Thursday, March 30, 2017

Risalah Penting Jaman Genting




Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad

Amma bakdu:
Sedih rasanya tau kalau kamu sedang mengalami masa kesulitan dalam kuliah. Itu sebabnya aku pengen banget ketemu kamu walau Jakarta-Bandung sekalipun adalah nama jarak yang mesti ditempuh. Sepele bahkan mungkin gak penting. Aku cuma mau kasih semangat ke kamu. Seenggaknya bisa jadi cermin kalau kamu ngaca. Jadinya kamu gak kesepian amat. Iya memang benar aku pengen ke Bandung juga sekalian beli celana jins di Cihampelas, tapi ternyata kamu lebih penting dan populer ketimbang hanya sekedar beli sesuatu yang nanti juga bisa beli, bareng kamu. Aku selalu berdoa berdoa dan berdoa selalu yang terbaik buatmu. Mengutip Mbah Sapardi Djoko Damono dalam puisinya yang ngetop itu “aku mencintaimu, itu sebabnya aku tak pernah berhenti mendoakan keselamatan untukmu”.
Nah kiranya ini curhat penting yang ingin aku sampaikan ke kamu di Bandung, Parisnya Jawa, namun karena aku tau kamu sedang berjuang untuk masa depan maka itu yang lebih ketimbang aku harus ketemu kamu, merusak waktumu yang mahal dan lebih berharga untuk saat ini. …
--------------
Aku mau sedikit bercerita. Semenjak kita sudah gak ketemu lagi waktu kemarin itu, tiap malam ada rahasia yang gak ada orang tau soal aku. Iya, setiap aku mau tidur selalu liat fotomu dulu, tentunya di situ kadang ada aku, maksudnya ada cerita tentang kita lebih tepatnya.
Aku sudah gak tahan lagi.
Aku sayang kamu lebih dari yang kamu tahu. Aku pengen hidup sama kamu selamanya. Ini bukan klise apalagi bulsyit (kalo bullshit itu ejaan Inggris). Hari demi hari yang aku lalui semakin membuatku yakin kalau kamu memang ditakdirkan selalu bersamaku. Aku gak peduli berapa banyak pacarmu. Aku juga tau kamu selalu sayang aku bahkan sampai titik dimana orang lain berpikir ngapain sih masih perhatian sama orang yang ya katakanlah udah (sok) punya hidup sendiri. Dengan tegas aku nyatakan sampai kapanpun aku bakalan nungguin kamu untuk perasaan yang harus diselesaikan dengan mahar dan ijab kabul beserta saksi dan wali. Aku percaya semua yang terjadi dalam hidupku ini bukan sekedar kebetulan. Allah sudah takdirkan aku selalu bersama kamu suka duka. Dan kita bukan baru kenal kemarin sore. Kita sudah pernah lalui pagi siang sore dan malam bersama. Naif rasanya bohongi diri sendiri, mungkin bagiku itu sifat pecundang dan aku gak pernah bisa lakuin itu, kamu pun tau. Dari pembacaanku selama ini, gak ada yang bisa mengalahkan kita kalau lagi bersama. Kita amat menikmati saat demi saat detik demi detik setiap linimasa kemana kita melangkah berdua. Dan aku sangat menikmati setiap saat bersamamu, persis seperti apa yang kamu tulis di file-ku itu, yang butuh waktu 1 tahun buatku menemukan harta karun yang luarbisa itu. Aku tahu aku sedang diuji, begitupun kamu. Kita sama-sama sedang merasakan pahit getirnya hidup. Maka ijinkan aku selesaikan apa yang mesti aku selesaikan dulu yang menjadi bagian masalalu hidupku yang sudah aku ceritakan semua ke kamu. Aku mau nikah sama kamu, aku mau nikahin kamu. Ibadah bersama. Hidup mati bersama walau mungkin mati kita tidak bisa sama-sama. Aku bosen hidup sendiri gak ada yang ngurus. Banyak butuhnya anu itu nganu.

Perasaanku semakin kuat hari demi hari. Semakin lama aku semakin sayang kamu. Semakin aku ngefans sama kamu dan semakin aku tergila-gila sama kamu. Entah kamus bahasa mana lagi yang bisa terjemahkan cinta atau sayang atau apalah ini namanya karena buatku cinta itu gak perlu banyak retorika ba bi bu apalagi pake pencitraan tai kucing. Cinta itu hidup! Dan dia itu kamu. Dia bernama Putri Andarini binti Soetedjo. Demi Allah.

