Alhamdulillah.
Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad ﷺ
Amma
bakdu:
Sedih rasanya tau kalau kamu
sedang mengalami masa kesulitan dalam kuliah. Itu sebabnya aku pengen banget
ketemu kamu walau Jakarta-Bandung sekalipun adalah nama jarak yang mesti
ditempuh. Sepele bahkan mungkin gak penting. Aku cuma mau kasih semangat ke
kamu. Seenggaknya bisa jadi cermin kalau kamu ngaca. Jadinya kamu gak kesepian
amat. Iya memang benar aku pengen ke Bandung juga sekalian beli celana jins di
Cihampelas, tapi ternyata kamu lebih penting dan populer ketimbang hanya
sekedar beli sesuatu yang nanti juga bisa beli, bareng kamu. Aku selalu berdoa
berdoa dan berdoa selalu yang terbaik buatmu. Mengutip Mbah Sapardi Djoko
Damono dalam puisinya yang ngetop itu “aku mencintaimu, itu sebabnya aku tak
pernah berhenti mendoakan keselamatan untukmu”.
Nah kiranya ini curhat
penting yang ingin aku sampaikan ke kamu di Bandung, Parisnya Jawa, namun
karena aku tau kamu sedang berjuang untuk masa depan maka itu yang lebih
ketimbang aku harus ketemu kamu, merusak waktumu yang mahal dan lebih berharga
untuk saat ini. …
--------------
Aku mau sedikit bercerita.
Semenjak kita sudah gak ketemu lagi waktu kemarin itu, tiap malam ada rahasia
yang gak ada orang tau soal aku. Iya, setiap aku mau tidur selalu liat fotomu
dulu, tentunya di situ kadang ada aku, maksudnya ada cerita tentang kita lebih
tepatnya.
Aku sudah gak tahan lagi.
Aku sayang kamu lebih dari
yang kamu tahu. Aku pengen hidup sama kamu selamanya. Ini bukan klise apalagi
bulsyit (kalo bullshit itu ejaan Inggris). Hari demi hari yang aku lalui
semakin membuatku yakin kalau kamu memang ditakdirkan selalu bersamaku. Aku gak
peduli berapa banyak pacarmu. Aku juga tau kamu selalu sayang aku bahkan sampai
titik dimana orang lain berpikir ngapain sih masih perhatian sama orang yang ya
katakanlah udah (sok) punya hidup sendiri. Dengan tegas aku nyatakan sampai
kapanpun aku bakalan nungguin kamu untuk perasaan yang harus diselesaikan
dengan mahar dan ijab kabul beserta saksi dan wali. Aku percaya semua yang
terjadi dalam hidupku ini bukan sekedar kebetulan. Allah sudah takdirkan aku
selalu bersama kamu suka duka. Dan kita bukan baru kenal kemarin sore. Kita
sudah pernah lalui pagi siang sore dan malam bersama. Naif rasanya bohongi diri
sendiri, mungkin bagiku itu sifat pecundang dan aku gak pernah bisa lakuin itu,
kamu pun tau. Dari pembacaanku selama ini, gak ada yang bisa mengalahkan kita kalau
lagi bersama. Kita amat menikmati saat demi saat detik demi detik setiap
linimasa kemana kita melangkah berdua. Dan aku sangat menikmati setiap saat
bersamamu, persis seperti apa yang kamu tulis di file-ku itu, yang butuh waktu
1 tahun buatku menemukan harta karun yang luarbisa itu. Aku tahu aku sedang
diuji, begitupun kamu. Kita sama-sama sedang merasakan pahit getirnya hidup.
Maka ijinkan aku selesaikan apa yang mesti aku selesaikan dulu yang menjadi
bagian masalalu hidupku yang sudah aku ceritakan semua ke kamu. Aku mau nikah
sama kamu, aku mau nikahin kamu. Ibadah bersama. Hidup mati bersama walau
mungkin mati kita tidak bisa sama-sama. Aku bosen hidup sendiri gak ada yang
ngurus. Banyak butuhnya anu itu nganu.
Perasaanku semakin kuat hari
demi hari. Semakin lama aku semakin sayang kamu. Semakin aku ngefans sama kamu
dan semakin aku tergila-gila sama kamu. Entah kamus bahasa mana lagi yang bisa
terjemahkan cinta atau sayang atau apalah ini namanya karena buatku cinta itu
gak perlu banyak retorika ba bi bu apalagi pake pencitraan tai kucing. Cinta
itu hidup! Dan dia itu kamu. Dia bernama Putri Andarini binti Soetedjo. Demi
Allah.
Asal kamu tau, aku kenal kamu
jauh sebelum aku mengenal wanita ini itu aiueo di hidupku. Kamulah yang
pertama. Kalau kamu masih inget dulu aku sampe sok-sok gabungin id kaskus jadi
ngatno.zcl. Konyol memang tapi kiranya itu menjadi saksi perjalanan sejarah
kalau cintaku itu bukan tanpa latarbelakang, yang jadinya mirip tahu bulat
digoreng dadakan limaratusan hangat gurih gurih nyoyyy. Aneh memang, cuma kamu
wanita yang setia ngotot nanya apa kabar kak, padahal aku sudah ini sudah itu
sudah bersama wanita lain. Hal yang biasanya dihindari wanita. Aku banyak
belajar cara bagaimana menghargai wanita dari kamu. Aku bangga denganmu, di
usia yang muda kamu sudah berpikir jauh melesat dewasa dibanding wanita
seusiamu. Kelak jika waktu mengijinkan insha Allah aku bangga jadi laki-lakimu.
