Ketika kuliah dulu, saya pernah mendapat pertanyaan nyeleneh dari dosen saya Pak Sujai. Beliau bilang: "coba kalian tahu gak, kata apa yang pertama kali diucapkan Adam dan Hawa pas jatuh ke bumi?".
A.
Mungkin ini adalah kata yang pertama kali diucapkan Adam dan Hawa ketika jatuh ke bumi. Namanya juga kemungkinan. Nah alih-alih, bahasa apa yang dipakai mereka berdua? Ini pertanyaan selanjutnya.Konon, Adam jatuh di daerah Sri Lanka tepatnya di Sri Pada (2243 m dpl) dan Hawa jatuh di Jeddah yang dalam bahasa Arab bermakna nenek. Maka tak heran kota Jeddah termasuk kota tertua di dunia. Di kota tersebut terdapat makam Hawa, entah benar atau tidak.
Arafah.
Tempat yang diyakini sebagai pertemuan kembali Adam dan Hawa di dunia. Bahkan tempat ini menjadi salah satu rukun ibadah haji yang terpenting pada tanggal 9 Dzulhijjah sekaligus termasuk tempat-tempat doa dikabulkan. Sungguh luar biasa. Hal ini juga membuktikan teori Pangaea yang menyatakan bahwa bumi merupakan satu bagian utuh dan bersambung. Logis. Karena pada saat itu belum ada lautan seperti sekarang ini sehingga Adam dan Hawa bisa bertemu.
Entah apa juga yang dikatakan Adam dan Hawa waktu bertemu kembali.
Saturday, December 28, 2013
Friday, December 27, 2013
Si Kakek Pelabuhan Ratu
Suatu
hari saya turing rodadua ke Pelabuhan Ratu bersama teman-teman semasa kuliah.
Sampai di sana kami menginap semalam. Keesokan harinya kami menyempatkan diri
berendam di mata air panas Cisolok. Tak jauh dari pantai Pelabuhan Ratu. Ketika
kami sampai di tujuan langsung saja kami berganti pakaian renang. Byur. Kami
berendam air hangat. Di tempat itu ada seorang kakek yang menghampiri kami.
Perawakannya tampak tua namun semangatnya tak kalah dengan kami yang masih
muda. Kami pun berbincang-bincang. Beliau berkata dengan percaya diri:
"Apa kelebihan saya dibanding kalian?"
"Gak tau kek"
"Mau tau jawabannya"?
"Iya, kek"
"Saya ini pernah muda, sedangkan kalian belum pernah tua, betul kan?" Hahahaha.
Tak lama si kakek berkisah soal cinta. Apa hakikat cinta sebenarnya. Menurutnya cinta itu bukan seperti hasrat gejolak kawula muda yang membara, namun cinta yang sesungguhnya baru dapat kita rasakan saat usia lanjut, dimana kita (sebagai lelaki) amat membutuhkan sosok perempuan sebagai teman hidup. Pesan beliau, cobalah kalian yang masih muda ketika nanti tua kelak akan merasakan sendiri hakikat cinta tersebut. Niscaya kalian wahai kaum muda akan buktikan ucapan saya yang pernah muda. Percayalah, ujar si kakek seraya tersenyum.
"Apa kelebihan saya dibanding kalian?"
"Gak tau kek"
"Mau tau jawabannya"?
"Iya, kek"
"Saya ini pernah muda, sedangkan kalian belum pernah tua, betul kan?" Hahahaha.
Tak lama si kakek berkisah soal cinta. Apa hakikat cinta sebenarnya. Menurutnya cinta itu bukan seperti hasrat gejolak kawula muda yang membara, namun cinta yang sesungguhnya baru dapat kita rasakan saat usia lanjut, dimana kita (sebagai lelaki) amat membutuhkan sosok perempuan sebagai teman hidup. Pesan beliau, cobalah kalian yang masih muda ketika nanti tua kelak akan merasakan sendiri hakikat cinta tersebut. Niscaya kalian wahai kaum muda akan buktikan ucapan saya yang pernah muda. Percayalah, ujar si kakek seraya tersenyum.
Thursday, December 26, 2013
Neng di Jogja (bagian 4-tamat)
Hari
ke-4
Rabu, 5 Des 2012
Hari terakhir sebelum si Neng pergi.
Tak ada kuliah hari ini. Niat kami ke pantai lagi-lagi urung karena hujan. Setelah
hujan reda di pagi hari kami bergegas sarapan di warung Lotek Bu Bagyo.
