Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Tuesday, February 25, 2025

Doa Minta Laptop dan Percaya


Doa itu merupakan inti dari hamper seluruh ibadah yang Allah syariatkan di bumi ini. Seluruh kegiatan hamba terangkum dalam satu kata yaitu doa sehingga sampai ada pepatah bilang tiada kata seindah doa. Bicara soal doa, saya punya suatu kisah unik yaitu tentang doa dan harapan akan laptop baru, maksudnya baru di sini sebagai pengganti yang lama, jangan salah paham. Nah singkat cerita saya pernah doa minta laptop pengganti mengingat laptop yang terakhir saya pakai teramat usang dan lemot untuk dipakai bekerja sebagaimana mestinya. Walhasil saya angkat tangan dan doa spesifik intinya minta laptop pengganti bebas mau baru atau bekas. Alhamdulillah doa saya diijabah. Tepat pada acara The Lightify Project dimana saya menjadi panitianya dan di situ saya hanya bawa barang seadanya alias tas kosong, Alhamdulillah dengan izin Allah ketika pulang saya bawa laptop yang dengannya saya tulis kisah ini.[]

Thursday, September 11, 2014

Yep, Im manja. So what?



Dari kemarin, babang sibuk.
Komunikasi jarang. Aku awalnya bisa tahan.
Tapi, gadis mana sih yang bisa tahan gak denger suara pacarnya begitu lama.
Kangen akuh.




==========================

Tadi karena sakit, aku kebangun jam 10.
Yang kepikiran pertama kali ketika bangun, selain sakit kepala dan pengang, adalah babang. Aku langsung telpon dia, tapi katanya dia lagi kuliah.
Jadi aku kasih tahu aja, dengan agak sediih, kalau aku sakit. Dan aku mau tidur seharian.

Abis itu, aku tidur.

Bangun jam 3 aku beli makan, terus makan.
Selesai makan aku nonton anime di laptop.
Pas lagi nonton, --sambil tenggelam di tumpukan tissue buat ngelap ingus + bersin -- si babang telpon.
Langsung aku ambil telepon, aku naik ke tempat tidur terus aku angkat,
Dengan perlahan aku bilang, "halooh..."

Pas babang jawab, gak perlu lama lagi, mataku berkaca-kaca.
Dan ketika babang bilang, "Kenapa? neneng sakit apa? Neneng mau apa skrg?"
Meledaklah tangisku.
"Mau babang....." ujarku dalam tangis dan isakan.

Yep, Im manja. So what?


-Kasih Elia-

Tuesday, May 27, 2014

#Arsip Yang Tercecer



Ya aku salah. Aku minta maaf. Mungkin km gak mau maafin. Dan km sudah gak peduli lg. Dimaafkan atau tidak, aku pamit pergi. Aku gak nyangka, dari semua org, km yg menjatuhkan mimpiku. Aku pikir km akan mendukung, ternyata km malah menjatuhkan semangatku. Aku selalu inget kata2mu kamu mau aku mandiri dan bisa jaga diri kalau km lg ga di jakarta. Aku mau tunjukin aku bisa berkembang supaya km bangga. Aku mau bisa main gitar atau kibort supaya bisa mainin sedikit lagu buat km meski mungkin km gak butuh. Aku mau maenin 1 lagu di hari lahirmu dan aku gak punya alat latihan. Kalau aku les minimal aku bisa pegang alat seminggu sekali. Tp kenapa gitu, kenapa km begitu gencar mematikan semangatku les. Kenapa km gak mendukung aku berkembang. Aku kecewa. Aku kecewa sama diri aku sendiri. Ternyata di matamu aku cuma cewek lemah yg gak perlu ngapa2in. Aku gak boleh ngapa2in. Iya, aku paham. Aku minta maaf sudah melawan. Tp awalnya aku memang bernada biasa. Kamu yg berprasangka. Aku gak bisa mencegah. Silakan km benci aku. Maaf. Selamat tinggal.
Belloparole Online Store