Asal kamu tau, aku kenal kamu jauh sebelum aku mengenal wanita ini itu aiueo di hidupku. Kamulah yang pertama. Kalau kamu masih inget dulu aku sampe sok-sok gabungin id kaskus jadi ngatno.zcl. Konyol memang tapi kiranya itu menjadi saksi perjalanan sejarah kalau cintaku itu bukan tanpa latarbelakang, yang jadinya mirip tahu bulat digoreng dadakan limaratusan hangat gurih gurih nyoyyy. Aneh memang, cuma kamu wanita yang setia ngotot nanya apa kabar kak, padahal aku sudah ini sudah itu sudah bersama wanita lain. Hal yang biasanya dihindari wanita. Aku banyak belajar cara bagaimana menghargai wanita dari kamu. Aku bangga denganmu, di usia yang muda kamu sudah berpikir jauh melesat dewasa dibanding wanita seusiamu. Kelak jika waktu mengijinkan insha Allah aku bangga jadi laki-lakimu. Jadi pemimpin keluarga. Dan aku bangga kamu jadi ibu bagi anak-anak kita kelak. Itu aja. Sesimpel itu doaku. Tak ada alasan buatku menolak kamu jadi jodohku, jadi istri yang sah untuk suami yang sah dunia akhirat. Yang seandainya kisah kita ini ditulis jadi novel bakalan membuat boros kertas karena panjang lebar tinggi gak ada habisnya gak ada matinya. Semua sudah kita tempuh, kecuali satu hal. Menikah.

Maaf kalau aku beberapa kali menjauh dari kamu. Ya mungkin itu yang namanya canggung. Aku sempat bertanya pada diri sendiri seraya kesel. Ngapain juga aku mesti canggung sama orang yang jelas-jelas aku sayang.
Oh iya kamu pasti masih inget waktu kita nobar film AADC2. Kamu bilang gak tau film AADC yang pertama soalnya kamu masih kecil banget waktu itu ya. Mungkin rasanya film itu tepat menggambarkan apa yang kita alami sampai saat ini. Cinta itu gak akan pernah bisa musnah. Karena cinta kita itu suci bukan cuma sekedar omongkosong belaka atau macam angkot yang cuma numpang ngetem terus lewat gitu aja. Entah kenapa waktu kita nonton film itu, aku seperti punya perasaan dan intuisi kalau kisah itu bakalan menimpaku cepat atau lambat. Dan ternyata…..

Ada sebuah kutipan menarik soal cinta, yang berbunyi: “ to love someone is nothing, to be loved by someone is something, but to be loved by the one you love is everything.” ~Bill Russel.
Dan aku sudah temukan dan rasakan semua dari kutipan di atas bersamamu. Bukan dengan wanita lain. Sungguh! Ini bukan hoax. Kalau boleh aku mendefinisikan cinta pada lawan jenis maka jawabannya adalah kamu, bukan merk lain.

 Takdir membimbingku ke sini. Aku ternyata semakin paham kalau Allah pertemukan sepasang manusia yang memiliki level sepadan. Tidak mungkin seorang putri raja menikah dengan pangeran kodok, itu hanya ada di film rekaan orang Barat kafir belaka. Aku berpikir angin apa yang bisa membawa kisah kita sejauh ini. Entah. Tapi yang jelas aku percaya ini bukan suatu hanya kebetulan belaka. Ada hikmah dibalik semua ini. Sehingga Allah gerakkan perasaanku semakin sayang ke kamu kian hari. Kita sudah sama-sama dewasa, walaupun definisi dewasa itu amat relatif. Ya katakanlah dewasa menurut versi kita lah. Kita sudah paham cinta itu gak perlu pengorbanan, dia mengalir apa adanya ibarat matahari saban hari gak pernah bosen tuh menyinari bumi gak pake bayaran pula. Dan dengan ini aku tegas ingin menyatakan jikalau kamu takdirku maka aku akan berjuang apapun untuk itu, aku ingin berjuang untuk kebahagiaanku. Dan asal kamu tau, aku bahagia sama kamu. Aku ingin berjuang untuk masadepan, sesuatu yang kelak. Yang nantinya aku akan datang ke depan mamamu Mamah Zubaidah untuk bilang ijin ingin menikahi anak gadis satu-satunya yang paling cantik di rumah Pondok Cabe Jalan Kemiri Raya Blok C4 no.1 Tangerang Selatan.

Maaf kalau aku cuma bisa jadi cheerleader buatmu saat ini. Bedanya kalau aku pakai doa, gak cuma modal tempiksorak doang. Nasihatku buatmu, ingatlah selalu “sesungguhnya di dalam kesulitan pasti ada kemudahan. Dan sungguh di dalam kesulitan pasti ada kemudahan” [94: 5-6] Artinya apa? Artinya di ayat itu Allah bersumpah dengan mengulang sampai 2 kali yang menunjukkan makna yang sangat penting dan besar agar manusia berakal bisa paham dan bersabar atas segala cobaan ataupun nikmat yang ada di dalam hidup ini.  Selamat berjuang untuk masadepanmu. Semoga masa depan kita saling bertemu untuk satu tujuan yang sama. Berkhidmat kepada Sang Maha Rahman Maha Rahim hingga akhir hayat. Maaf kalau tulisanku ini norak dan agak panjang macam koran pagi. Akhirul kalam segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Aku sayang kamu lebih dari yang kamu tahu.
Salam.

~Kak Jun

No comments:

Post a Comment