Showing posts with label communication. Show all posts
Showing posts with label communication. Show all posts

Monday, November 8, 2021

Gejala Alay Menurut Teori Spiral Keheningan

 oleh John Koplo

Teori Spiral Keheningan [The Spiral of Silence] yang dikemukakan oleh Elizabeth Noelle Neumann berisi tentang individu yang memiliki berbagai isu sosial namun takut terisolasi dalam mengungkapkan isu tersebut kepada khalayak, sehingga individu mencari dukungan untuk menyalurkan opini terhadap isu tersebut melalui media diantara lain media massa. Kajian Noelle-Neumann ini menitikberatkan peran opini dalam interaksi sosial. Sebagaimana kita ketahui, opini publik sebagai sebuah isu kotroversial akan berkembang pesat manakala dikemukakan lewat media massa. Ini berarti opini publik orang-orang juga dibentuk, disusun, dikurangi oleh peran media massa. Jadi ada kaitan erat antara opini dengan media massa. Opini yang berkembang dalam kelompok mayoritas dan kecenderungan seseorang untuk diam (sebagai basis dasar teori spiral kesunyian) karena dia barasal dari kelompok minoritas juga bisa dipengaruhi oleh isu-isu dari media massa.

    Noelle-Newman (1984) menyatakan bahwa kekuatan media massa diperoleh dari: (1) kehadirannya di mana-mana (ubiquity); (2) pengulangan pesan yang sama dalam suatu waktu (kumulasi); dan (3) konsensus (konsonan) tentang nilai-nilai kiri di antara mereka yang bekerja dalam media massa, yang kemudian direfleksikan dalam isi media massa. Bukti-bukti yang diungkapkan oleh Noelle-Newmann (1980, 1981) diperoleh dari Jerman Barat, meskipun ia menyatakan bahwa “konsonan” itu iuga berlaku bagi demokrasi parlementer Barat dan sistem media yang dikontrol pemerintah. Tidaklah jelas apakah ia juga akan memperluas teorinya agar mencakup negara-negara yang sedang berkembang.

     Gejala Alay merupakan gejala yang timbul akibat penggunaan bahasa yang diputarbalikkan sedemikian rupa secara ungkapan dan tulisan. Gejala ini timbul notabene pada anak muda yang mencari identitas jatidirinya. Alay terjadi pada gaya berpakaian, musik dan cara berkomunikasi. Awal mula gejala alay timbul sejak penggunaan jaringan sosial pada internet seperti Friendster yang memungkinkan untuk mengunggah foto serta tulisan. Ajang ini dimanfaatkan oleh anak alay untuk mengekspresikan diri mereka, bahwa mereka pun dapat menjadi eksis di dunia maya pun di dunia nyata.

    Kamus besar bahasa Indonesia belum mencantumkan kata alay. Sumber secara pasti tidak ada namun gejala ini muncul secara empirik pada masyarakat kita. Mengutip dari wikipedia.com inilah definisi alay:

“Alay (or 4L4Y, Anak Layangan or Anak Lebay) is a pop culture phenomenon in Indonesia. It is a stereotype describing something “tacky” and “cheesy” (norak or kampungan, in Indonesian). The Alay culture phenomena spans over a wide array of styles in music, dress, and messaging. It has often been compared to that of the Jejemon phenomenon originating from the Philippines. Although, the former emerged much later and the latter was even admired in the west.[1]”

 Ternyata gejala alay tidak hanya terjadi pada bangsa Indonesia. Budaya Inggris pun mencatat istilah yang serupa dengan alay yakni disebut dengan ‘leet. Adapun gejala leet terjadi kebanyakan pada dunia maya seperti internet. Hal ini diungkapkan oleh wikipedia.com:

Leet (or "1337"), also known as eleet or leetspeak, is an alternative alphabet for the English language that is used primarily on the Internet. It uses various combinations of ASCII characters to replace Latinate letters. For example, leet spellings of the word leet include 1337 and l33t; eleet may be spelled 31337 or 3l33t.[2] 

Gejala alay juga muncul di Filipina yang disebut dengan Jejemon yang dinilai oleh orang Filipina yang notabene berbahasa Tagalog telah menumbangkan makna semantik bahasa Inggris. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di masyarakat kita. Alay seakan seperti sebuah fenomena sosial yang memiliki implikasi yang signifikan di masyarakat. Betapa tidak, bahkan sampai ada kamus bahasa alay serta seminar-seminar yang membahas bahasa alay di beberapa kampus di Indonesia. Hal yang cukup menyita perhatian pengguna internet khususnya yaitu ketika muncul alay generator yakni kamus untuk mengartikan serta memproduksi bahasa alay. 

Gejala alay seakan menjadi momok tersendiri bagi perkembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan [EYD]. Para pakar bahasa sempat membahas tentang gejala alay yang merebak ke dalam dunia akademis. Hal ini dinilai membawa efek negatif bagi kemampuan penulisan akademik. Sedikit banyak ada implikasi dari gejala alay terutama yang menyangkut dunia akademis karena bahasa yang baku menjadi tidak karu-karuan secara makna.

 Opini masyarakat mengenai hal ini terpecah menjadi dua golongan yakni golongan mayoritas dan minoritas. Golongan mayoritas diwakili oleh kaum berusia di atas usia anak muda dalam usia produktif. Golongan minoritas diwakili oleh anak muda dan juga oleh pengguna bahasa alay. Banyak pihak seakan mendiamkan hal ini, walaupun sejatinya ingin berkomentar akan gejala yang mengubah sikap anak muda terhadap bahasa Indonesia secara ungkapan maupun tulisan. Setidaknya dalam momen sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, bahasa alay kerap kali mendapat perhatian dari pemerhati bahasa.

 Teori spiral keheningan Neumann berlaku pada gejala alay karena adanya pengulangan dalam hal penggunaan bahasa serta hal ini terjadi dimana-mana dalam lingkup negara Indonesia, juga gejala ini terakomodasi melalu media seperti media internet. Efek komunikasi yang dihasilkan dari gejala ini cukup signifikan dalam kaitannya dengan proses komunikasi. Terkadang terdapat alih kode yang tidak sempurna ketika pengguna bahasa alay berkomunikasi dengan yang bukan dan yang tidak paham dengan kode mereka. Hal ini menjadi poin dalam hambatan komunikasi. Gejala macam ini diakuisisi oleh berbagai media terutama media jaringan sosial dimana memungkinkan untuk terjadinya interaksi pertukaran teks secara bebas. Hal ini menjadi tanda proses komunikasi yang termaknai oleh gambar dan aksara yang disimbolkan lewat alayisme.



[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Alay

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Leet

Sibersex dalam Media Sosial: Uses and Gratification

oleh John Koplo

Tak dapat dipungkiri fungsi media sebagai wahana pemuasan diri. Hal ini banyak terjadi setelah maraknya penggunaan internet dalam era baru telekomunikasi. Kemudahan dalam akses untuk mengolah data berikut dengan mencari, memilih, mengirim, menerima, menyimpan, serta mengulang kembali informasi lama dari suatu hal yang bersifat multimedia menjadikan dunia maya digital seperti digdaya dalam hal menembus spasialisasi ruang dan waktu. Fungsi baru dalam era baru komunikasi ini disebut dengan kekayaan media yaitu perluasan yang difasilitasi oleh media yang dapat menjembatani dari sudut pandang yang berbeda, mengurangi ambiguitas, menyediakan lebih banyak petunjuk, meliputi banyak indera dan bersifat lebih personal.[1]

Robert Dahl mengemukakan teori bahwa sistem demokrasi memberikan jaminan kebebasan yang tidak tertandingi oleh sistem politik mana pun[2]. Hal ini disalahgunakan makna oleh beberapa pihak penggiat media khususnya pengguna media jaringan sosial (social media). Pengguna media jaringan sosial cenderung merasa bebas dalam setiap tindakan penggunaan media baru. Secara instrumental, demokrasi mendorong kebebasan dengan tiga cara yakni[3]:  pertama, pemilu yang bebas dan adil, kedua, demokrasi memaksimalkan peluang untuk mengatur diri sendiri (self-determination), ketiga, demokrasi mendorong otonomi moral, yakni kemampuan negara untuk melakukan pilihan-pilhan normatif, dan karenanya pada tingkat yang radikal, demokrasi mendorong adanya kemampuan untuk memerintah diri sendiri (self-governing). Dalam hal ini kebebasan media merupakan hak dasar bagi setiap warga demi mengemukakan pendapat (freedom of expression) dan hak untuk mendapatkan informasi (public right to know).