-Kasih Elia-

Wednesday, April 30, 2014

Dear Diary,


Entah ini kali ke berapa aku menulis diary; yang ketika aku masih duduk di bangku SMP aku mengeja diary dengan diare; yang konon padan dengan kata mencret di KBBI. Aku pernah punya buku diary sebagai bukti anak yang hidup di jaman 90an. Isinya? Mirip formulir cuma minus pas foto dan materai 6 ribu saja.  Buku diary-ku waktu itu gak pakai gembok; karena aku tahu buat apa juga digembok kalau ujungnya bakal dibuka kembali, bikin repot saja. Oh iya aku pernah punya memorabilia unik jaman SMP; namanya buku ‘asal coret’. Norak sih tapi kenangan di dalamnya luar biasa; karena muatan sejarah yang menulisnya itu teman-teman saya sendiri. Tolol memang namun itulah narsis ala anak yang hidup di jaman itu; jaman dimana pengguna internet masih bisa dihitung dengan jari. Walaupun begitu, buku asal coret ini sampai dibikin jilid 3. Mencengangkan. Terhitung hal ini dikarenakan rekues dari teman-teman saya sendiri untuk melanjutkan buku ini sampai sejauh mana kuatnya; dan walhasil sampai tiga seri. Luar biasa. Tepuk tangan.

Aku kangen. Aku kangen kenangan kita; mungkin naïf terdengarnya. Nggilani. Menjijikkan. Sudah 4 hari aku hanya terbaring di kamar, tak bisa melakukan sesuatu dengan normal; alias butuh seseorang untuk membantu kegiatan sehari-hari. Aku tahu kamu sibuk. Ya apalah dengan segala tetek bengek aktifitasmu.  Jujur sih aku gak butuh ini itu dari kamu; aku cuma butuh kabarmu dalam format teks pesan singkat. Sederhana. Apa susahnya sih kirim pesan? Gak tau lah. Aku makin gak paham dirimu, apalagi diriku sendiri aku makin njeleh. Sebenarnya malas buatku untuk kasih kabar ke kamu; ngapain juga. Seakan ada dan tiadanya kamu itu gak ngaruh juga di sakitku ini.

Aku teriak-teriak gak jelas juntrungannya karena toh gak ada juga orang yang mendengar teriakanku. Aku tahu kalau aku gak tahu apa yang mesti aku lakukan.  Rasanya aku ingin keluarkan roh dari dalam jasad terus aku gentayangi kamu. Biar kamu mampus; gitu bahasa sastranya Chairil Anwar. Sudahlah aku akhiri saja curhatku; bukan suratku. Karena konon kata ‘surat’ sudah gak payu lagi ketimbang kata ‘curhat’ untuk mewakili emosi anak gaul masa kini padahal artinya cuma kepanjangan dari kata curahan hati. Sudahlah. Aku capek. Intinya andai kamu ada di hadapanku sekarang, aku cuma mau lakukan satu hal untukmu: gampar pipi kamu bolak-balik.

Tuesday, March 4, 2014

[Arsip Curhat] Curhat yang Tak Terkatakan

aku tadi mau nulis di kaskus, tp aku (LAGI-LAGI SELALU) inget kata2 kamu supaya aku curhat di kamu kalau lagi galau. Jadilah tulisan begini:


==========================BATAS CURHAT==========================
lagi ngerasa rendah diri banget.
gue benci sama cewek cewek yang ada disekeliling dia.
benci!!
Gue pengen bilang bangsat, taik, anjing, tapi gue ngerasa ada yang ngerem.
Gue pengen damprat mereka, gue pengen tega maki2 mereka tapi gue ga tega.

Kenapa sih ci, lo masih nahan diri?
Gue gak mau dibenci sama orang yang gue sayang.
Tapi orang yang gue sayang, gak ngerti seperti apa penderitaan gue nahan cemburu, nahan teriakan.

Gue pengen bisa leluasa menyampaikan keinginan gue, tapi nampaknya gue terlalu lebay.


Memang, cowo manapun pasti ga akan mau sama cewek kayak gue.




-------------------------


anjiiirr ci, lo kenape?
anjir lo ngelempar diri lo rendah banget ya buat seorang laki-laki. kok begitu sih? lo masih punya harga diri kan ci?



----------------------------------

gue masih punya harga diri, tapi sayangnya, rasa sayang gue tulusnya melebihi harga diri, [I]man[/I]!!
gue udah ngebuang sifat ego gue.. dan untuk gue yang SANGAT AMAT GAMAU KALAH, gue rela terus menerus ngalah. MAN!!! Itu pengorbanan yang besar buat cewe yang terbiasa memimpin kayak gue. Tapi dia ga ngerti itu. Dia selalu bilang gue keras.

