Thursday, August 27, 2026

Dosen, "Orang Gila" yang Eling, dan Estetika Huruf yang Menghujam

By RM Kencrot

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Bismillah. Salawat serta salam kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Amma bakdu:

Nama saya Romika Junaidi, tetapi di kepala para pembaca yang akrab dengan tulisan-tulisan saya, orang lebih mengenali saya lewat gaya khas RM Kencrot — sebuah identitas pena yang merangkum filosofi sederhana: Mbeling tapi Eling. Nakal dalam berpikir, liar dalam merangkai kata, namun tidak pernah kehilangan kompas moral dan kesadaran spiritual.

Profesi utama saya itu hamba Allah, sisanya mah hanya duniawi saja, misalnya jadi tukang bekam sekaligus reflexology, atau jadi dosen yang sekarang ada wujudnya nyata di hadapan Antum.

Nah, sebagai pengampu di Prodi Ilmu Komunikasi, saya percaya bahwa perkenalan di hari pertama kuliah tidak boleh terjebak dalam kurikulum yang kaku dan membosankan. Dosen bukanlah sekadar mesin pembaca PowerPoint, melainkan kurator makna. Maka, biarlah esai singkat ini menjadi babak pembuka siapa diri saya di hadapan Anda sekalian.

Hidup bagi saya adalah sebuah perjalanan melintasi batas-batas konvensional. Di luar ruang kuliah, Anda mungkin akan menemukan saya sedang mengendalikan setang motor dalam tradisi touring roda dua, atau mendaki punggung gunung demi mencari keheningan di atas awan. Hobi-hobi fisik ini bukan sekadar pelarian, melainkan cara saya merawat denyut kehidupan agar tetap membumi. Di balik helm dan debu jalanan, kepala saya dipenuhi oleh kecintaan mendalam pada literasi—melahap apa saja dari Al-Qur'an sebagai pedoman hidup mutlak sebagai konsekuensi saya seorang muslim, Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, hingga buku apa pun yang lembarannya bisa dibaca.

Karakter kreatif saya terbentuk dari asupan mental para "orang gila" yang visioner. Saya mengidolakan Remy Sylado—sastrawan serbabisa yang wafat meninggalkan jejak kegilaan estetis, di mana saya cukup beruntung sempat berfoto bersama beliau sebelum ia berpulang. Begitu pula dengan Frank Zappa, musisi jenius yang pernah berkata telak tentang luasnya kebodohan di alam semesta ini "There is more stupidity than hydrogen in the universe, and it has a longer shelf life". Jajaran maestro lain seperti Seno Gumira Ajidarma, WS Rendra, Joko Pinurbo, hingga stand-up comedian Gerallio turut membentuk cara saya memandang realitas: bahwa sastra dan humor adalah senjata paling ampuh untuk menertawakan kemunafikan zaman. Bagi saya kemapanan sejati adalah sebuah omongkosong yang sangat kosong, soalnya saya belum mapan dan belum mencapai taraf gaji UMR (Upah Minimum RaffiAhmad). Saya suka ngopi apa saja yang penting halal wabil khusus kopi yang digiling asli, bukan kw. Mengutip Joko Pinurbo, "Lima menit menjelang minum kopi, aku ingat pesanmu: "Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi." · //Joko Pinurbo

Perjalanan hidup saya juga dihiasi oleh pencapaian-pencapaian kecil yang absurd namun membanggakan. Di ranah digital, saya mengoleksi sebuah "lencana kehormatan": pernah diblokir oleh Roy Suryo di Twitter.  Pernah difollow Arya Wiguna, si musuhnya Eyang Subur, habis dia follow saya eh langsung saya unfollow,
Btw saya pernah memblokir mertua perempuan saya durasi satu tahun, yang saya kasih nama kontak di WhatsApp itu “Mertua Terbaik di Tata Surya”

Di panggung musik masa remaja, impian masa lalu terbayar ketika saya bisa bersua dan berfoto langsung dengan Eka The Brandals, sang vokalis band metal idola masa itu di sebuah toko roti Sedap Wangi (Googling aja alamatnya, roti dan kuenya enak-enak, legend). Saya pensiun dari dunia musik. Hijrah, tapi tetap terbuka untuk diskusi selama masih ada kopinya dan……

Rumah tangga saya adalah manifestasi nyata dari blessing in disguise—sebuah anugerah tersembunyi di balik tikungan takdir. Alhamdulillah, saya telah menikah dua kali, di mana istri pertama memiliki paras yang mirip dengan Raisa (@raisa6690), dan istri kedua kini pun dengan penuh kasih saya panggil dengan nama Raisa. Bagi saya, istri itu harus wajib 3 karena is three, kalau satu namanya is one. Chuakss.

Konsentrasi bidang ilmu saya di periklanan dengan cakupan media cetak dan out of home, consumer behaviour, copywriting, digital public relations, pop culture, humour studies, dan sebagainya yang terkait dengan mass communicaton. Mohon maaf kalau saya jarang menulis pakai bahasa Indonesia di papan tulis, karena saya terbiasa menulis konsep dan menggambar in English.

 

 

Peraturan Utama WAJIB FARDHU AIN di Kelas Saya

1.     Haram main ponsel

2.     Makruh terlambat

3.     Malas mencatat, maka itu saya wajibkan mencatat di sebuah buku tulis. Nantinya saya akan gunakan sebagai dalil untuk nilai akhir semester. Semakin Anda rajin maka terbuka peluang masuk surga jalur rajin belajar.

 

Disclaimer: kalau di kelas ada yang ngantuk  pasti tidak akan saya tegur, karena itu hak privasi kecuali ngobrol karena itu sudah melanggar hak kelas alias bikin gaduh rebut berisik

 

Panggilan Kolaborasi

Bagi saya, komunikasi bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan seni menyalakan api pemikiran. Mari kita leburkan sekat antara dosen dan mahasiswa di kelas ini. Jika Anda ingin menyelami isi kepala saya lebih jauh, menagih materi, atau sekadar berdiskusi sambil menikmati sebungkus mie ayam porsi jumbo dan segelas air zam-zam atau secangkir kopi, pintu saya selalu terbuka melalui berbagai kanal berikut:

Blog & Tulisan: ketikateksbicara.blogspot.com

Email Akademik: romika@civitas.unas.ac.id

Instagram: @junkhaer

WhatsApp: +6281213515500

Mari kita jalani semester ini dengan penuh gelora. Selamat datang di ruang kelas saya, tempat di mana akal sehat diasah, kreativitas tanpa batas diuji, dan blessing in disguise selalu menanti di setiap tikungan tak terduga. Akhirul kalam, Alhamdulillah.

[]

 


No comments:

Post a Comment