Wednesday, January 6, 2016

Surat Lelaki buat Wanita (i)



I

Apa kalian tahu wahai wanita? Dibalik sosok laki-laki dengan semua sifat yang berlainan dengan wanita sesungguhnya laki-laki itu butuh bersandar. Jangan kira karena mereka sibuk dengan ikon kejantanan dan maskulin, mereka tak butuh dengan yang berakhiran pasif. Disayang. Dimanja. Di- ….

Lelaki itu manusia yang ada sebelum wanita yang dicipta dari tulang rusuk laki-laki. Artinya ada satu bagian dari lelaki yang tidak sempurna. Lelaki tak bisa berdiri tegap dengan sempurna tanpa tulang rusuk yang hilang itu, wanita. Dan sesungguhnya tangis lelaki itu samar. Dia tak selayaknya tangis wanita yang meraung menderudebu memecah kesunyian. Lelaki pun menangis. Iya, mereka menangis dengan caranya sendiri. Dan kalian harus tahu wahai wanita, saat itulah lelaki sedang rapuh. Mereka butuh tempat bersandar. Ibarat sang raja yang butuh singgasana. Maka jadilah singgasana yang baik bagi lelaki. Karena kalau lelaki telah menemukan singgasana yang nyaman, pastilah dia tak akan berpindah mencari singgasana lain. 

Sesungguhnya curahan hati lelaki berbeda dengan wanita. Mereka curhat dengan lirih, tidak mainstrim. Dengarkanlah. Niscaya kalian akan mengerti mengapa lelaki tidak pernah menjerit histeris untuk menyampaikan maksudnya kepada wanita, kecuali dalam konser musik metal.

No comments:

Post a Comment