Gue udah neken sifat gue, tapi emang gue bisa berubah bagaimana lagi sih?????? Dia pengen gue kayak mantannya, apa bisa sama persis. Gue bukan mantannyaaa!!!! :( :( :(

Gue bener2 kepengen dia ngehargain usaha gue, dan memaklumi sisa2 sifat egois yang setidaknya ga seperti dulu.. gue pengen dia memaklumi sisa sifat egois itu sebagai bagian gue yang ngegemesin dan bisa bertengkar kecil tapi ga untuk dibesar-besarin. :( :( :(

Apa memang kejelekan gue udah terlalu banyak. sampe2 dia udah terlalu capek buat nemenin gue... Ya Tuhaaaann :'""""""(((((



==========================BATAS CURHAT==========================

begitulah ....
aku galau.....
aku sebenernya pengen bisa ngehibur km yang lagi dalam kekosongan... :'(
Sumpah yang.. tp maafin pacar kamu yang ga punya kemampuan ini...

Thursday, November 21, 2013

[Arsip Curhat] Betapa Aku Mencintaimu -Bagian 2



=========================================================================== ========

Aku bodoh, atau tulus
Aku sendiri tak tahu
Aku begitu ingin memberi kebahagiaan untukmu, tapi kadang yang kudatangkan hanya amarah
Aku begitu ingin menarik bangga ke dalam dirimu, tapi seperti biasa, hal yang kulakukan karena kebodohanku, hanyalah mendatangkan kerugian.
Menanam kekecewaan.
Maafkan aku. Maafkan aku.
Kurasa aku bodoh, bukan tulus.
Kurasa aku yang tak tahu kapan harus berhenti

Aku tak tahu bagaimana cara menghentikan perasaan yang meluap-luap ini
Sampai dadaku sakit rasanya, sesak
Perasaan mencintaimu ini begitu besar
tapi,...tapi,... aku tak tahu apa yang harus kulakukan
Aku ingin melakukan sesuatu yang besar untuk mu
tapi aku mundur. aku takut menghancurkan segala sesuatu. aku takut berbuat salah.

Kadang aku terbangun di satu malam, dan tak bisa berhenti menangis
Tak bisa berhenti berkata,
"Jun aku cinta kamu. Babang, aku cinta kamu. Jangan pergi. Jangan pergi."
Sampai akhirnya aku terjatuh, terlelap dalam tidurku sembari menangis
Dan bangun dengan muka bengkak di pagi hari.


Aku cinta kamu babang, aku cinta kamu.


-Kasih Elia-

[Arsip Curhat] Betapa Aku Mencintaimu -Bagian 1


(ditulis oleh Kasihelia)
 
Aku tahu aku mencintaimu ketika aku terbangun di kala subuh hanya untuk mengingat sudah berapa kali aku merindukanmu hari inni.
Aku tahu aku mencintaimu ketika tanganku bergetar, memikirkan apa yang sedang kau lakukan di sana,
Aku tahu aku mencintaimu ketika tak peduli seberapa kalipun kau membuatku kecewa dan bersedih, aku masih, entah dari mana, memperoleh kekuatan untuk tersenyum di depanmu. Menyembunyikan segala keraguan yang muncul, segala perasaan tak nyaman yang tersimpan.

Mungkin kau takkan pernah tahu
Mungkin pengorbananmu untukku lebih besar dari ini
Mungkin ini tak seberapa
Tapi hanya agar kau tahu, hampir setiap malam tubuhku menggigil dan otakku berputar
Aku merasa begitu kecil, begitu bodoh, mencoba mencari hal apa yang seharusnya kuberi untukmu
Aku merasa begitu terbuang, begitu sia-sia, tak bisa berbuat apa-apa, membuat apa-apa
untukmu.

Aku tersenyum.
Lihat kan, aku tersenyum
Tak peduli seberapa jauh aku harus berlari, dan berapa kali harus kumenunduk
Tak peduli seberapa sering aku menangis hingga kering rongga mataku
Tak peduli, tak peduli, tak peduli.
Aku hanya peduli padamu dan senyummu.



-Kasih Elia-