By RM Kencrot
Assalamualaikum
wa rahmatullah wa barakatuhu.
Bismillah.
Salawat serta salam kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Amma
bakdu:
Nama
saya Romika Junaidi, tetapi di kepala para pembaca yang akrab dengan
tulisan-tulisan saya, orang lebih mengenali saya lewat gaya khas RM Kencrot —
sebuah identitas pena yang merangkum filosofi sederhana: Mbeling tapi Eling.
Nakal dalam berpikir, liar dalam merangkai kata, namun tidak pernah kehilangan
kompas moral dan kesadaran spiritual.
Profesi
utama saya itu hamba Allah, sisanya mah hanya duniawi saja, misalnya jadi
tukang bekam sekaligus reflexology, atau jadi dosen yang sekarang ada wujudnya
nyata di hadapan Antum.
Nah,
sebagai pengampu di Prodi Ilmu Komunikasi, saya percaya bahwa perkenalan di
hari pertama kuliah tidak boleh terjebak dalam kurikulum yang kaku dan
membosankan. Dosen bukanlah sekadar mesin pembaca PowerPoint, melainkan
kurator makna. Maka, biarlah esai singkat ini menjadi babak pembuka siapa diri
saya di hadapan Anda sekalian.
Hidup
bagi saya adalah sebuah perjalanan melintasi batas-batas konvensional. Di luar
ruang kuliah, Anda mungkin akan menemukan saya sedang mengendalikan setang
motor dalam tradisi touring roda dua, atau mendaki punggung gunung demi
mencari keheningan di atas awan. Hobi-hobi fisik ini bukan sekadar pelarian,
melainkan cara saya merawat denyut kehidupan agar tetap membumi. Di balik helm
dan debu jalanan, kepala saya dipenuhi oleh kecintaan mendalam pada
literasi—melahap apa saja dari Al-Qur'an sebagai pedoman hidup mutlak sebagai
konsekuensi saya seorang muslim, Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer,
hingga buku apa pun yang lembarannya bisa dibaca.
Karakter
kreatif saya terbentuk dari asupan mental para "orang gila" yang
visioner. Saya mengidolakan Remy Sylado—sastrawan serbabisa yang wafat
meninggalkan jejak kegilaan estetis, di mana saya cukup beruntung sempat
berfoto bersama beliau sebelum ia berpulang. Begitu pula dengan Frank Zappa,
musisi jenius yang pernah berkata telak tentang luasnya kebodohan di alam
semesta ini "There is more stupidity
than hydrogen in the universe, and it has a longer shelf life".
Jajaran maestro lain seperti Seno Gumira Ajidarma, WS Rendra, Joko
Pinurbo, hingga stand-up comedian Gerallio turut membentuk
cara saya memandang realitas: bahwa sastra dan humor adalah senjata paling
ampuh untuk menertawakan kemunafikan zaman. Bagi saya kemapanan sejati adalah
sebuah omongkosong yang sangat kosong, soalnya saya belum mapan dan belum
mencapai taraf gaji UMR (Upah Minimum RaffiAhmad). Saya suka ngopi apa saja
yang penting halal wabil khusus kopi yang digiling asli, bukan kw. Mengutip
Joko Pinurbo, "Lima menit menjelang
minum kopi,
aku ingat pesanmu: "Kurang atau
lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi."
· //Joko Pinurbo”
Perjalanan
hidup saya juga dihiasi oleh pencapaian-pencapaian kecil yang absurd namun
membanggakan. Di ranah digital, saya mengoleksi sebuah "lencana
kehormatan": pernah diblokir oleh Roy Suryo di Twitter. Pernah difollow Arya Wiguna, si musuhnya Eyang
Subur, habis dia follow
saya eh langsung saya unfollow,
Btw saya pernah memblokir mertua perempuan saya durasi satu tahun, yang saya
kasih nama kontak di WhatsApp itu “Mertua Terbaik di Tata Surya”
Di
panggung musik masa remaja, impian masa lalu terbayar ketika saya bisa bersua
dan berfoto langsung dengan Eka The Brandals, sang vokalis band metal
idola masa itu di sebuah toko roti Sedap Wangi (Googling aja alamatnya, roti
dan kuenya enak-enak, legend). Saya pensiun dari dunia musik. Hijrah, tapi
tetap terbuka untuk diskusi selama masih ada kopinya dan……
Rumah
tangga saya adalah manifestasi nyata dari blessing in disguise—sebuah
anugerah tersembunyi di balik tikungan takdir. Alhamdulillah, saya telah
menikah dua kali, di mana istri pertama memiliki paras yang mirip dengan Raisa
(@raisa6690), dan istri kedua kini pun dengan penuh kasih saya panggil dengan
nama Raisa. Bagi saya, istri itu harus wajib 3 karena is three, kalau
satu namanya is one. Chuakss.
Konsentrasi
bidang ilmu saya di periklanan dengan cakupan media cetak dan out of home,
consumer behaviour, copywriting, digital public relations, pop culture, humour
studies, dan sebagainya yang terkait dengan mass communicaton. Mohon maaf kalau
saya jarang menulis pakai bahasa Indonesia di papan tulis, karena saya terbiasa
menulis konsep dan menggambar in English.
Peraturan Utama WAJIB FARDHU AIN di Kelas Saya
1.
Haram main ponsel
2.
Makruh terlambat
3.
Malas mencatat, maka itu saya wajibkan mencatat di
sebuah buku tulis. Nantinya saya akan gunakan sebagai dalil untuk nilai akhir
semester. Semakin Anda rajin maka terbuka peluang masuk surga jalur rajin
belajar.
Disclaimer: kalau di kelas ada yang
ngantuk pasti tidak akan saya tegur,
karena itu hak privasi kecuali ngobrol karena itu sudah melanggar hak kelas
alias bikin gaduh rebut berisik
Panggilan
Kolaborasi
Bagi
saya, komunikasi bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan seni menyalakan
api pemikiran. Mari kita leburkan sekat antara dosen dan mahasiswa di kelas
ini. Jika Anda ingin menyelami isi kepala saya lebih jauh, menagih materi, atau
sekadar berdiskusi sambil menikmati sebungkus mie ayam porsi jumbo dan segelas
air zam-zam atau secangkir kopi, pintu saya selalu terbuka melalui berbagai
kanal berikut:
Blog
& Tulisan: ketikateksbicara.blogspot.com
Email
Akademik: romika@civitas.unas.ac.id
Instagram:
@junkhaer
WhatsApp:
+6281213515500
Mari
kita jalani semester ini dengan penuh gelora. Selamat datang di ruang kelas
saya, tempat di mana akal sehat diasah, kreativitas tanpa batas diuji, dan blessing
in disguise selalu menanti di setiap tikungan tak terduga. Akhirul kalam,
Alhamdulillah.
[]
No comments:
Post a Comment