 Media pencari informasi meliputi kategori yang luas, tetapi internet atau world wide web adalah contoh paling signifikan. Internet dapat dilihat sebagai perpustakaan dan sumber data yang ukurannya sangat besar, sangat sering diperbaharui, dan mudah diakses[4]. Perkembangan media jaringan sosial mulai terbentuk sejak adanya fasilitas obrolan melalui MIRC dan Yahoo! Messenger. Kedua jaringan sosial ini dianggap ampuh dan menjadi tren pada awal kemunculannya menjelang awal millennium ketiga. Pada perkembangannya muncul jejaring sosial yang menghubungkan orang per orang yang bernama Friendster, kemudian disusul oleh Facebook. Kedua media jejaring sosial tersebur mampu mengunggah foto dan video dengan cepat sehingga memudahkan bagi pengguna untuk saling mengenal satu sama lain dalam dunia maya. Dalam perkembangannya Friendster mengalami kemunduran sehingga tergantikan oleh Facebook.

 Diawali dengan penggunaan Yahoo! Messenger yang memuat fasilitas Yahoo! Intai yang dapat memberikan fasilitas obrolan langsung via video streaming berbasis kamera. Pengguna dapat mudah terhubung dengan pengguna lain yang sedang online dan dapat berinteraksi dengan mudah tanpa terhalang oleh ruang dan waktu. Kemudian tren ini meredup seiring dengan diblokirnya fasilitas Yahoo! Intai oleh pihak Yahoo! dan mulailah tren Facebook merajalela. Dalam hal ini Facebook menjadi sorotan karena efeknya besar bagi penggunanya. Sebenarnya banyak fungsi yang bermanfaat dari Facebook karena mampu menghubungkan orang-orang yang kita kenal di masa lalu, hal ini dimungkinkan karena mesin pencari Facebook menggunakan teknologi yang canggih sehingga memudahkan dalam pengoperasiannya. Efek inilah yang terjadi pada seluruh lapisan pengguna internet bagi semua kalangan, bahkan artis sekalipun ataupun pejabat banyak menggunakan Facebook untuk kepentingan personal. Di samping itu tak dapat dipungkiri banyak sisi negatif dari penggunaan Facebook. Banyak kasus penyalahgunaan fungsi media ini kerap kali muncul dalam berita di media massa.



[1] McQuail, Dennis. McQuail’s Mass Communication Theory. 5th edition. London: Sage Publications. p. 143

[2] Diamond, Larry. Developing Democracy: Toward Consolidation. (Yogyakarta: IRE Press, 2003) hal. 3

[3] Ibid. hal 3—4

[4] Adiputra, Wisnu Martha. Literasi Media dan Interpretasi atas Bencana. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 11 no. 3 tahun 2008.

Wednesday, October 20, 2021

Mistis, Kekerasan, Cabul: Tema Terlaris dalam Tayangan Televisi Indonesia

 

  RM Kencrotnikmatjiwa

Sejak dibebaskannya televisi swasta pada era reformasi, muncul berbagai televisi swasta dengan berbagai program yang ditawarkan. Salah satu tema yang kerap kali muncul adalah mistis, kekerasan dan cabul. Entah mengapa tiga tema ini paling laris mewarnai perjalanan televisi swasta. Dalam kata lain mendapatkan rating tertinggi dalam dunia pertelevisian nasional. Televisi swasta kian berlomba-lomba menghalalkan segala cara dalam ranah industri pertelevisian nasional, sehingga terkesan memaknai kebebasan pers dan media sebagai kebablasan yang sah-sah saja.

Tema mistis dimulai pada awal millennium. Tercatat stasiun pertama yang menayangkan yakni Rajawali Citra Televisi Indonesia atau disingkat RCTI dengan program seperti Jin dan Jun, Tuyul dan Mbak Yul, serta KISMIS [Kisah-kisah Misteri]. Namun diantara ketiga tayangan tersebut yang terbanyak merebut hati pemirsa yakni KISMIS. Dalam program tersebut ditayangkan berupa rekonstruksi mistis dari sebuah peristiwa yang dihadirkan pula saksi mata sebagai tokoh utama yang diwawancara oleh sang pembawa acara. Spontan dalam waktu relatif singkat, tayangan ini mengambilalih hati pemirsa setia RCTI. Hampir sebagian besar anak muda pada waktu itu menjadi seperti keranjingan selalu menantikan kelanjutan tayangan ini.

 Hal yang demikian saya alami sendiri ketika itu dan menjadi korban tayangan yang menjadi perintis tayangan mistis di Indonesia. Dalam tayangan tersebut dihadirkan sebuah kronologis mistis lengkap berikut reka ulang adegan. Hal ini yang menjadikan pesan komunikatif dari sebuah tayangan cepat dicerna oleh pemirsa, terlebih kepada yang haus akan hiburan. Faktor berikutnya yang membuat tayangan ini laris manis bak kacang goring yakni waktu penayangan pada malam Jum’at yang dalam kepercayaan lokal merupakan waktu yang disakralkan. Tema mistis seperti ini berdampak langsung dalam kehidupan nyata. Pada salah satu episode yang berjudul Hantu Pondok Indah ditampilkan sosok rumah tak berpenghuni yang konon katanya dihuni berbagai macam makhluk astral tersebut kerap kali dijadikan ajang bagi peziarah dari berbagai daerah yang penasaran akan rumah tersebut. Hal ini merugikan karena membuat jalan menjadi macet.

Adapun tema kekerasan kerap kali tampil dalam kemasan sinema elektronik [sinetron]. Berbagai sinetron dengan berbagai judul kerap kali muncul dengan tema klasik yakni percintaan yang dibalut dalam bumbu kemewahan beserta kekerasan. Hampir tak ada sinetron yang memberikan edukasi pada masyarakat Indonesia. Isi dalam sinetron yang dibuat sengaja bertele-tele menjadikan pemirsanya larut dalam alur cerita yang sejatinya hanyalah rekaan semata. Ditambah lagi kekerasan terhadap anak di bawah umur. Hal ini menjadikan televisi lokal seakan mendukung dan melengkapi daftar tayangan yang bersifat destruktif bagi generasi penerus bangsa.

       Tema cabul yang dihadirkan televisi swasta lokal kerap kali mengundang perhatian. Betapa tidak, wanita seakan menjadi objek pelecehan seksual menggunakan cara yang halus. Format acara biasanya dibalut dengan unsur komedi hingga seakan-akan pemikiran pemirsa digiring untuk sepakat bahwa acara yang disajikan semata-mata hanyalah bersifat hiburan ala lawak. Ditambah lagi dengan beberapa tayangan yang jelas-jelas mengekspos keberadaan kaum Hawa. Misalnya tayangan Televisi Pendidikan Indonesia [TPI] yang kerap kali menampilkan wanita berlenggak-lenggok memamerkan aurat dengan alibi musik dangdut sebagai jargon musik nasional. Hal yang perlu digarisbawahi adalah dimana letak TPI sebagai televisi yang mampu memberi edukasi demi kemajuan bangsa. Apakah maksud dari penamaan kata “pendidikan”?.

Hal-hal yang telah disebutkan di atas menimbulkan tanda tanya bagi eksistensi pemerintah dalam membuat kebijakan penyiaran. Masih adakah tayangan yang menyajikan pendidikan bagi seluruh usia terutama generasi penerus bangsa ini. Di tengah gaung UU Pornografi dan Pornoaksi, dimanakah implikasinya bagi kehidupan bangsa ini?. Saya pribadi begitu prihatin dengan kondisi sekarang ini, seakan ini merupakan permainan kaum elit yang mengendalikan media demi mengejar target pemasaran dan berlomba-lomba meraih simpati masyarakat dengan tayangan yang sejatinya tak bermakna.

Adakah sanksi tegas dan menyeluruh bagi pelaku media khususnya dalam penyiaran publik bidang elektronik?. Seakan hukum dan perundangan yang dibuat hanya sebatas peraturan belaka tanpa implementasi lebih lanjut. Tidak ada marka yang jelas mengatur keberadaan tayangan yang bersifat destruktif tersebut. Seperti yang terlihat dalam kenyataan, hukum penyiaran nampaknya dibuat hanya sebagai formalitas belaka, dibuat untuk dilanggar kemudian hari. Tugas kita semua untuk membenahi masalah ini demi kemajuan generasi penerus bangsa.


