Aku gak nyangka sama kamu.
Begitu teganya kamu melukai perasaanku. Kalau sekiranya aku salah dan kamu
memang gak suka atau benci atau apalah ke aku, kenapa gak dari awal kamu usir
aku dari hidupmu????.
Aku cuma mau tanya otak dan
hati nuranimu kalau memang masih ada dan berfungsi:
Kemana di saat kamu sakit
usus buntu dirawat inap di RS Fatmawati???? Kok bisa ada ya laki-laki dengan
polos dan tololnya sepulang kerja dia rela jagain kamu. Rela-relanya dia
macet-macetan sampe kehujanan. Tapi sedikitpun gak menyurutkan niat baiknya
untukmu. Sampe dia panik khawatir keadaanmu dan dia belum istirahat. Nyari apa
yang kamu suka. Dimana semua teman sanak handai taulanmu saat itu???? Maka
nikmat mana lagi yang kamu dustakan???
Dimana orang yang rela nolong
kamu nganter dari rumah sampai Stasiun Gambir dengan alasan kamu ngejar waktu
kereta biar gak terlambat?? Namun kok ada ya laki-laki yang mungkin iseng kali
ya nganterin kamu dengan sabar sampai akhirnya kamu datang tepat waktu. Maka
nikmat mana lagi yang kamu dustakan???
Kemana pacarmu di saat kamu
stres karena laptop macbook kesayanganmu itu rusak??? Kamu minta tolong
seseorang jadi kurir dadakan dari Jakarta-Bandung cuma untuk antar aksesoris
laptopmu. Lantas kamu kesal sampe nangis karena laptopmu tak kunjung sehat.
Dimana pacarmu saat itu? Saat kamu berteriak ke langit karena putus harapan di
saat tugasmu belum kunjung selesai dan semakin menumpuk. Tapi kok masih ada ya
laki-laki dungu yang dengan sabar menenangkan kamu sampai kamu bisa selesaikan
apa yang mesti kamu selesaikan. Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan???
Kemana orang-orang
teman-temanmu yang bantuin kamu dengan sabar di saat semua teman kuliahmu sudah
magang dan kamu merasa putus asa kesel dan sebagainya???? Tapi anehnya ada ya
laki-laki tolol bin goblok yang dengan setia sabar bantuin kamu hingga akhirnya
kamu magang di Departemen Komunikasi dan Informatika. Sebuah lembaga milik
negara yang pada akhirnya kamu langsung menikmati anugerah fasilitas yang
dikasih kamu diajak jalan-jalan GRATIS keliling Indonesia gak pake modal.
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan???
Kemana teman-temanmu ketika
kamu terlambat pesawat jurusan CGK-JOG dan kamu bingung takut gak tau mesti apa
dan bagaimana sama siapa???????? Tapi ternyata masih ada laki-laki dengan nekat
dan begonya masih rela nolongin kamu hubungin temannya di Jogja. Nikmat mana
lagi yang kamu dustakan???
Kemana ya pacarmu saat kamu
di rumah dan mamamu belum pulang padahal kamu saat itu kelaparan????? Tapi kok
ya bisa ada seorang laki-laki nyasar yang sabar mau-maunya transfer uang untuk
sekedar kamu makan menyelamatkan fisikmu saat itu. Allah gerakkan langkah si
laki-laki itu untuk tolong kamu agar bisa menggapai nikmat Nya. Maka nikmat
mana lagi yang kamu dustakan???
Kalau kamu masih menganggap
hal-hal di atas itu hanya sebuah kebetulan, silakan kamu merenung dengan hati
yang bersih: Mungkinkah Allah takdirkan untuk menggerakkan hati laki-laki polos itu untuk
kemudian bertindak demi kebaikanmu? Toh bisa saja hatinya tergerak namun hanya
sebatas itu, sementara dia gak berbuat apa-apa untukmu. Karena dia juga punya
kehendak sebagaimana Allah yang Maha Berkehendak.
.
.
.
.
Laki-laki itu sialnya adalah
aku.
Lantas.
KEMANA DIRIMU?????
Kamu boleh lupa. Tapi Allah
gak pernah lupa.
Kemudian si laki-laki itu
nekat mengungkapkan perasaannya yang dia tahan selama 7 tahun lamanya. 7
TAHUN!!!!!
