Friday, May 9, 2014

Takbiran di Kereta Api



gerbong KA GayaBaruMalamSelatan melaju
menderu isyarat bijak berdoa
hujan air datang dan pergi seiring waktu
laksana cinta monyet di bangku sekolah
kepulan asap rokok menyeruak di dalam kereta
layaknya kabut kematian yang
berkamuflase di batang tembakau
sesak terasa menuju hati
penat menyurup ke dalam otak
pedagang asongan berkutat dengan masygulnya
peduli setan langit runtuh
asal asong habis hati senang
walau orang lain menjadi bukan orang
perjalanan yang melelahkan jiwaraga
pertama dalam hidupku
takbir kulisankan di dalam sepur
yang membawa segenap lamunan
Allahu Akbar, Yhwh Gadol
menembus malam gulita semenjak surya
kembali ke peraduannya
Sala Kutha Budhaya menanti di sana
di ujung penantian bersua dengan kanca
yang lama hilang ditelan arus ibukota

duabelas jam sudah waktu bergulir
Stasiun Purwosari menjadi saksi
tengah malam buta aku tiba
di kota Surakarta

No comments:

Post a Comment