Tuesday, July 28, 2020

Bajaj Bajuri dan Kekonyolan Kita


Bajaj Bajuri merupakan satu dari segelintir sinetron komedi yang pernah tayang di negara ini dan mendapat tempat di hati pemirsanya. Kekuatan narasi, konflik cerita dan dialog yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari menjadikan sinetron komedi ini menjadi primadona di awal kemunculan stasiun Trans TV di awal medio tahun 2000-an. Tema sentral kehidupan sederhana ala Betawi sehari-hari yang mengambil fokus tukang bajaj berpenghasilan pas-pasan di Jakarta direpresentasikan dengan apik dan unik oleh Bajaj Bajuri. Konflik demi konflik yang ditampilkan serta alur cerita yang menarik dan dialog ringan jenaka sehingga sukses mengambil hati dan emosi pemirsa televisi kala itu. Saya ingat ketika itu makan malam saya selalu nikmat dan kurang lengkap jika tidak sambil menonton Bajaj Bajuri.

Ahmad Bajuri sang tokoh utama merupakan karakter penuh kekuatan yang merepresentasikan seorang laki-laki berperawakan perut buncit yang hidupnya penuh kemujuran, kerja keras, dan tanggungjawab. Awalnya seorang Bajuri bekerja di pabrik sepatu, kemudian seiring waktu berjalan di kemudian hari sang mertua perempuan Emak, jatuh hati karena penampilan Bajuri yang sangat necis jauh dari kesan kumuh dan miskin. Alhasil Bajuri berhasil menikah dengan Oneng, karakter yang sangat polos dan unik melalui perantara Mak Comblang yaitu karakter Yusuf bin Sanusi alias Ucup Anak Pak Uci, tokoh yang selalu mendapat peran sial dan terintimidasi.

Penokohan karakter sinetron komedi Bajaj Bajuri memang menggunakan curah pendapat (brainstorming) yang tinggi. Penokohan ego gaya rantai makanan dalam cerita film komedi selalu menjadikan konflik receh yang dikemas menarik dan memiliki ciri khas tersendiri. Oneng sang istri selalu patuh pada Bajuri sebagai suami. Bajuri selalu diintimidasi oleh sosok Emak, sang mertua yang tidak pernah kenal kata kalah dalam hal apapun yang memiliki egoisme tingkat dewa. Emak hanya bisa dikalahkan oleh sosok Mpok Hindun, wanita pesolek yang hobi gosip dan menanam pohon di dalam pot depan rumahnya, yang punya suami Mas Yanto seorang supir truk antar kota antar propinsi yang doyan dangdutan dan kencan dengan perempuan lain. 

Kekuatan peran pendukung sinetron komedi ini juga menarik untuk dibahas. Ucup sebagai laki-laki pengangguran yang selalu punya sejuta kaos klub bola selalu mendapat peran sial. Usahanya untuk pendekatan cinta kepada perempuan nyaris selalu gagal, hingga akhirnya Ucup menikahi Parti perempuan asal desa yang sederhana menerima cinta Ucup. Mirip dengan nasib sejawatnya Said, laki-laki pengangguran keturunan Arab yang punya sejuta paman yang berprofesi beragam. Penokohan Said untuk menjadi rival utama Ucup namun agak sedikit antitesis dalam soal nasib yang lebih mujur dan oportunis. Ucup dan Said menjadi representasi anak muda jaman kini yang sibuk berpetualang mencari cinta yang tak kunjung tiba. Jangan lupakan juga tokoh pembantu seperti Mpok Minah janda penakut yang selalu mengobral kata ‘maaf’ sebelum kalimatnya, Pak RT yang selalu oportunis, dan Pak Haji Nasir pemilik kontrakan yang kaya raya sebagai representasi putra Betawi sukses.

Bajaj Bajuri dengan segenap karakter lakon yang dimilikinya sejatinya merepresentasikan kekonyolan kita akan kehidupan sehari-hari. Mungkin di antara kita masih ada Bajuri yang kerap berkonflik dengan mertua, atau Oneng yang selalu bikin jengkel akibat sifatnya yang teramat polos. Banyak di antara kita yang mungkin menjadi Emak yang tidak mau kalah sehingga sampai muncul jargon “the power of emak-emak”, atau mungkin menjadi Mpok Hindun yang hobi bersolek meski usia sudah tidak muda lagi dengan tingkat percaya diri yang tinggi atau mungkin menjadi Mpok Minah yang penakut dan was-was. Mungkin di antara kita ada Mas Yanto yang hobi tebar pesona sini dan sana. Mungkin pula di antara kita ada Ucup dan Said, rivalitas anak muda cerminan sulitnya mencari pekerjaan di masa kini. Satir-satir yang dikemas melalui komedi dalam Bajaj Bajuri menjadikan kritik sosial melalui pesan yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bajaj Bajuri telah berhasil melintas pikiran saya dan meninggalkan memori berkesan akan sebuah kualitas sinetron komedi yang mengakar budaya Indonesia.

Monday, March 26, 2018

ANALISIS SINTAKSIS /LENIN I INOSTRANNYE JAZIKI/ LENIN DAN BAHASA-BAHASA ASING



ANALISIS SINTAKSIS
/LENIN I INOSTRANNYE JAZIKI/
LENIN DAN BAHASA-BAHASA ASING


Sumber
Pryžok Vpered 1
Sbornik Tekstov I Upražnenij
Adviescommissie Leerplanontwikkeling Russisch
Amsterdam, 1981
Halaman 89--90

oleh:

Romika Junaidi
NPM 0606090120


Program Studi Sastra Rusia
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Universitas Indonesia
Depok
2008




TEKS:
ЛЕНИН И ИНОСТРАННЫЕ ЯЗЫКИ

Ленин знал много иностранных языков. Хорошо знал немецкий, францзуский, английский, изучал их, переводил с этих языков, читал по-польский, по-итальянский. Он мог “для отдыха” часами, читать какой нибудь словарь.
Каким языкам учился Ленин в школьные годы? Ленин кончил классическую гимназию. В классических гимназиях изучали языки: русский, славянский, латинский, греческий, немецкий, францзуский – 6 языков: три живых, три мёртвых.
Владимир Ильич вспоминал как-то учителя немецкого языка в младших классах гимназии который хвалил его за хорошее знание грамматики. Мать Ильича хорошо говорила по-немецки, и это, конечно, отражалось на знании Ильичём немецкого языка. И в молодости он думал что хорошо знает немецкий язык, он знал его лучше, чем его одноклассники.
Но когда летом 1895 г. Ильич попал в Берлин, оказалось, что он очень плохо понимал разговарную речь. В письме к матери он писал: “(…) разговарную немецкую речь понимаю несравнено хуже францзуской. Немцы произносят так непривычно, что я не разбираю слов даже в публичной речи, тогда как во франций я понимал почти всё в таких речах с первого же раза. Третьего дня был в театре: давали “Weber” Гауптмана. Не смотря на то что я перед представлением перечитал всю драму, следит за игрой, -  я не мог уловить всех фраз. Впрочем я не унываю и жалею только, что у меня слишком мало времени для основательного изучения языка…”
Когда я приехала в Шушенское я привезла с собой Нурока по которому училась английскому языку в тюрьме. Ильич знал английский лучше меня я об английском произношении не имела ни малейшего представления, произносила на францзуский лад. Владимир Ильич слышал как учительница английского языка учила его сестру Ольгу читать вслух по-английски. Впрочем, Ильич по части произношения тоже не был очень твёрд. Я училась произносить по его указаниям, но потом, когда мы четыре года спустя приехали в Лондон, нас никто не понимал и мы никого не понимали. И пришлось учиться заново.
Приехав в Лондон, мы стали понемногу осваивать и английское произношение, ходили на собрания, слушали там речи на английском языке, бывали на выступлениях англичай в Гайд-Парке, разговаривали с квартирной хозяйкой. Брали такие обменные уроки и двух англичан. Мы их учили русскому языку, они нас английскому.