Jadi pemimpin keluarga. Dan aku bangga kamu jadi ibu bagi anak-anak kita kelak.
Itu aja. Sesimpel itu doaku. Tak ada alasan buatku menolak kamu jadi jodohku,
jadi istri yang sah untuk suami yang sah dunia akhirat. Yang seandainya kisah
kita ini ditulis jadi novel bakalan membuat boros kertas karena panjang lebar
tinggi gak ada habisnya gak ada matinya. Semua sudah kita tempuh, kecuali satu
hal. Menikah.
Maaf kalau aku beberapa kali
menjauh dari kamu. Ya mungkin itu yang namanya canggung. Aku sempat bertanya
pada diri sendiri seraya kesel. Ngapain juga aku mesti canggung sama orang yang
jelas-jelas aku sayang.
Oh iya kamu pasti masih inget
waktu kita nobar film AADC2. Kamu bilang gak tau film AADC yang pertama soalnya
kamu masih kecil banget waktu itu ya. Mungkin rasanya film itu tepat
menggambarkan apa yang kita alami sampai saat ini. Cinta itu gak akan pernah
bisa musnah. Karena cinta kita itu suci bukan cuma sekedar omongkosong belaka
atau macam angkot yang cuma numpang ngetem terus lewat gitu aja. Entah kenapa
waktu kita nonton film itu, aku seperti punya perasaan dan intuisi kalau kisah
itu bakalan menimpaku cepat atau lambat. Dan ternyata…..
Ada sebuah kutipan menarik
soal cinta, yang berbunyi: “ to love someone is nothing, to be loved by someone
is something, but to be loved by the one you love is everything.” ~Bill Russel.
Dan aku sudah temukan dan
rasakan semua dari kutipan di atas bersamamu. Bukan dengan wanita lain.
Sungguh! Ini bukan hoax. Kalau boleh aku mendefinisikan cinta pada lawan jenis
maka jawabannya adalah kamu, bukan merk lain.
Takdir membimbingku ke sini. Aku ternyata
semakin paham kalau Allah pertemukan sepasang manusia yang memiliki level
sepadan. Tidak mungkin seorang putri raja menikah dengan pangeran kodok, itu
hanya ada di film rekaan orang Barat kafir belaka. Aku berpikir angin apa yang
bisa membawa kisah kita sejauh ini. Entah. Tapi yang jelas aku percaya ini
bukan suatu hanya kebetulan belaka. Ada hikmah dibalik semua ini. Sehingga
Allah gerakkan perasaanku semakin sayang ke kamu kian hari. Kita sudah
sama-sama dewasa, walaupun definisi dewasa itu amat relatif. Ya katakanlah
dewasa menurut versi kita lah. Kita sudah paham cinta itu gak perlu
pengorbanan, dia mengalir apa adanya ibarat matahari saban hari gak pernah
bosen tuh menyinari bumi gak pake bayaran pula. Dan dengan ini aku tegas ingin
menyatakan jikalau kamu takdirku maka aku akan berjuang apapun untuk itu, aku
ingin berjuang untuk kebahagiaanku. Dan asal kamu tau, aku bahagia sama kamu. Aku
ingin berjuang untuk masadepan, sesuatu yang kelak. Yang nantinya aku akan
datang ke depan mamamu Mamah Zubaidah untuk bilang ijin ingin menikahi anak
gadis satu-satunya yang paling cantik di rumah Pondok Cabe Jalan Kemiri Raya
Blok C4 no.1 Tangerang Selatan.
Maaf kalau aku cuma bisa jadi
cheerleader buatmu saat ini. Bedanya kalau aku pakai doa, gak cuma modal
tempiksorak doang. Nasihatku buatmu, ingatlah selalu “sesungguhnya di dalam
kesulitan pasti ada kemudahan. Dan sungguh di dalam kesulitan pasti ada
kemudahan” [94: 5-6] Artinya apa? Artinya di ayat itu Allah bersumpah dengan mengulang
sampai 2 kali yang menunjukkan makna yang sangat penting dan besar agar manusia
berakal bisa paham dan bersabar atas segala cobaan ataupun nikmat yang ada di
dalam hidup ini. Selamat berjuang untuk
masadepanmu. Semoga masa depan kita saling bertemu untuk satu tujuan yang sama.
Berkhidmat kepada Sang Maha Rahman Maha Rahim hingga akhir hayat. Maaf kalau
tulisanku ini norak dan agak panjang macam koran pagi. Akhirul kalam segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Aku sayang kamu lebih dari
yang kamu tahu.
Salam.
~Kak Jun
No comments:
Post a Comment