Kemudian langsung bergeser ke utara. Ke mana? Akhirnya kesampaian juga ke
destinasi kami: Borobudur. Saya pun ingat siang hari ini ada janji dengan
dokter gigi langganan saya yang sempat bikin si Neng cemburu, begitu
pengakuannya. Namanya Lea. Mbak Lea, saya memanggilnya.
Akhirnya kami ke Borobudur hingga
siang hari menjelang. Setelah itu langsung tancap gas menemui si dokter gigi.
Ternyata saya cuma diperiksa saja tak ada penanganan apa-apa. Kami kemudian
pamit. Si Neng beres-beres barang yang akan dibawa pulang, saya membantunya.
Kemudian kami mencari makan. Setelah itu saya antar dia pulang ke Stasiun
Lempuyangan. Hujan rintik mengiringi langkah saya melepas kepergiannya. Entah
kenapa tanpa sadar ada air mata yang jatuh. Ah, perpisahan memang selalu haru.
Sayonara.
![]() |
Si Neng depan KA Gajah Wong |
Neng di Jogja (bagian 3)
Hari ke-3.
Selasa 4 Des 2012
Si Neng bangun pagi. Saya juga. Rencananya hari ini mau ke pantai tapi tidak jadi karena alasan rute yang terlampau jauh. Alhasil si Neng mau menepati janjinya. Apa itu? Beres-beres kamar saya. Langsung saja ketika peralatan sudah siap, saya pun ‘diusir’ sejenak keluar kamar sampai selesai dan hasilnya bikin saya takjub. Baru kali ini setelah sekian lama, kamar saya yang semrawut ada yang merapikannya. Luar biasa. Terimakasih, kata saya ke dia.Kemudian kami bersiap menuju warung untuk sarapan. Lanjut ke kampus. Kuliah tidak terlalu banyak, cuma dua. Namun saya mesti presentasi di dua jadwal tersebut. Si Neng semalam yang bantu saya bikin tugas kuliah. Setelah kuliah yang melelahkan kami langsung tancap gas ambil laundry sekalian makan siang. Kemudian langsung menuju ke utara. Kemana? Borobudur, tujuannya. Namun apa daya ketika baru sampai Ring Road utara hujan semakin deras. Kami berteduh di rumah warga. Di tengah hujan deras kami sempat berkelahi, sedikit tapi tak lama kemudian selesai seiring hujan reda.
Setelah itu kami berkeliling kota Jogja hingga senja terbenam. Di tengah jalan si Neng ngidam susu sapi Kalimilk, ya akhirnya kami singgah di Kalimilk Kaliurang. Setelah itu lanjut cari makan malam ditemani hujan rintik yang tak kunjung reda. Tak apalah kata kami. Lanjut ke Pizza Hut Plasa Ambarukmo. Sempat terjadi perselisihan di antara kami namun lagi-lagi berujung tawa. Setelah itu kami bergeser kembali ke peraduan masing-masing. Tak lupa ambil laundry. Selesai. Malam yang indah.
Friday, December 20, 2013
Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan
Apa itu ilmu?
Ilmu menurut harfiah berarti mengetahui, lawannya adalah kebodohan. Adapun ilmu menurut istilah yang didefinisikan oleh ulama yakni pengetahuan tentang sesuatu hal yang benar sesuai apa adanya dengan sebenar-benarnya. Ulama telah sepakat mengenai definisi ilmu yang dimaksud yakni ilmu agama yang dengannya seseorang mampu membedakan yang haq dan yang batil, halal dan haram dan lain sebagainya. Islam adalah agama yang memulai dengan ilmu sebagaimana wahyu pertama dari Allah yang turun kepada Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wasallam melalui perantara malaikat Jibril 'alaihissalam di gua Hira. Jibril berkata "bacalah!", namun Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wasallam yang buta huruf menjawab "saya tidak mampu membaca", lalu Jibril mengulang hingga tiga kali hingga turun ayat:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [Al 'Alaq: 1-5]
Tidak ada agama di dunia ini yang memulai ajarannya dengan ilmu kecuali Islam. Saking tingginya kedudukan ilmu di dalam Islam, hingga Imam Al Bukhari menulis di kitab Sahih Bukhari satu bab khusus mengenai ilmu yakni "al ilmu qabla al qaul wa al 'amal' (ilmu sebelum perkataan dan perbuatan). Dengan ilmu inilah merupakan sebab seseorang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
Dan tingkatan ilmu yang paling tinggi yakni ilmu tauhid karena di dalamnya pengesaan Allah dalam segenap penciptaan alam semesta-Nya, kehendak-Nya, dan nama-nama-Nya (asma' wa shifat). Ilmu tauhid menjadi pembeda seorang muslim dari pemeluk agama lain.