 ---------------------------------------------------------------------------------




TRANSLITERASI TEKS:


LENIN I INOSTRANNYE JAZIKI

Lenin znal mnogo inostrannykh jazikov. Xorošo znal nemeckij, francuskij, angliskij, izučal ix, perevodil s ėtix jazikov, čital po-pol’skij, po-ital’janskij. On mog “dlja otdyxa”  časami, čitat’ kakoj nibud’ slovar’.
 Kakim jazikam učilsja Lenin v škol’nye gody?. Lenin končil klassičeskuju gimnaziju. V klassičeskix gimnazijax izučali jaziki: russkij, slavijanskij, latinskij, grečeskij, nemeckij, francsuskij - 6 jazikov: tri živyx, tri mёrtvyx.
Vladimir Il’ič vspomnal kak-to učitelja nemeckogo jazika v mladšix klassax gimnazii kotoryj xvalil ego za xorošee znanie grammatiki. Mat’ Il’iča xorošo govorila po-nemecki, i ėto, konečno, otražalos’ na znanii Il’ičёm nemeckogo jazika. I v molodosti on dumal čto xorošo znaet nemeckij jazik, on znal ego lučše, čem ego odnoklassniki.
No kogda letom 1895 godu Il’ič popal v Berlin, okazalos’, čto on očen’ ploxo ponimal razgovarnuju reč’. V pis’me k materi on pisal: “(…) razgovarnuju nemeckuju ponimaju nesravneno xuže francsuskoj. Nemcy proiznosjat tak neprivyčno, čto ja ne razbiraju slov daže v publičnoj reči, togda tak vo francij ja ponimal počti vsë v takix rečax s pervogo že raza. Tret’ego dnja byl v teatre: davali “Weber” Gauptmana. Ne smotrja na to čto ja pered predstavleniem perečital vsju dramu, sledit za igroj, - ja ne mog ulovit’ vsex fraz. Vpročem ja ne unyvaju i žaleju tol’ko, čto u menja sliškom malo vremeni dlja osnovatel’nogo izučenija jazika…”
Kogda ja priexala v Šušenskoe ja privezla s soboj Nuroka po kotoramu učilas’ anglijskomu jaziku v tjur’me. Il’ič znal anglijskij lučše menja ja ob anglijskom proiznošenii ne imela ni malejšego predstavlenija, proiznosila na franczuskij lad. Vladimir Il’ič slyšal kak učitel’nica anglijskogo jazika učila ego sestru Ol’gu čitat’ vslux po-anglijski. Vpročem, Il’ič po časti proiznošenija tože ne byl očen’ tvёrd. Ja učilas’ proiznosit’ po ego ukazanijam, no potom, kogda my četyre goda spustja priexali v London, nas nikto ne ponimal i ni my nikogo ne ponimali. I prišlos’ učit’sja zanovo.
Priexav v London, my stali po nemnogu osvaivat’ i anglijskoe proiznošenie, xodili na sobranija, slušali tam reči na anglijskom jazike, byvali na vstuplenijax angličaj v Gajd-Parke, razgovarivali s kvartirnoj xozjajkoj. Brali takie obmennye uroki i dvux angličan. My ix učili russkomu jaziku, oni nas anglijskomu.

 ------------------------------------------------------------------------------------


TERJEMAHAN:

LENIN DAN BAHASA-BAHASA ASING

Lenin mengetahui banyak bahasa asing. Dia mengetahui dengan baik bahasa Jerman, Prancis, Inggris, mempelajarinya, menerjemahkan ke dalam bahasa tersebut, belajar bahasa Polandia, Italia. Dia sanggup “dalam istirahat” selama sejam, membaca kata-kata apa pun.
Apa saja bahasa yang Lenin pelajari di sekolah selama setahun?. Lenin mulai di gimnasium klasik. Di gimnasium klasik ia belajar bahasa Rusia, Slavia, Latin, Yunani, Jerman, Prancis - 6 bahasa: 3 bahasa hidup, 3 bahasa mati.
Vladimir Ilyich mengingat bagaimana guru bahasa Jerman di kelas junior gimnasium yang memujinya atas pengetahuan gramatikanya yang baik. Ibu Ilyich berbicara dalam bahasa Jerman dengan baik, oleh karena itu, tentu saja mempengaruhi dalam pengetahuan Lenin terhadap bahasa Jerman. Dan dalam masa mudanya, ia berpikir bahwa baik jika mengetahui bahasa Jerman, ia mengetahui bahasa tersebut lebih baik, bila dibandingkan dengan teman sekelasnya.
Namun pada musim panas tahun 1895 Ilyich tinggal di Berlin, ternyata ia sangat buruk memahami bahasa percakapan. Dalam surat kepada ibunya, ia telah menulis: “…bahasa percakapan Jerman saya pahami sangat baik lebih buruk dari bahasa Prancis. Orang Jerman melafalkan dangan tidak biasa, sehingga saya tidak bisa menguraikan kata-kata bahkan dalam percakapan publik, sebaliknya dalam bahasa Prancis saya telah mengerti hampir seluruh percakapan dalam pengucapan pertama kali. Hari ke-3 kami berada di teater: Mereka tampil dalam pertunjukan berjudul “Weber” karya Gauptman. Meskipun begitu saya membaca dengan sungguh-sungguh sebelum pertunjukan seluruh drama, mengikuti di belakang pertunjukan, - saya tidak mampu menangkap semua frase. Walaupun demikian saya tidak berkecil hati dan hanya berharap, bahwa saya punya sedikit waktu untuk mempelajari bahasa…” 
Ketika saya telah datang di Shushenskoe saya menuntun orang-orang Nurok yang telah belajar bahasa Inggris di penjara. Ilyich menguasai bahasa Inggris lebih baik daripada saya yang tidak pernah melafalkan bahasa Inggris dalam percakapan, saya melafalkannya seperti anak kecil Prancis. Vladimir Ilyich mendengarkan sebagaimana guru bahasa Inggris yang mengajar saudara perempuannya, Olga yang membaca bahasa Inggris dengan nyaring. Walaupun demikian, hampir seluruh pelafalan Ilyich tidak berada dalam keadaan yang memberatkan. Saya telah mempelajari pelafalan berdasarkan petunjuknya namun kemudian ketika kami telah melewati empat tahun dan kami tiba di London, tidak ada seorang pun yang mengerti kami dan kami pun tidak mengerti seorang. Dan pelajaran dimulai dari awal.
Tiba di London, kami mulai membiasakan diri dengan pelafalan bahasa Inggris, kami pernah menghadiri pertemuan, diperdengarkan di sana percakapan dalam bahasa Inggris, yang hal ini terjadi dalam pidato bahasa Inggris di Guide Park, kami bercakap-cakap dengan pemilik flat. Berlangsung pertukaran pelajaran dengan dua orang Inggris. Kami belajar bahasa Inggris pada mereka, mereka menjadi bahasa Inggris bagi kami.



BAB I
ANALISIS MORFOLOGI

Berdasarkan teks “Lenin I Inostrannye Jaziki” yang bersumber dari buku Pryžok Vypered 1 Sbornik Tekstov I Upražnenij yang diterbitkan oleh Adviescommissie Leerplanontwikkeling Russisch Amsterdam, 1981 Halaman 89--90, ditinjau dari segi morfologi dapat dikelompokkan kelas kata (časti reči) sebagai berikut:


Существительное
Глагол
Наречие
Прилагательное
Местоимение
Предлог
Числительное
Союз
Частица
Степ. срав
Причастие
Lenin
Jazikov
Jazikov
Otdyxa
Časami
Slovar’
Jazikam
Lenin
Gody
Lenin
Gimnaziju
Gimnazijax
Jaziki
Jazikov
Vladimir
Il’ič
Učitelja
Jazika
Klassax
Gimnazii
Znanie
Grammatiki
Mat’
Il’iča
Znani
Il’ičёm
Jazika
Molodosti
Jazik
Odnoklassniki
Letom
Godu
Il’ič
Berlin
Reč’
Pis’me
Materi
Reč’
Nemcy
Slov
Reč’i
Reč’ax
Raza
Dnja
Teatre
Weber
Gauptmana
Predstavleniem
Dramu
Igroj
Fraz
Vremeni
Izučenija
Jazika
Šušenskoe
Nuroka
Jaziku
Tjur’me
Il’ič
Proiznošenii
Predstavlenija
Lad
Vladimir
Il’ič
Učitelnica
Jazika
Sestru
Ol’gu
Il’ič
Proiznošenija
Ukazanijam
Goda
London
London
Proiznošenie
Sobranija
Reč’i
Jazike
Vystuplenijax
Angličan
Gajd-Parke
Xozjaikoj
Uroki
Angličan
Jaziku
Znal
Znal
Izučal
Perevodil
Čital
Mog
Čitat’
Učisja
Končil
Izučali
Vspominal
Xvalil
Govorila
Otražalos’
Dumal
Znaet
Znal
Popal
Okazalos’
Ponimal
Pisal
Ponimaju
Proiznosjat
Razbiraju
Ponimal
Byl
Davali
Perečital
Sledit
Mog
Ulovit’
Unyvaju
Žaleju
Priexala
Privezla
Učilas’
Znal
Imela
Proiznosila
Slyšal
Učila
Čitat’
Byl
Učilas’
Proiznosit’
Priexali
Ponimal
Ponimali
Prišlos’
Učit’sja
Stali
Osvaivat’
Xodili
Slušali
Byvali
Razgovarivali
Brali
Učili


