lev Kamenev serta mengeluarkan dekrit penting menyangkut kebijakan domestik dan internasional yakni Dekrit Tanah (Zemlya) dan Dekrit Perdamaian (Mir).

Sumber-sumber Bolshevik
Gerakan kaum Bolshevik terinspirasi dari berbagai gerakan revolusioner yang semarak terjadi pada penghujung abad ke-19. Dua diantaranya yang paling penting yang dicatat sejarah adalah Westernisasi Peter Agung dan gerakan Slavophil. Satu diantara dua tersebut, yakni Westernisasi lebih bersifat kritis dimana menampilkan tradisi tsar Rusia.
 Terpengaruh oleh tulisan Vissarion Belinsky dan Alexander Herzen, kaum Bolshevik menyerang autokrasi sampai ke akar-akarnya menuju kekuatan kaum budak, ortodoks dan konsep negara Rusia sebagai suatu tuntutan mulia bagi bangsa Rus. Mereka mengadopsi pemerintahan konstitusional liberal dan merekonstruksikan kepada masyarakat melalui cara komunis.
Gerakan Slavophil yang dipimpin oleh orang-orang seperti Ivan Kireyevsky, Alexis Komyakov dan Konstantin Aksakov menyadari betul bahwa konsep “Eropanisasi” hanya akan menghancurkan nilai-nilai luhur bagi kehidupan dan jiwa bangsa Rusia. Mereka menggambarkan Barat sebagai suatu dekadensi, rusak akibat krisis religiusitas dan paham rasionalis serta materialis. Mereka berusaha mewujudkan Rusia yang maju berdasarkan jiwa dan nilai luhur bangsa Rusia serta tidak mengekor kepada Barat.
Pada tahun 1860 banyak dari kalangan kaum intelegentsia yang menerima pandangan Narodnik. Narodnik adalah sebutan bagi individu atau kelompok yang berorientasi pada rakyat, dari kata “Narod” yang artinya rakyat. Sebagai kaum agraris sosialis, Narodnik percaya bahwa Rusia akan mengalami progres kearah sosialis tanpa mengalami sistem kapitalis. Mereka meyakini bahwa petani Rusia adalah sosialis karena alam itu sendiri yang bebas dari perbudakan dan dengan segera akan membangun kehidupan masyarakat sosialis yang bersifat kolektif.
Landasan ide Bolshevik adalah Marxisme-Leninisme seperti: “Shto Delat?” (Apa yang Harus Dilakukan?), “Satu Langkah ke Depan, Dua Langkah ke Belakang”, “Dua Taktik Sosial-Demokrat dalam Revolusi Demokratis”, “Empiriokritisisme dan Historikal Materialisme” dan sebagainya. Kaum Bolshevik berkeyakinan bahwa konflik sosial dan pertentangan yang terjadi di Rusia merupakan hal yang harus terjadi dan revolusi merupakan suatu hal yang mutlak terjadi demi menyelesaikan konflik dan pertentangan tersebut. Serta diyakini pula bahwa pentingnya masa transisi dari kapitalisme menuju sosialisme  dimana diktatur proletariat menjadi syarat wajib bagi masa transisi tersebut.
Bagian dari revolusi pertama di Rusia yang diatur oleh kaum Narodnik disusun pada tahun 1876 yang dikenal dengan Land and Freedom. Pertentangan taktik segera memprovokasi penarikan diri dari organisasi oleh gerombolan teroris yang membentuk Narodnaya Volya (Kehendak Rakyat). Beberapa jenis anarkis ditemukan dalam intelegentsia. Beberapa diantaranya menganut filosofi anarkis damai seperti Peter Kropotkin dan Leo Tolstoy, namun kebanyakan menjadi pengikut Mikhail Bakunin. Anarkisme Bakunin menempati tekanan tinggi dalam destruksi kekerasan daripada institusi yang ada –negara, gereja, keluarga dan kepemilikan pribadi. Barangkali kebanyakan dari aksi revolusioner di Rusia, ia mengangkat kekerasan sebagai instrumen dalam hal pembersihan dan penyelamatan. Tidak ada kompromi. Sistem lama harus dihancurkan dan bukan untuk diperbaharui. Untuk hal ini Bakunin dan murid sekaligus koleganya yakni Sergei Nechaev memberlakukan kontrol yang tinggi, pengorganisasian secara disiplin, serta pendedikasian tunggal bagi destruksi kerja. Konsepsinya mengenai revolusi yang ideal tercantum dalam Catechism of Revolutionarist yang ditulisnya pada musim panas tahun 1869: Revolusi menjadikan manusia sebagai korban juga sebagai tanda pengorbanan. Dia tidak memiliki laba perseorangan, urusan, perasaan, dasi-dasi, properti bahkan namanya sendiri. Ia hanya mengenal satu pengetahuan yakni penghancuran, sebuah destruksi tanpa ampun yang mencakup sosial dan negara:
“The Revolutionist is a doomed man. He has no private interests, no affairs, sentiments, ties, property nor even a name of his own. His entire being is devoured by one purpose, one thought, one passion - the revolution. Heart and soul, not merely by word but by deed, he has severed every link with the social order and with the entire civilized world; with the laws, good manners, conventions, and morality of that world. He is its merciless enemy and continues to inhabit it with only one purpose - to destroy it.