Adapun perkataan dan perbuatan (qaul wa 'amal) merupakan buah dari ilmu. Secara logis pun dapat diterima akal sehat, jika seorang manusia waras bagaimana ia berkata dan berbuat di dalam agama ini tanpa ilmu? Pastilah ia akan tersesat dan bahkan menyesatkan
Ilmu menurut harfiah berarti mengetahui, lawannya adalah kebodohan. Adapun ilmu menurut istilah yang didefinisikan oleh ulama yakni pengetahuan tentang sesuatu hal yang benar sesuai apa adanya dengan sebenar-benarnya. Ulama telah sepakat mengenai definisi ilmu yang dimaksud yakni ilmu agama yang dengannya seseorang mampu membedakan yang haq dan yang batil, halal dan haram dan lain sebagainya. Islam adalah agama yang memulai dengan ilmu sebagaimana wahyu pertama dari Allah yang turun kepada Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wasallam melalui perantara malaikat Jibril 'alaihissalam di gua Hira. Jibril berkata "bacalah!", namun Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wasallam yang buta huruf menjawab "saya tidak mampu membaca", lalu Jibril mengulang hingga tiga kali hingga turun ayat:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [Al 'Alaq: 1-5]
Tidak ada agama di dunia ini yang memulai ajarannya dengan ilmu kecuali Islam. Saking tingginya kedudukan ilmu di dalam Islam, hingga Imam Al Bukhari menulis di kitab Sahih Bukhari satu bab khusus mengenai ilmu yakni "al ilmu qabla al qaul wa al 'amal' (ilmu sebelum perkataan dan perbuatan). Dengan ilmu inilah merupakan sebab seseorang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَبْـتَغِي فِيْهِ عِلْمًا
سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ، وَإِنَّ
الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا
بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي
السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ .
Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu
maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat
membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha
atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu
benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh
ikan-ikan yang berada di dalam air.” [Hadits shahih, diriwayatkan
oleh Abu Dawud (no. 3641), Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223),
Ahmad (V/196), Ad-Darimi (I/98), Ibnu Hibban (88 – Al-Ihsan dan 80 – Al-Mawarid), Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/275-276, no. 129), Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (I/174 ,no. 173), dan Ath-Thahawi dalam Musykilul Atsar (I/429), dari Abud Darda’ radhiyallahu’anhu]Dan tingkatan ilmu yang paling tinggi yakni ilmu tauhid karena di dalamnya pengesaan Allah dalam segenap penciptaan alam semesta-Nya, kehendak-Nya, dan nama-nama-Nya (asma' wa shifat). Ilmu tauhid menjadi pembeda seorang muslim dari pemeluk agama lain.
Adapun perkataan dan perbuatan (qaul wa 'amal) merupakan buah dari ilmu. Secara logis pun dapat diterima akal sehat, jika seorang manusia waras bagaimana ia berkata dan berbuat di dalam agama ini tanpa ilmu? Pastilah ia akan tersesat dan bahkan menyesatkan
Wednesday, December 18, 2013
Priper
“Kalau saya sih lebih prepare
nganu dibanding nganu”.
Entah apa yang ada di benak orang yang mengucap kalimat tersebut. Pernyataan
tersebut terlontar di salah satu televisi swasta ketika menayangkan opini
masyarakat mengenai calon presiden dan legislatif yang akan dipilih pada pemilu
2014. Niat hati ingin menginggris ria malah jadi ngawur. Kalau dirunut kepada
niat si penutur sebenarnya dia ingin mengucapkan “saya lebih cenderung kepada
nganu dibanding anu”, namun karena kelakuan sok nyinyir jadinya diucapkan saya
lebih prepare yang diucapkan
“priper”; yang seharusnya prefer.
Prepare bermakna persiapan, sedangkan prefer
bermakna cenderung. Masa iya si penutur lebih siap nganu dibanding anu,
padahal dia ditanya soal pemilu ingin memilih capres mana dari partai mana
dengan alasan apa. Jelas terlihat di masyarakat sendiri penggunaan bahasa
Indonesia kini sudah benar-benar disumpahi sumpah pemuda alias tidak jelas
juntrungannya. Padahal semestinya di jaman yang semakin canggih ini orang
semakin mudah mengakses ilmu pengetahuan termasuk wawasan akan kebangsaan
sendiri. Sungguh memalukan, apa sulitnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan indah ketimbang sok nginggris tak karu-karuan, yang malah jadinya
memperlihatkan kedunguan berbahasa di layar kaca. Miris.