Mnogo
Xorošo
Kak-to
Xorošo
Xorošo
Ploxo
Očen’
Nesravneno
Tak
Neprivyčno
Togda
Tak
Počti
Sliškom
Malo
Tože
Očen’
Zanovo
Tvёrd

Inostrannyx
Nemeckij
Francuskij
Angliskij
Pol’skij
Ital’janskij
Škol’nye
Klassičeskuju
Klassičeskix
Russkij
Slavijanskij
Latinskij
Grečeskij
Francsuskij
Nemeckij
Živyx
Mёrtvyx
Nemeckogo
Mladšix
Xorošee
Nemecki
Nemeckogo
Nemeckij
Razgovarnuju
Razgovarnuju
Nemeckuju
Francsuskoj
Publičnoj
Francij
Pervogo
Tret’ego
Osnovatel’nogo
Anglijskomu
Anglijskij
Anglijskom
Malejšego
Franczuskij
Anglijskogo
Anglijski
Anglijskoe
Anglijskom
Angličaj
Kvartirnoj
Obmennye
Russkomu
Anglijskomu


Ix
Ėtix
On
Kakoj nibud’
Kakim
Kotoryj
Ėto
Ego
On
On
Ego
Ego
On
On
Vso
Takix
To
Vsju
Vsex
Soboj
Kotoramu


S
Po
Dlja
V
V
V
Za
Po
Na
V
V
V
K
V
Vo
V
S
V
Na
Pered
Za
U
Dlja
V
S
Po
V
Ob
Na
Po
Po
Po
V




Tri
Tri
6
1895
Dvux
Četyre

I
I
Čto
No
No
Kogda
Čto
Čto
Smotrja
Vpročem
I
Čto
Kogda
Vpročem
No
Kogda
I
Spustja



Konečno
Ne
Daže
Že
Ne
Ne
Ne
Tol’ko
Ne
Ni
Ne
Nikto
Ne
I
Ni
Nikogo
Ne






Lučše
Xuže
Lučše





Priexav



 85
27,5 %

58
18,89 %
19
6,19 %
46
14,98 %
21
6,84
33
10,75 %
6
1,94 %
18
5,86 %
17
5,54 %
3
0,98 %
1
0,33 %

Secara keseluruhan kelas kata yang paling sering muncul di dalam teks ini adalah kelas kata benda (Существительное), disusul secara berturut-turut kelas kata kerja (Глагол), kata keterangan (Наречие), kata ganti (Местоимение), kata sifat (Прилагательное), kata depan (Предлог), kata sambung (Союз) dan kata bilangan (Числительное). Hal ini tidaklah mengherankan, karena di dalam Bahasa Rusia kata benda mempunyai komposisi paling banyak dibandingkan dengan kata lainnya, yaitu sekitar 56 %. Sedangkan di dalam teks ini, kemunculan kata benda tidak terlalu mendominasi sebab presentasenya hanya 28,99 % dari total kata secara keseluruhan. Namun dapat disimpulkan bahwa kata benda adalah kata yang menguasai sebagian besar kosa kata dalam Bahasa Rusia.

Существительное (Kata Benda/Nomina)

Berdasarkan tabel klasifikasi kelas kata (časti reči) di atas, untuk kata benda, terdapat kurang lebih sekitar 89 kata dalam teks ini. Bila dilihat berdasarkan jenis atau род maka teks ini terdiri dari 53 kata berjenis maskulin (mužkoj rod), 22 kata berjenis feminin (ženskij rod), 14 kata untuk netral (srednij rod ), dan 1 kata khusus untuk kata benda yang hanya dalam bentuk jamak saja (množestvennoe çislo), yaitu kata недра.
Di dalam teks juga terdapat sedikit kata benda hidup (одушевленное) seperti nemcy, lad. mat’ dan kata benda tak hidup (неодушеленное) seperti god, jazik, teatr dan lain-lain. Ada pula kata penamaan diri (собственное) seperti Lenin, Olga dan sebagainya.

Tabel Penggunaan Kasus:
Падеж
Именительный
Падеж
Родительный
Падеж
Дательный
Падеж
Винительный
Падеж
Творительный
Падеж
Предложный
Падеж
Kalimat 1
2
2
-
-
-
-
Kalimat 2
-
1
-
6
-
-
Kalimat 3
1
1
-
2
1
-
Kalimat 4
1
-
-
-
2
2
Kalimat 5
1
-
-
2
-
-
Kalimat 6
3
3
-
7
-
2
Kalimat 7
2
5
-
3
-
2
Kalimat 8
2
3
-
1
-
2
Kalimat 9
2
2
-
3
-
1
Kalimat 10
3
-
-
3
1
1
Kalimat 11
-
1
1
3
-
1
Kalimat 12
3
2
-
1
-
5
Kalimat 13
-
3
-
1
-
1
Kalimat 14
-
2
-
3
2
-
Kalimat 15
2
5
-
-
-
-
Kalimat 16
2
1
3
1
1
1
Kalimat 17
2
3
-
1
-
4
Kalimat 18
3
2
2
1
-
-
Kalimat 19
3
2
1
1
-
-
Kalimat 20
2
2
-
2
2
3
Kalimat 21
-
2
-
3
-
-
Kalimat 22
2
1
3
1
-
-
Jumlah
36
21,56 %
42
25,15 %
10
5,99 %
45
26,95 %
9
5,39 %
25
14,97 %

Dari klasifikasi tabel di atas, kata yang terkena kasus (Падеж) untuk yang terbanyak yakni pada kasus akusatif (Винительный Падеж) dengan jumlah 45 (26,95 %), lalu kasus genitif (Родительный Падеж) dengan jumlah 42 (25,15 %) dan berturut-turut  kasus nominatif (Именительный Падеж) 36 (21,56 %), kasus preposisional (Предложный Падеж) 25 (14,97 %), kasus datif (Дательный Падеж) 10 (5,99 %), kasus instrumental (Творительный Падеж) 9 (5,39 %).



Глагол (Kata Kerja/Verba)

1 Klm.
прошедшее время
настоящее время
будущее время
инфинитиф
1
znal



2
znal
izučal
perevodil
čital



3
mog


čitat’
4
učilsja



5
končil



6
izučal



7
vspomnal
xvalil



8
govorila
otražalos’



9
dumal
znal
znaet


10
popal
okazalos’
ponimal



11
pisal
ponimaju


12
ponimal
proiznosjat
razbiraju


13
byl
davali



14
perečital
mog
sledit


ulovit’
15

unyvaju
žaleju


16
priexala
privezla
učilas’



17
znal
imela
proiznosila



18
byl



19
učilas’
priexali
ponimal
ponimali
prišlos’


proiznosit’
učit’sja
20
stali
xodili
slušali
byvali
razgovarivali


osvaivat’
21
Brali



22
učili



TOTAL
41
77,36 %
7
13,21 %
0
0 %
5
9,43 %

Kata kerja yang terbanyak berdasarkan pembagian kalanya, 41 (77,36 %) kata  ada pada kala lampau , kedua 7 (13,21 %) kata di kala kini , kemudian 5 (9,43 %) pada kata infinitif .

Kata kerja dalam teks ini menduduki peringkat kedua dalam kemunculannya di teks ini. Sebagian besar kata kerja di dalam teks ini, tepatnya ada 45 kata, ada yang menggunakan bentuk kala lampau (prošedšee vremja), sisanya ada kata dalam bentuk infinitif (infinitiv), dan ada juga kata dalam bentuk kala kini (nastojašee vremja ). Penggunaan kata kerja gerak juga digunakan dalam teks ini seperti xodili, priexala. Banyaknya penggunaan bentuk kata kerja lampau dikarenakan menceritakan tempat yang sudah dilewati oleh pelaku, dalam hal ini saya (ja). Kebanyakan kata kerja di dalam teks ini pun sedikit sekali yang terdapat awalan kata (pristavka).

