Friday, April 11, 2014

Angguk-angguk Guk-guk

 Mengangguk-anggukan kepala sok mengerti; tampaknya hal ini hanya terjadi di negeri ini. Ceramah, khutbah, kuliah, seminar, sarasehan, diskusi yang jadi TKP-nya. Sebut saja: angguk-angguk guk-guk.

Mengangguk, yang berasal dari kata dasar angguk menurut KBBI bermakna: angguk 1 /ang·guk / n gerakan menundukkan kepala (tanda setuju, mengantuk, dsb);-- bukan, geleng ia, pb lain di mulut lain di hati;

Ya, guk-guk. Alias anjing; hewan yang bisa menggonggong kalau dia penakut, tapi setia pada sang majikan. Manusia negeri ini hobi meniru tingkah polah hewan berkaki empat yang sering jadi bahan caci makian umpatan ini. Goyang kepala ke atas-bawah berulang-ulang seolah di leher ada per elastis yang bikin nikmat asyik masyuk mengangguk. Saya heran dengan tipe manusia model ini, yang terkadang pada nyatanya hal apa yang dia anggukan tersebut dia sendiri tidak paham artinya. Persis seperti kelakuan anjing; disuruh majikannya ini itu ya manut saja, tanpa paham esensi apa yang ada di balik perintah majikan tersebut. Pesan apa yang terkandung di dalamnya. Biasanya kegiatan mengangguk ala guk-guk ini disertai dengan gestur mata yang sedikit ditutup seperti orang sedang santai di pinggir pantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Entahlah apa yang ada di benak si pengangguk. Guk!


No comments:

Post a Comment