Tuesday, December 17, 2013
Peter Agung (Peter Alekseyevich Romanov) (1672-1725)
Masa Kecil Peter Agung
Peter Agung adalah anak ke-14 dari Aleksei Mikhailovich. Dia juga
merupakan cucu dari Tsar Mikhail Romanov yang dipilih jadi Tsar pada tahun
1613. Lahir di Moskow pada tanggal 30
Mei 1672 dari perkawinan keduanya dengan Natalya Kirilovna Naryshkina yang
berdarah Tartar sehingga Peter banyak mewarisi gen keturunan dari ibunya.
Ketika itu Tsar telah berusia 42 tahun dan telah mempunyai 2 anak laki-laki
serta 6 anak perempuan dari pernikahannya yang pertama. Anak yang pertama
mengalami kesehatan yang buruk Aleksei Mikhailovich menikah dengan Natalya
Kirilovna Naryshkina yang kala itu masih berusia muda pasca kematian istri
pertamanya yang bernama Maria Miloslavkaya. Peter diklaim jadi tsar pada usia
10 tahun serta ibunya menjadi regent tepatnya pada tahun 1682 oleh kaum Boyar
Duma dan ia memimpin Rusia bersama saudaranya Ivan V di bawah kekuasaan saudara
tirinya Sofia.
Kehidupan serta Westernisasi Peter Agung
Pada tahun 1682 terjadi pemberintakan Streltsy yang mengakibatkan banyak
dari kawan Peter Agung yang terbunuh. Pemberontakan Streltsy berlangsung pada
bulan April-Mei 1682 yang dipimpin oleh saudara tiri Peter Agung yaitu Sofia
Alekseyevna, hingga pemberontakan tersebut berhasil dipadamkannya setelah
kembalinya ia dari Eropa untuk belajar ilmu perkapalan. Beberapa orang yag
dieksekusi sebagian kecil dieksekusi langsung melalui tangan Peter Agung.
.
Pada tahun 1689, Sofia
diturunkan karena kemunduran pemerintahan. Ditambah lagi pada tahun 1696 Tsar
Ivan V meninggal sehingga Peter Agung adalah pengganti yang kuat untuk memimpin
pemerintahan Rusia pada saat itu. Peter melakukan reformasi besar-besaran di
segala bidang dan membuka wajah Rusia kepada Eropa. Ia merekrut
insinyur-insinyur, ahli perkapalan, arsitek, serta pengrajin terbaik Eropa
untuk datang ke Rusia. Sebanyak ratusan orang Rusia dikirimnya ke Eropa untuk
mendapatkan pendidikan terbaik dalam bidang seni serta teknik perkapalan.
Peter Agung menikah dengan Eudoxia
Lopukhina pada tahun 1689. Darinya Peter memeroleh tiga orang anak, namun hanya
satu yakni Tsaritsa Alekseyevich yang selamat pada masa kecilnya. Pernikahannya
tersebut diwarnai ketidakberesan sehingga setelah 10 tahun Peter akhirnya
menceraikan istrinya yang kemudian menjadi biarawati yang memang tidak
diperbolehkan untuk menikah. Peter juga sempat menikah secara rahasia dengan
wanita bernama Martha Skavronskaya yang mengganti namanya menjadi Katarina pada
tahun 1707.
Salah satu misi Peter Agung adalah menguasai akses dan perdagangan Laut
Baltik. Pada tahun 1700 ia memulai Perang Utara dengan musuh terbesar Rusia
saat itu yakni Swedia, yang mana berlangsung hingga 21 tahun. Pada saat perang
berlangsung kota
St.Petersburg ditemukan tepatnya pada tahun 1703 di delta Sungai Neva. Akhirnya
Rusia menang dalam Perang Utara dan menguasai Laut Baltik serta mendapatkan
akses menuju Eropa dan kota St.Petersburg menjadi kota pelabuhan penting. St.Petersburg
berarti kota Peter, yang dalam hal ini Peter terpengaruh oleh bahasa Jerman
dengan mencantumkan kata Burg di belakang namanya sendiri.