Penggunaan kata kerja gerak atau yang biasa disebut dengan глагол движения juga amat minim. Hal ini dapat dilihat bahwa ternyata hanya terdapat 2 kata kerja gerak di dalam teks, yaitu приехать dan ходить. Di dalam teks ini juga tidak ditemukan penggunaan Modus Imperatif / Modus Perintah ataupun Modus Konjungtif / Modus Pengandaian, yang ada hanya dalam bentuk Modus Indikatif / Modus Pemberitaan. Terdapat 1 bentuk partisipal (причастие) di dalam teks ini yakni приехав.

Прилагательное (Kata Sifat/Ajektiva)

 Sebagian besar kata sifat di dalam teks ini berupa kata sifat bentuk penuh atau полная форма, yaitu sebanyak 46 kata, serta 2 kata степени сравнения прилагательных atau yang dikenal sebagai tingkat perbandingan kata sifat (лучше & хуже).


Наречие (Kata Keterangan/Adverbia)

Di dalam teks ini cukup banyak terdapat kata keterangan atau наречие. Ada kata keterangan yang menerangkan waktu (наречия времени) seperti, летом,. Khusus untuk kata keterangan yang menerangkan kualitas kegiatan atau tindakan, biasanya kata keterangan tipe ini berakhiran vokal –o dengan simbol Adv-o. Ada pula kata keterangan yang menerangkan kuantitas atau jumlah (количественные наречия) di dalam teks ini seperti хорошо, много, мало, очень. Biasanya kata keterangan tipe ini dilambangkan dengan simbol Adv-quant.


Местоимение (Kata Ganti/Pronomina)

Ada banyak variasi kata ganti atau pronomina di dalam teks ini seperti kata ganti persona (личные) он, они, kata ganti kepemilikan (притяжательные) его, их, kata ganti penunjuk (указательные) эти, таких, dan kata ganti definif atau penjelas (определительные) всю. Semua kata ganti tersebut akan berubah sesuai dengan bentuk kasus yang dialaminya. Sebagai contoh di dalam teks ini, kata ganti он dapat berubah menjadi его pada kasus akusatif (винительный падеж) dan весь berubah menjadi все saat kondisi jamak (множественное число).

Предлог (Kata Depan/Preposisi)

Berdasarkan pengguasaan kasusnya, di dalam teks ini terdapat kata depan dengan penguasaan 3 kasus (с тремя падежами) yaitu с, kata depan dengan penguasaan 2 kasus (с двумя падежами) yakni в, на, за, dan kata depan dengan penguasaan 1 kasus (с одним падежом) yakni к.

Числительное (Kata Bilangan/Numeralia)

Kata bilangan dalam teks ini berkaitan dengan keterangan jumlah dan waktu. Misalnya: kata три yang menunjukkan jumlah, angka 6 yang juga menunjukkan jumlah dan 1895 yang berarti penunjukkan tahun.

Союз (Kata Sambung/Konjungsi)  

Ada 7 kata sambung di dalam teks ini, yaitu и, спустя, когда, впрочем, но, что, смотря. Kata sambung и biasanya digunakan sebagai penghubung antar kalimat (соединительные союзы). Sedangkan kata sambung но sering digunakan untuk menyatakan pertentangan antar kalimat (противительные союзы). Untuk kata когда, berdasarkan kedudukannya di dalam kalimat, berfungsi sebagai kata yang menjelaskan waktu.
------------------------------------------------------------------------




BAB II
ANALISIS SEGI RANGKAIAN KATA

            Bila ditinjau dari segi rangkaian katanya, dalam teks ini, pengelompokkan ikatan sintaksis atau Синтаксические Связи-nya dapat diidentifikaskan sebagai berikut:

Согласование
Управление
Примыкание

много иностранных языков
для отдыха
Каким языкам
для отдыха
в школьные годы
6 языков
три живых
три мёртвых
немецкого языка
в младших классах гимназии
за хорошее знание грамматики
Мать Ильича
на знании Ильичём
Третьего дня
перед представлением
В письме к  матери
у меня слишком
мало времени
для основательного изучения языка
английскому языку
не имела ни малейшего



знал немецкий
переводил с этих языков
читал по-польский
кончил классическую гимназию
хвалил его
был в театре.
перечитал всю драму
следит за игрой
уловить всех фраз
приехала в Шушенское
училась английскому языку
привезла с собой Нурока
учила его сестру
приехали в Лондон
Приехав в Лондон
ходили на собрания
бывали на выступлениях англичай
разговаривали с квартирной хозяйкой
Брали такие обменные уроки
учили русскому языку

читать какой нибудь
Хорошо знал
вспоминал как-то
хорошо говорила
очень плохо понимал
хорошо знает
понимаю несравнено
мог уловить
очень твёрд
училась произносить
пришлось учиться
21
50 %
20
47,61 %
11
26,19 %
            Di dalam teks ini, ternyata yang paling sering muncul jenis ikatan sintaksisnya adalah penyesuaian (согласование) dengan presentase 50 % dan disusul oleh pengendalian (управление) dengan 47,61%. Hal ini tidak terlepas dari penyesuaian kata yang menjadi ciri morfologis bahasa Rusia serta pengaruh pengendalian kata kerja terhadap kelas kata yang lainnya. Umumnya sebuah kata kerja hampir selalu menguasai satu atau lebih kasus-kasus tertentu. 

Согласование (Ikatan Penyesuaian)

            Ciri yang utama dari ikatan sintaksis согласование adalah adanya kesesuaian kategori gramatika antar kata-katanya. Bila terdapat rangkaian kata yang berkesesuaian antara kategori род (Jenis), падеж (Kasus), dan число (Jumlah)-nya, maka rangkaian kata tersebut mempunyai ikatan sintaksis полное согласование atau penyesuaian penuh. Sedangkan bila rangkaian katanya tidak semuanya memiliki kesesuaian tersebut, maka rangkaian kata itu termasuk ke dalam ikatan sintaksis неполное согласование atau penyesuaian tak penuh. 
            Dalam teks ini, hampir seluruh rangkaian katanya termasuk ke dalam ikatan sintaksis полное согласование. Beberapa diantaranya merupakan penyesuaian yang dipengaruhi oleh kata depan (предлог) seperti для отдыха . Dalam teks ini juga terdapat полное согласование yang merupakan nama diri (собственное), yaitu Мать Ильича

Управление (Ikatan Pengendalian)

            Ikatan pengendalian di dalam teks ini merupakan ikatan sintaksis yang paling sering dimunculkan. Ikatan pengendalian ini biasanya terbagi atas dua kelompok, yaitu сильное управление atau pengendalian kuat dan слабое управление atau pengendalian lemah. Сильное управление dalam teks ini diwakili oleh был в театре. Sedangkan yang слабое управление dapat dilihat dari rangkaian kata учили русскому языку

Примыкание (Ikatan Penggabungan)

            Sesuai dengan namanya, bahwa примыкание atau ikatan penggabungan adalah ikatan sintaksis yang menggabungkan beberapa kelas kata. Penggabungan itu sendiri dapat berupa kata kerja dalam bentuk infinitif atau gerund, kata sifat baik bentuk panjang maupun bentuk pendek, ataupun dalam bentuk tingkat perbandingan. Beberapa contoh di dalam teks seperti хорошо говорила (Adv + V) dan sebagainya.
---------------------------------------------------------

BAB III
ANALISIS SKEMA STRUKTURAL KALIMAT

Bila ditinjau dari segi skema struktural kalimat, sebuah kalimat di dalam bahasa Rusia terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kalimat satu komponen dan kalimat dua komponen. Di dalam teks ditemukan adanya kalimat satu komponen dan kalimat dua komponen. Berikut analisis kalimatnya:
1. Ленин   знал      много         иностранных языков
      N1          V      Adv.quant                    N2pl

/ Lenin znal mnogo inostrannykh jazikov/
Lenin mengetahui banyak bahasa asing

2. Хорошо       знал    немецкий, францзуский, английский, изучал их,
Adv.quant         V3s                                        Adj4                       V3s      Pron3pl
 переводил    с
       V3s        prep
этих языков,    читал       по-польский по-итальянский
     N2pl               V3s        prep  Adj       prep  Adj                                 

/Xorošo znal nemeckij, francuskij, angliskij, izučal ix, perevodil s ėtix jazikov, čital po-pol’skij, po-ital’janskij/

Dia mengetahui dengan baik bahasa Jerman, Prancis, Inggris, mempelajarinya, menerjemahkan ke dalam bahasa tersebut, belajar bahasa Polandia, Italia

3. Он          мог  “для  отдыха” часами, читать какой нибудь словарь
  N1pron  Vfs    prep   N2           N5           inf             pron          N4

/On mog “dlja otdyxa”  časami, čitat’ kakoj nibud’ slovar’
Dia sanggup “dalam istirahat” selama sejam, membaca kata-kata apa pun

4. Каким языкам учился    Ленин       в     школьные годы?
    pron5  N5         V          N1pron   prep      N6pl

/Kakim jazikam učilsja Lenin v škol’nije gody?/
Apa saja bahasa yang Lenin pelajari di sekolah selama setahun?

