Thursday, May 8, 2014

Filsafat dan Saya: Sebuah Refleksi



Apa itu filsafat?
Filsafat berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua kata: fileo yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Kurang lebih artinya cinta akan kebijaksanaan.
Bagi saya, filsafat adalah berpikir tehadap sesuatu yang sejatinya tidak perlu dipikirkan. Fisafat hadir bukan untuk memecahkan masalah. Karena filsafat tidak memikirkan bagaimana cara membuat roti namun hanya mengajarkan bagaimana membuat roti menjadi enak. Padahal orang hidup pastilah mempunyai masalah, kecuali orang hidup yang telah wafat.
Ada yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa Arab. Belum pernah saya temukan di kamus bahasa Arab yang menyatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa Arab. Jika pun ada, pertanyaan selanjutnya bagaimana mentasrifkan kata tersebut menjadi turunan verba, partisipel dan seterusnya yang sangat penting dalam kaidah bahasa Arab. Lagipula kata filsafat tidak pernah dikenal dalam bahasa Arab lama. Bahkan dalam bahasa Arab Kuna, orang Arab menyebut filsuf dengan ahli kalam karena pandai berkalam sehingga dapat mengelabui orang banyak dengan kemampuannya, persis seperti kaum Sophis yang hidup di Eropa zaman dahulu.[1]
Salah seorang yang datang setelah zaman sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yakni Al Ghazali sebelum wafatnya bertaubat dari filsafat, disertai membuat buku bantahan yang berjudul “Kerancuan Filsafat” dimana di situ beliau membantah habis-habisan bagi para penyelam filsafat sampai ke akar-akarnya.[2]
Di dalam tulisan ini saya tidak bermaksud melecehkan, merendahkan, mendiskreditkan orang,  lembaga, golongan dan sebagainya. Saya hanya mengikuti apa yang didapati oleh akal dan hati saya sebagai manusia biasa demi merefleksikan apa yang telah saya dapat dari mata kuliah Dasar-dasar Filsafat. Bahkan terlepas dari itu semua, saya mengucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah tersebut serta permohonan maaf jika selama kuliah berlangsung saya melakukan kesalahan. Sejujurnya bagi saya pengajar telah memberikan hal yang terbaik sehingga membentuk kerangka berpikir saya menjadi lebih berkembang. 

=====================

Tulisan ini merupakan tugas akhir mata kuliah Dasar-dasar Filsafat yang diampu oleh Mas Ganang Dwi Kartika M.Hum.

30/12/2007


[1] Periksa: Refutation of Greek Logician (Ar Radd ‘Alal Mantiqiyyin), Ibn Taimiyah, Bombay, 1949 (1368)
[2] The Incoherence of the Philosophers (Tahafutul Falasifah), Al Ghazali

No comments:

Post a Comment