Pada tahun 1712 Peter Agung memindahkan ibukota Rusia yang semula berada
di Moskow ke kota St.Petersburg dan melanjutkan perhatiannya kepada pembangunan
“surga Eropa” baginya. Hal ini dimaksudkan agar Rusia dapat leluasa mengadakan
akses dengan Eropa serta dunia karena letak St.Petersburg lebih lekat ke
Eropa dibandingkan dengan Moskow yang
berada jauh di pedalaman Rusia. Alasan lain adalah agar Rusia lebih mudah
mengalahkan Swedia dalam Perang Utara karena ketika itu Swedia di bawah
pemerintahan Charles II merupakan ancaman terbesar Eropa pada saat itu. Ketika
Perang Utara berakhir pada tahun 1721, Rusia mendeklarasikan diri sebagai
kemaharajaan dan Peter Agung mengklaim dirinya sendiri sebagai emperor yang
pertama. Oleh karena itu Peter melakukan reformasi besar-besaran terutama di
bidang politik dan ekonomi. Ia kembali menyusun pemerintahan senat sebagai
institusi pemerintahan tertinggi dan 10 menteri yang disebut kolegii. Peter memperkenalkan pajak baru
kepada semua orang terkecuali kepada clergy yang menambah devisa negara cukup
signifikan. Hingga akhirnya ia pula yang menjadi inspirasi bagi terbentuknya
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia pada tahun 1725 beberapa selang waktu setelah
kematiannya. “Tsar pembaharu” adalah julukan baginya karena relah mengubah
tatanan pemerintahan Rusia yang konservatif ke arah yang lebih maju dengan
membuka diri kepada Eropa serta memperbaharui angkatan bersenjata Rusia dan
angkatan laut Rusia disamping ia sendiri adalah seorang pencoba di dalam bidang
kelautan tersebut. Ia juga mereformasi penampilan rakyatnya hingga melakukan
pemotongan jenggot secara paksa dan mengganti pakaian yang selama ini dipakai
oleh rakyat Rusia., serta mereformasi huruf alfabet Rusia menjadi lebih
sederhana. Ia juga mengganti penanggalan kalender Julian yang selama ini
dipakai.
Kepribadian Peter Agung menimbulkan banyak pertanyaan selama hampir tiga
abad. Dia merupakan laki-laki yang besar dan kuat dengan tinggi 204 cm. Ia
tumbuh sebagai seorang laki-laki raksasa. Kedua tangan dan kakinya dapat
dibilang kecil, namun kedua bahunya sangat proporsional dengan tinggi badannya,
namun kepalanya juga tidak besar untuk tubuhnya.. Ia merupakan ahli di bidang
angkatan bersenjata dan angkatan laut. Ia juga ahli di bidang teknik perkapalan
karena ia pernah belajar di Eropa tepatnya di Zaandam dan di Amsterdam bersama
mayor Nicholas Witsen mengenai teknik
pembuatan kapal dengan menyamar sebgai rakyat jelata. Hal inilah yang sampai
saat ini menjadi pembicaraan dimana seorang tsar penguasa yang besar rela
menyamar menjadi seorang rakyat jelata demi meraih ilmu tentang bagaimana
membangun armada laut serta kapal yang kuat. Di Inggris ia menjumpai Raja
William II, mengunjungi kota Greenwich, Oxford dan menyaksikan Fleet Review, Royal
Navy di Deptford. Ia juga mengunjungi kota Leipzig, Dresden dan Wina, bertemu
August Perkasa dan Leopold I, Penguasa Roma Suci. Ia tidak sempat ke Venezia
karena keburu ada pemberontakan Streltsy sehinga ia harus kembali secepatnya ke
Rusia dari Inggris untuk memadamkan sekitar 1200 orang yang dieksekusi melalui
tangannya sendiri beberapa diantaranya. Hingga akhirnya saudara tirinya Sofia
menjadi biarawati layaknya istrinya.
Akhir Hidup Peter Agung
Pada tahun 1723 Peter Agung mengalami penurunan kesehatan terutama
penyakit di sekitar daerah urine yang dialaminya. Pada musim panas tahun 1724
tim dokter Peter Agung melakukan operasi pada bagian urine tersebut. Peter
terus menerus berada di atas tempat tidurnya bahkan hingga musim gugur. Pada
awal Januari 1725 Peter terserang penyakit uremia. Peter Agung wafat pada 28
Januari 1725 ketika ia berusia 52 tahun 7 bulan. Banyak reaksi rakyat yang
terjadi ketika kematiannya.
Sumber Rujukan :
Fahrurodji,A. Rusia Baru Menuju Demokrasi, Penerbit: Obor. Jakarta: 2004
Massie, Robert K. Peter The Great: His Life
Vernadsky, George. A History of Russia
Subscribe to:
Posts (Atom)