5. Ленин   кончил классическую гимназию
    N1pron     V                Adv4            N4  

/Lenin končil klassičeskuju gimnaziju/
Lenin mulai di gimnasium klasik

6. В     классических гимназиях изучали языки: русский, славянский, латинский,
    prep             Adv6pl        N6pl     V            N4            N4          N4             N4
греческий, немецкий, францзуский –  6    языков:   три живых,  три мёртвых
        N4               N4                N4             Num     N2pl  Num Adj2pl Num Adj2pl

/V klassičeskix gimnazijax izučal jaziki: russkij, slavijanskij, latinskij, grečeskij, nemeckij, francsuskij - 6 jazikov: tri živyx, tri mёrtvyx/
Di gimnasium klasik ia belajar bahasa Rusia, Slavia, Latin, Yunani, Jerman, Prancis - 6 bahasa: 3 bahasa hidup, 3 bahasa mati

7. Владимир Ильич вспоминал как-то учителя немецкого языка в младших
                  N1pron            V             Adv     N2       Adv2            N2 prep Adj6pl
классах гимназии который хвалил его        за  хорошее знание грамматики
     N6pl        N2             pron        V      pron4  prep   Adj4        N4        N2

/Vladimir Il’ič vspomnal kak-to učitelja nemeckogo jazika v mladšix klassax gimnazii kotoryj xvalil ego za xorošee znanie grammatiki/
Vladimir Ilyich mengingat bagaimana guru bahasa Jerman di kelas junior gimnasium yang memujinya atas pengetahuan gramatikanya yang baik

8. Мать Ильича    хорошо      говорила по-немецки, и это, конечно, отражалось
     N1       N2         Adv.quant     V           prep   Adj   konj pron part         Vf3s
на знании Ильичём немецкого языка
  prep   N6         N6           Adj2       N2

/Mat’ Il’iča xorošo govorila po-nemecki, i ėto, konečno, otražalos’ na znanii Il’ičёm nemeckogo jazika/
Ibu Ilyich berbicara dalam bahasa Jerman dengan baik, oleh karena itu, tentu saja mempengaruhi dalam pengetahuan Lenin terhadap bahasa Jerman

9. И в молодости он думал что хорошо знает немецкий язык, он знал его лучше,
konj prep N6     N1pron Vf3s konj Adv quant     Adj4    N4     N1pron V N4pron Adv
чем его одноклассники
     N2pron N2

/I v molodosti on dumal čto xorošo znaet nemeckij jazik, on znal ego lučše, čem ego odnoklassniki/
Dan dalam masa mudanya, ia berpikir bahwa baik jika mengetahui bahasa Jerman, ia mengetahui bahasa tersebut lebih baik, bila dibandingkan dengan teman sekelasnya


10. Но когда летом 1895 г. Ильич попал в Берлин, оказалось, что он очень плохо
     part  konj  N5       num N6  N1pron Vf3s  prep N6   Vf3s       konj N1pron   adv   
понимал разговарную речь
   V            Adj4             N4

/No kogda letom 1895 godu Il’ič popal v Berlin, okazalos’, čto on očen’ ploxo ponimal razgovarnuju reč’/
Namun pada musim panas tahun 1895 Ilyich tinggal di Berlin, ternyata ia sangat buruk memahami bahasa percakapan

11. В письме к матери он писал: “(…) разговарную немецкую речь понимаю
   prep N6    prep N3    N1pron V                    Adj4            Adj4           N4   V
несравнено хуже францзуской. Немцы произносят так непривычно, что я не
  Adv.quant   komp   N2                 N1pl      Vf3pl       Adv.quant  konj N1pron neg
разбираю слов даже в публичной речи, тогда как во франций я понимал
V              N4pl  part prep Adj6 N6           konj       prep Adj6   N1pron Vf3s
почти всё в таких речах с первого же раза
    Adv  pron prep pron6pl N6pl prep  Adj2 part N2                           

/V pis’me k materi on pisal: “(…) razgovarnuju nemeckuju ponimaju nesravneno xuže francsuskoj. Nemcy proiznosjat tak neprivyčno, čto ja ne razbiraju slov daže v publičnoj reči, togda tak vo francij ja ponimal počti vsë v takix rečax s pervogo že raza/
Dalam surat kepada ibunya, ia telah menulis: “…bahasa percakapan Jerman saya pahami sangat baik lebih buruk dari bahasa Prancis. Orang Jerman melafalkan dangan tidak biasa, sehingga saya tidak bisa menguraikan kata-kata bahkan dalam percakapan publik, sebaliknya dalam bahasa Prancis saya telah mengerti hampir seluruh percakapan dalam penguucapan pertama kali

12. Третьего дня был в театре: давали “Weber” Гауптмана. Не смотря на то что я
    num       N2    Nf3s prep N6    Vf3pl      N4   N2     neg konj prep pron konj N1pron
перед представлением перечитал всю драму, следит за игрой, -  я не мог
prep N5                     Vf3s       pron    N4       Vf3s   prep N5  N1pron  neg Vf3s    
уловить всех фраз
inf     pron pl N4pl

/Tret’ego dnja byl v teatre: davali “Weber” Gauptmana. Ne smotrja na to čto ja pered predstavleniem perečital vsju dramu, sledit za igroj, - ja ne mog ulovit’ vsex fraz/
Hari ke-3 kami berada di teater: Mereka tampil dalam pertunjukan berjudul “Weber” karya Gauptman. Meskipun begitu saya membaca dengan sungguh-sungguh sebelum pertunjukan seluruh drama, mengikuti di belakang pertunjukan, - saya tidak mampu menangkap semua frase

13. Впрочем я не унываю и жалею только, что у меня слишком мало времени
konj N1pron neg Vf3s konj Vf3s Adv     konj  prep N2pron Adv Adv quant N2pl

для основательного изучения языка
prep            Adj2          N2              N2

/Vpročem ja ne unyvaju i žaleju tol’ko, čto u menja sliškom malo vremeni dlja osnovatel’nogo izučenija jazika/
Walaupun demikian saya tidak berkecil hati dan hanya berharap, bahwa saya punya sedikit waktu untuk mempelajari bahasa

14. Когда я приехала в Шушенское я привезла с собой Нурока по которому
konj N1pron Vf3s prep N4 N1pron Vf3s prep pron5 N2  prep pron3
училась английскому языку в тюрьме
Vf3s      Adj3                                N3 prep N6

/Kogda ja priexala v Šušenskoe ja privezla s soboj Nuroka po kotoramu učilas’ anglijskomu jaziku v tjur’me/
Ketika saya telah datang di Shushenskoe saya menuntun orang-orang Nurok yang telah belajar bahasa Inggris di penjara

15. Ильич знал английский лучше меня я об английском произношении не
N1pron Vf3s Adj4 komp N2pron N1pron prep Adj6 N6 neg
имела ни малейшего представления, произносила на францзуский лад
Vf3s neg Adj2            N2                                             Vf3s   prep             Adj4  N4

/Il’ič znal anglijskij lučše menja ja ob anglijskom proiznošenii ne imena ni malejšego predstavlenija, proiznosila na franczuskij lad/
Ilyich menguasai bahasa Inggris lebih baik daripada saya yang tidak pernah melafalkan bahasa Inggris dalam percakapan, saya melafalkannya seperti anak kecil Prancis

