Negara ini tampaknya menganut paham "hancur dulu, baru benerin". Harus menunggu korban jiwa dulu baru kemudian membenahi sarana publik. Anggaran sudah ada setiap tahun, namun lebih pas dengan jiwa bangsa ini yang nunggu sampai jatuh korban (bahkan kalau bisa sampai parah). Alih-alih banyak sarana publik yang sejatinya mayoritas merupakan peninggalan warisan penjajah yang usianya sudah uzur dan tidak layak pakai, masih saja digunakan tanpa adanya usaha untuk renovasi. Sudah berapa tahun bangsa ini merdeka? Ah rasanya belum merdeka, jawab si John Koplo.
Ya, tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa beneran ya sekalian saja tunggu hancur dulu, baru benerin...
No comments:
Post a Comment