I
Apa kalian tahu
wahai wanita? Dibalik sosok laki-laki dengan semua sifat yang berlainan dengan
wanita sesungguhnya laki-laki itu butuh bersandar. Jangan kira karena mereka
sibuk dengan ikon kejantanan dan maskulin, mereka tak butuh dengan yang
berakhiran pasif. Disayang. Dimanja. Di- ….
Lelaki itu manusia
yang ada sebelum wanita yang dicipta dari tulang rusuk laki-laki. Artinya ada
satu bagian dari lelaki yang tidak sempurna. Lelaki tak bisa berdiri tegap
dengan sempurna tanpa tulang rusuk yang hilang itu, wanita. Dan sesungguhnya
tangis lelaki itu samar. Dia tak selayaknya tangis wanita yang meraung
menderudebu memecah kesunyian. Lelaki pun menangis. Iya, mereka menangis dengan
caranya sendiri. Dan kalian harus tahu wahai wanita, saat itulah lelaki sedang
rapuh. Mereka butuh tempat bersandar. Ibarat sang raja yang butuh singgasana.
Maka jadilah singgasana yang baik bagi lelaki. Karena kalau lelaki telah
menemukan singgasana yang nyaman, pastilah dia tak akan berpindah mencari singgasana
lain.
Sesungguhnya
curahan hati lelaki berbeda dengan wanita. Mereka curhat dengan lirih, tidak
mainstrim. Dengarkanlah. Niscaya kalian akan mengerti mengapa lelaki tidak
pernah menjerit histeris untuk menyampaikan maksudnya kepada wanita, kecuali
dalam konser musik metal.
No comments:
Post a Comment