Selayang Pandang Pembentukan USSR dan RSFSR
The Union of Soviet Socialist Republics atau biasa disebut Uni Soviet merupakan bentuk konstitusional yang eksis berada di kawasan Eurasia yang berdiri pada 30 Desember 1922 sampai dengan keruntuhannya pada 1991. Konstitusi pertama Soviet diadopsi dari Kongres Soviet Rusia ke-5 dan diumumkan pada tanggal 10 Juli 1918. Hal inilah cikal bakal terbentuknya Republik Sosial Federasi Soviet Rusia atau RSFSR.
Uni Soviet mempunyai motto “Пролетарии всех стран, соединяйтесь!” (baca: Proletarii vsekh stran, soedinyaytes!) yang artinya para buruh di seluruh dunia, bersatulah. Slogan ini terpatri pada patung pencetus Marxisme yakni Karl Marx di Moskwa. Mereka juga mempunyai lagu kebangsaan yakni The Internationale (1922–1944) dan Hymn of The Soviet Union (1944–1991).
 Pemilihan umum lokal Soviet menyerahkan kekuasaan kepada kongres provinsi Soviet dan kongres-kongres yang merupak anggota seluruh kongres Soviet Rusia. Yang terakhir adalah memilih komite eksekutif yang mengambil keputusan pada waktu jeda antara sesi-sesi kongres dan Wakil Komisaris Rakyat. Pemilihan umum bersifat terbuka dari rahasia dan mereka yang duduk di parlemen menyusun dasar kelas bersama pekerja industri yang khususnya sangat kuat dalam merepresentasikan nilai yang ada. Sebaliknya, kelas non-pekerja keras tidak mendapatkan hak suara.
Menurut Lenin, anggota partai adalah seorang yang menerima programnya dan mendukung secara utuh dalam hal materi dan keikutsertaan pribadi dalam sebuah organisasi. Sedangkan lawannya Martov mengajukan tindakan alternatif, menurutnya anggota Partai Buruh Sosial-Demokrasi Rusia adalah seorang yang menerima programnya dan mendukung secara utuh keikutsertaan materi serta kerjasama yang teratur di bawah kepemimpinan organisasi tersebut.
Akibatnya, Partai Komunis terutama sekali Komite Sentral dan Biro Politik dipimpin oleh Lenin, sejak awal mendominasi aparat negara dan mengendalikan negara. Pada tanggal 30 Desember 1922, USSR menjadi federasi Rusia, Ukraina, Belarusia, dan Transkaukasia. Akhir abad ke-20 tiga Republik Sentral Asia diterima dengan status Uni Republik. Dibandingkan dengan Dinasti Romanov, negara baru kehilangan Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, dan teritori Polandia, seluruhnya telah menjadi merdeka, dan lepas sebelah barat Ukraina dan sebelah barat Belarusia kepada Polandia, Bessarabia kepada Rumania, dan daerah Kars Arkhdan di Transkaukasia kepada Turki serta Jepang yang telah mengevakuasi seluruh semenanjung Siberia pada tahun 1922 dan setengah Pulau Sakhalin pada 1925. Dengan mengesampingkan hal tersebut USSR merupakan negeri yang besar yang pernah mencatatkan namanya dalam lembar sejarah dunia.


Daftar Referensi:

Carr, E.H. The Bolshevik Revolution 1917-1923, vol.1. London: 1950
Fahrurodji,A. Rusia Baru Menuju Demokrasi. Penerbit: Obor. Jakarta. 2005
Hosking, Geofery. History of The Soviet Union
Mc Closky dan Turner. The Soviet Dictatorship
Riasanovsky, Nicholas V. A History of Russia. Second Edition