Showing posts with label research. Show all posts
Showing posts with label research. Show all posts

Tuesday, August 19, 2014

[Archives] d.a. files [4]



Jun,
Saya sudah baca ulang semua bab. Tinggal satu pertanyaan pokok: Apa fungsi analisis framing Robert Entman yang kau kutip di Bab 1?

Saya baca sampai bab terakhir, analisis Entman tidak kau pakai sama sekali, tetapi kau menggunakan Zhang dan Kosicki. Ada beberapa alternatif yang bisa kau lakukan untuk mengurusi kutipan Entman ini:

1. Kalau tidak dipakai untuk analisis, kutipan Entman itu dibuang saja.
2. Kalau tetap kau cantumkan, beri kritik terhadap Entman atau alasan mengapa kau tidak memakai Entman tetapi memakai Zhang dan Kosicki
3. Kau mengkombinasikan keduanya untuk analisis.

Sebetulnya, cara analisis Entman lebih bagus karena ia membantu membongkar substansi berita tentang terorisme dan mencoba untuk melihat konstruksi media. Sementara Zhang dan Kosicki terkesan sangat teknis sehingga kita tidak mendapatkan evaluasi yang mendalam dari analisis yang kau bikin. Tetapi silakan pilih, mana yang akan kau lakukan.

Dari saya sudah selesai. Silakan ke pembimbing ke dua.

d.a.

Monday, August 18, 2014

[Archives] d.a. files [3]



Jun,
Ada 2 jenis komentar: teknis dan substantive. Yang teknis berkaitan dengan teknis penulisan. Ada di di Bab 1 dan Bab 2. Yang substantif ada di Bab 4 dan 5. Semuanya perlu diperbaiki. Semua lihat di margin bab-bab yg saya kirimkan kembali.

Kalau kau bisa memperbaiki cepat, sy lepaskan untuk sidang meskipun sy masih belum puas dengan sejumlah hal.

d.a.

[Archives] d.a. files [2]



Jun,
Frame berita yang berbeda akan menghasilkan pemaknaan yang berbeda. Kau harus selalu berpikir dengan cara itu. Perbedaan 5W+1H seperti kau contohkan itu belum berarti banyak. Framing yang kau pakau jadinya tak berbeda dengan analisis biasa.

Contoh framing itu begini, misalnya:

Untuk peristiwa yang sama penangkapan dan penembakan teroris, misalnya nedia mungkin memberi bingkai yang berbeda:
Media A: Densus 88 menembak mati teroris
Media B: Densus 88 sewenang-wenang menembak terduga teroris
Media C: Densus 88 bentrok dengan para jihadis.

Media A lebih deskriptif sifatnya dalam melaporkan peristiwa itu, Media B bersikap kritis terhadap densus, Media C memiliki sikap positif terhadap teroris. Analisis framing seperti ini yang seharusnya muncul. Kalau pintu masukmu itu lewat perangkat/komponen jurnalistik spt yang kau contohkan, ujungnya harus bisa menunjukkan apa makna di balik framing itu.

Mungkin analisis framing itu bisa kau kaitkan dengan siapa audiens media tersebut -- selain pengelolanya.

Silakan penelitian, dalami teknik dan makna framing sambil jalan.

d.a.


[Archives] d.a. files [1]



Jun,
Hampir sampai. Ada beberapa komentar:
1. Halaman 16 tentang RQ itu kau narasikan saja biar tidak mengecoh pembaca bahwa itu adalah pertanyaan penelitianmu. Terus beri keterangan, apakah kau mau meneliti sebab-sebab pemilihan framing oleh republika? Kalau iya, RQ itu bisa kau pakai, memang. Tetapi kau harus memodifikasi rumusan masalahmu, tidak sekadar "bagaimana fraing dilakukan" tetapi "mengapa republika memakai framing tertentu?"

Jika kau membatasi pada deskripsi saja, maka RQ-RQ itu gak langsung berguna bagi penelitianmu. Dan berarti kau harus menegaskan bahwa kau tidak ingin menjawab faktor2 penentu pemilihan framing.

2. Prosedur pembacaan framing masih abstrak. Coba, beri saya contoh, bagaimana sebuah framing kau dapatkan dari berita yang kau baca. Tunjukkan, lalu sedikit berikan gambaran bahwa ada framing lainnya yang mungkin diambi republika api tak digunakan dalam berita itu.

Kalau kau bisa memberi contoh, kau bisa segera penelitian. Contoh itu gak usah panjang, cukup diringkas satu halaman saja, dan kirim ke saya lewat email.

d.a.