16. Владимир Ильич слышал как учительница английского языка учила его
N1pron                     Vf3s         konj N2     Adj2                       N2           Vf3s       N4pron     
сестру Ольгу читать вслух по-английски
N3                   inf        Adv  prep Adj4

/Vladimir Il’ič slyšal kak učitel’nica anglijskogo jazika učila ego sestru Ol’gu čitat’ vslux po-anglijski/
Vladimir Ilyich mendengarkan sebagaimana guru bahasa Inggris yang mengajar saudara perempuannya, Olga yang membaca bahasa Inggris dengan nyaring

17. Впрочем, Ильич по части произношения тоже не был очень твёрд
konj Vf3s prep                             Adv        N2                part  neg Vf3s Adv        Adj quant

/Vpročem, Il’ič po časti proiznošenija tože ne byl očen’ tvёrd/
Walaupun demikian, hampir seluruh pelafalan Ilyich tidak berada dalam keadaan yang memberatkan

18. Я училась произносить по его указаниям, но потом, когда мы четыре года
N1pron Vf3s inf                           prep Npron N3       konj  Adv konj      N1pron pl num N2   
спустя приехали в Лондон, нас никто не понимал и мы никого не понимали
konj Vf3pl prep N4     N2pron neg          Vf3s  konj N1pron pl neg Vf3pl
  
/Ja učilas’ proiznosit’ po ego ukazanijam, no potom, kogda my četyre goda spustja priexali v London, nas nikto ne ponimal i ni my nikogo ne ponimali/
Saya telah mempelajari pelafalan berdasarkan petunjuknya namun kemudian ketika kami telah melewati empat tahun dan kami tiba di London, tidak ada seorang pun yang mengerti kami dan kami pun tidak mengerti seorang

19. И пришлось учиться заново
konj Vf3s                      inf       Adj

/I prišlos’ učit’sja zanovo/
Dan pelajaran dimulai dari awal

20. Приехав в Лондон, мы стали понемногу осваивать и английское
part N1pron prep N4       N1pron pl Vf3pl neg Adv inf      konj   Adj4
произношение, ходили на собрания, слушали там речи на английском языке,
N4                   Vf3pl         prep   N2pl        Vf3pl        part  N1pl prep Adj6        N6     
бывали на выступлениях англичан в Гайд-Парке, разговаривали с квартирной
Vf3pl prep N6pl                           N2pl       prep N6                      Vf3pl       prep Adj5
хозяйкой
N5

/Priexav v London, my stali po nemnogu osvaivat’ i anglijskoe proiznošenie, xodili na sobranija, slušali tam reči na anglijskom jazike, byvali na vstuplenijax angličaj v Gajd-Parke, razgovarivali s kvartirnoj xozjajkoj/
Tiba di London, kami mulai membiasakan diri dengan pelafalan bahasa Inggris, kami pernah menghadiri pertemuan, diperdengarkan di sana percakapan dalam bahasa Inggris, yang hal ini terjadi dalam pidato bahasa Inggris di Guide Park, kami bercakap-cakap dengan pemilik flat.

21. Брали такие обменные уроки и двух англичан
    V3pl    pron pl    Adj4 pl    N4pl konj num pl N2pl

/Brali takie obmennye uroki i dvux angličan/
Berlangsung pertukaran pelajaran dengan dua orang Inggris

22. Мы их учили русскому языку, они нас английскому
N1pron pl N4pron pl Vf3s Adj3 N3 N1pron pl N2pron pl N3

/My ix učili russkomu jaziku, oni nas anglijskomu/
Kami belajar bahasa Inggris pada mereka, mereka menjadi bahasa Inggris bagi kami

Kalimat
Satu Komponen
Dua Komponen
1

√
2

√
3

√
4
√

5
√

6

√
7

√
8

√
9

√
10

√
11

√
12
√

13

√
14

√
15

√
16

√
17

√
18

√
19
√

20

√
21
√

22

√
Total
5
22,73 %
17
77,27 %

Pada teks ini ada 5 kalimat yang berkomponenkan satu komponen yaitu, dengan persentase 22,73 %. Adapun kalimat dua komponen yang paling dominan pada teks ini dengan jumlah 17 dengan persentase 77,27 %.

-----------------------------------------------------------------------

BAB IV
KESIMPULAN

·         Analisis Segi Morfologi
Terdapat 11 kelas kata atau (časti reči) yang terdapat di dalam teks ini. Kelas kata tersebut adalah kelas kata benda (Существительное) yang berjumlah 85 (27,5 %) lalu, kata kerja (Глагол) dengan jumlah 58 (18,29 %), kata sifat (Прилагательное) yang berjumlah 46 (14,98 %), kemudian disusul secara berturut-turut oleh, kata depan (Предлог) yang berjumlah 33 (10,75 %), kata ganti (Местоимение) yang berjumlah  21 (6,84 %), kata keterangan (Наречие) yang berjumlah 19 (6,19 %), kata penghubung (Союз) yang berjumlah 18 (5,86 %), kata partikel (Частица) dengan jumlah  17 (5,54 %), kata bilangan (Числительное) dengan jumlah 6 (1,94 %), kata perbandingan komparatif (Сравненая Степень) dengan 3 (0,98 %), serta 1 kata gerundium (Деепричастие) (0,33%) . Dengan melihat hasil yang dilihat sebelumnya, kata benda merupakan kata yang paling dominan frekuensi pemunculannya dalam teks ini.
·         Analisis Segi Sintaksis
Pada teks ini analisis segi sintaksis ditekankan dengan pemunculan-pemunculan ikatan kalimat itu sendiri dan apa yang menghubungi kalimat itu. Ikatan yang sering muncul dalam teks ini adalah ikatan penyesuaian (Согласование) dengan jumlah 21 kata (50 %), ikatan pengendalian (Управление) dengan jumlah 20 (47,61 %), ikatan penggabungan (Примыкание) dengan jumlah  11 (26,19 %).
·         Analisis Segi Struktur Kalimat
Pada teks ini kalimat dua komponen yang mendominasi. Dari 22 kalimat, 17 kalimatnya dengan prosentase 77,27 %.berkomponen dua, sedangkan sisanya kalimat satu komponen dengan jumlah 5 prosentase 6, 33%.

 ---------------------------------------------------------------

BAB V
INTERPRETASI

Teks “Lenin I Inostrannye Jaziki” merupakan pemaparan ekspositif mengenai Vladimir Ilyich Lenin dan kedekatannya dengan penguasaan bahasa asing. Pada teks ini banyak digunakan kata kerja kala lampau dengan mayoritas aspek imperfektif. Penggunaan kasus yang didominasi oleh kasus akusatif menunjukkan subjek sebagai fokus pembahasan yang diceritakan oleh orang lain. Hal ini menunjukkan teks “Lenin I Inostrannye Jaziki” merupakan teks yang memaparkan fakta yang terjadi pada masa lampau yang diceritakan kembali berdasarkan buku catatan harian istri Lenin yang bernama Nadezhda Konstantinovna Krupskaya.
Teks ini terdiri dari 6 paragraf. Paragraf pertama menceritakan penguasaan Lenin terhadap bahasa asing. Paragraf kedua menceritakan awal mula kesungguhan Lenin dalam mempelajari bahasa-bahasa asing, baik bahasa hidup maupun mati. Paragraf ketiga menceritakan pujian yang diberikan oleh guru bahasa Jerman kepada Lenin karena mampu menyerap pelajaran dengan cepat. Paragraf keempat menceritakan tentang kendala yang dihadapi Lenin ketika mempelajari bahasa asing, yang diantaranya hingga ia menulis surat untuk ibunya sendiri dan menceritakan pengalamannya mempelajari bahasa asing terutama bahasa Jerman yang agak sulit bila dibandingkannya dengan bahasa Prancis. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan berikut:
V pis’me k materi on pisal: “(…) razgovarnuju nemeckuju ponimaju nesravneno xuže francsuskoj 
Paragraf kelima dan keenam menceritakan perjalanan Vladimir Ilyich Lenin dan istrinya Nadezhda Konstantinovna Krupskaya tinggal di Šušenskoe yakni suatu daerah di Siberia sejak tahun 1897 sampai tahun 1900, serta mereka berdua yang pernah tinggal di London dan mengisahkan pengalaman unik seputar bahasa asing.