Thursday, January 21, 2016

Kata Pengantar Tesis



Bismillah. Segala puji bagi Allah Maha Esa, kami memuji-Nya, mohon pertolongan-Nya, serta mohon ampunan-Nya. Kami berlindung dari kejelekan jiwa dan kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk, maka tak ada yang mampu menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan, maka tak ada yang mampu memberi petunjuk. Salawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada para keluarga, para Sahabat, serta pengikutnya hingga akhir zaman.
Satu masa satu torehan sejarah. Suka duka bercampur dalam darah, keringat, dan air mata. Tesis ini sebagai perwujudan syukur penulis dan sebagai bentuk ibadah berbakti kepada kedua orang tua yang tiada henti memberikan kasih sayangnya hingga detik ini. Penulis percaya ada tangan-tangan gaib “invisible hand” yang bekerja serta doa yang mustajab hingga tesis ini dapat rampung pada akhirnya. Untuk itu penulis haturkan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu hingga tesis ini rampung.
Mas Dodi selaku pembimbing utama serta ketua jurusan Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi yang telah memberikan banyak pencerahan kepada penulis. Dirimu panutanku dalam dunia akademis, terimakasih atas torehan sejarah bagi linimasa hidupku. Senang bisa bertemu dengan dosen seperti dirimu, dosen yang pertama dan terakhir kali mengajar kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Cak Budhy Kazeth selaku pembimbing kedua serta rekan diskusi yang baik. Terima kasih tak henti-hentinya membimbing saya dengan banyak masukan berharga. Perjumpaan satu jam bersamamu di kantin FISIPOL tak akan ku lupa. Mbak Yayuk dan Mas Ngurah atas uji kelayakan bagi kelulusan saya. Terima kasih tak terhingga atas masukannya yang jelimet dan detail satu per satu menguji kelayakan dengan teliti menelisik isi tulisan saya dan memberikan input berharga. Kalian semua jadi panutan saya, terima kasih sudah sudi mampir jadi bagian sejarah hidup saya. Bravo!
Seluruh dosen dan staf pengajar di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada yang telah memberikan banyak ilmu dan pengarahan. Mas Widodo, Bang Abrar, Mbak Monik, Mbak Hermin, Mas Wisnu, Mas Sulhan, Mas Prof Nunung. Terima kasih tak terhingga atas ilmu dan pengabdian mas dan mbak semua. Saya merasa terhormat pernah menimba ilmu dengan kalian. Tak lupa untuk Mbak Okta sang admin yang selalu sabar dan ramah menghadapi saya, semoga menjadi amal saleh kelak. Barakallahu fikum.
Teman-teman seperjuangan Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada:  Rendy, Feri, Vivien, Raras, Inne, Aat, Yudha, Kiky Lia, Dewi, Runi, Tyas, Fajri, Radit, Nadya, Inda, Monic. Tak lupa terima kasih saya haturkan khususnya kepada rekan-rekan konsentrasi Ilmu Komunikasi dan Media (IKM): Kiki Fad, Dani, Mas Deni, Lala, Tika, Nala, Diyah. Kalian telah menjadi inspirasiku selama ini, dan doaku semoga perkariban ini langgeng selalu. Matur nuwun, dab.
Bang Irwan Ariefiyanto selaku Pimpinan Redaksi kantor berita Republika (ROL) dan Mas Heru Margiyanto selaku Wakil Pimpinan Redaksi Kompas Online (Kompas.com) atas pertemuan dan wawancara yang menarik. Tak lupa untuk Nuril Aini atas jasa bagi penulis membantu segala berkas proses masuk seleksi penerimaan mahasiswa baru Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada. Jasamu sungguh besar, lur!.
Rekan-rekan diskusi Republik Berak Lancar (ReBeL): Shubhi, Hendaru, Arief Kiwil, tak lupa Nona Aci Kasih Elia. Terimakasih atas diskusi dan diskursus yang bermanfaat bagi penulis. Tak lupa untuk mendiang (Alm.) Eko Prasetyo Raharjo bin Tumidjo, tesis ini sebagai hadiah dan pembuktian ucapan permohonan maaf dan terimakasih saya yang tak sempat terucap untukmu, kawan. Semoga tenang di sana. Tak lupa buat Pak Al Chaidar sebagai dosen pembimbing tempat saya berdiskusi mengenai terorisme dan teman duduk ngopi yang asyik. Terimakasih atas buku dan kopinya, Pak!
Tak lupa juga segenap penghuni Asrama Mahasiswa AMSA 211 Jl. AM Sangaji Yogyakarta, terkhusus Bu Hj. Waldiyono dan Pak Mamik selaku pemilik dan pengelola. Lenovo G470, Fold X, Samsung LED TV 22” yang setia menemani dalam suka dan duka serta menjadi barang duniawi yang bermanfaat untuk akhirat. Yogyakarta telah memberi makna buatku atas setangkup rindu, ijinkan aku untuk selalu pulang lagi!
Tidak lupa untuk adik penulis Annisa Nurfadila Putri, semoga lekas masuk dunia akademik kampus. Buat kakak penulis, Dody Mardanus Cani, M. Pd selamat atas kelulusan master pendidikannya, semoga berkah selalu. Terakhir bagi kedua orang tuaku, Drs. Abdul Rahman Hamid & Asma Malik, S.Pdi. Terima kasih atas segalanya, pertaruhan hidup dan mati yang telah kalian beritakan kepada anandamu ini. Hanya ini yang mampu anandamu berikan untuk kalian berdua. Kalian lah alasanku melanjutkan cita-cita, kalian segalanya di hidupku.
Terima kasih untuk semua pihak yang telah memberi dukungan moral dan spiritual tanpa bisa penulis sebutkan rinci satu per satu. Matur nuwun sedayanipun untuk Anda dan Anda dan Anda semua. Penulis mohon maaf jika ada kekurangan dalam penulisan tesis ini. Penulis sadar bahwa tidak ada kesempurnaan dalam segala hal, karena kesempurnaan hanya milik Allah Maha Sempurna. Harapan penulis semoga tesis ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi semua dan amal saleh kelak bagi penulis. Atas perhatian sidang pembaca yang budiman, penulis ucapkan terima kasih. Akhirul kalam, Alhamdulillah.


                                                                             Jakarta, September 2014
                                                                             Si Anak Hilang


                                                                              Romika Junaidi









HALAMAN PERSEMBAHAN

اصبرعلى مر الجفا من معلم  //  فإن رسوب العلم في نفراته

ومن لم يذق ذل التعلم العلم ساعة  //  تجرع ذل الجهل طول حياته

ومن فاته التعليم وقت سبابه  //   فكبر عليه أربعا لوفاته

حياة الفتى –والله- بالعلم والتقى  //   إذا لم يكونالا اعتبار لذاته


"Be patient over the teacher’s strictness and harshness,
For the stores of knowledge are present in his harshness.
Whoever does not taste the humility of learning, even for an hour,
Will drink the humility of ignorance for the rest of his life.
For him who misses out on learning in his youth,
Then announce four takbirs over him for his death is due.
By Allah, the life of a youth is by knowledge and piety,
If they are not present, then nothing can express his existence."
[Imam Ash-Shafi’i]




untuk:
Papa & Mama

No comments:

Post a Comment