Eh kamu malah dengan asyik
masyuknya curhat di Twitter dengan orang antah berantah yang kamu sendiri gak
kenal siapa mereka. Sakit rasanya hati ini. Percuma kamu gembok atau hapus akun
altermu itu. Aku sudah baca semua. Kamu sibuk melacur sisi lainmu cuma buat
sekedar kenikmatan sesaat yang gak jelas juntrungannya sementara kamu zalimi
aku yang sibuk nunggu dan berdoa buat kebaikanmu. Apa kabar si @diizappear ??? Kamu
gak usah khawatir. Semua terekam jelas kok di otakku.
Sampai detik ini aku gak
nyangka. Ternyata nasibku sama seperti kucingmu. DIKEBIRI. Bedanya aku di
kebiri sebelum mampus. Jadi aku bisa mampus pelan-pelan tapi pasti. Terimakasih
kamu sudah buat hati dan perasaanku hancur lebur. Ini puncak dari semua. Maaf
aku sebut kebaikanku satu-persatu biar gak ada kesombongan di dirimu. Terserah
kamu mau marah atau apapun aku gak peduli. Toh kamu aja udah makin gak peduli
sama aku. Tapi aku gak nuntut ganti rugi atau apapun darimu, aku hanya ingin
menggugat nalarmu yang masih waras dan bekerja. Terimakasih kamu sudah buat
mataku terbelalak bahwa kamu sama saja dengan wanita yang aku kenal. Persis
mungkin seperti yang kamu bilang ketika pake topeng si @diizappear kalau kamu
emang sama sekali gak cinta aku. Gak pernah ada sejarahnya dalam kamus hidupmu.
Aku gak pernah marah sama kamu seumur hidupku, tapi kali ini aku benar-benar
marah sama kelakuanmu. Kamu bukan yang dulu aku kenal. Dunia sudah bikin kamu
terlena. Kecewa kecewa dan kecewa itu yang aku rasa. Kalau kamu memang betina
pasti kamu merasakan apa yang aku rasa sekarang.
Mungkin akun alter twittermu
itu sesuai dengan pesanmu buatku. /to disappear/ menghilang selamanya. Lenyap.
Fana bersama nirwana. Halah lebay.
Kini airmataku sudah kering.
Gak bisa nangis lagi buatmu. Aku sudah baktikan, berkhidmat untukmu sepenuhnya.
Kalau kamu masih menyangkal bilang aku gak ikhlas atau pamrih dan sebagainya
silakan saja. toh itu penilaianmu. Allah Maha Tahu apa yang sudah aku perbuat untukmu
selama ini. Kamu boleh ambil pisau dan belah dadaku, kamu cari di situ apa ada
hal yang masih aku sembunyikan demi kebaikanmu. Sungguh aku mencintaimu,
menyayangimu lebih dari wanita yang aku kenal dalam hidupku. Bagiku kamu sudah
menempati posisi yang tak tergantikan. Maka dari itu aku minta maaf jika
kalimat-kalimatku di atas bikin kamu tersinggung, itu hakmu. Dan kewajibanku
yaitu mengingatkanmu, karena aku sayang kamu –Putri Andarini- Semuanya tak
lebih hanya sebagai perwujudan cinta kasih sayang dari laki-laki ke wanita.
Selayaknya iman yang harus diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan
diejawantahkan dengan perbuatan. Semua sudah kamu ketahui, gak ada yang aku
tutup-tutupi. Kamu bebas bertanya apapun padaku. Aku sadar aku gak berhak mendikte
kebahagiaanmu, mengatur takdirmu. Tapi semua ini adalah bentuk ikhtiarku seraya
selalu berdoa untuk kebaikanmu. Sisanya aku serahkan kepada Allah. Tawakkal.
Pada akhirnya aku cuma diam,
gak bisa berbuat apa-apa. Semua sudah aku berikan. Terserah kamu bersama otak
pikiran dan hati nuranimu. Aku terima semua yang ada pada dirimu kurang dan
lebihnya apa adanya begitupun seperti kamu terima aku apa adanya. Cinta itu
adalah perkara ruang dan sayang adalah perkara waktu. Aku serahkan semua
kepadamu. Aku tak pernah memaksakan cinta kepadamu. Cinta itu mirip seperti
agama. Agama mengajarkan cinta tapi cinta tak pernah kenal agama. Dan cinta tak
boleh dipaksakan selayaknya agama. Ikuti kata hatimu. Aku selalu menunggu
menunggu dan menunggu. Selalu sayang kamu lebih dari yang kamu tahu, lebih
hebat dari lelaki manapun yang pernah kamu kenal di dunia, selain mendiang
ayahmu. Insha Allah.
Salam
Romika Junaidi bin Abdul
Rahman
No comments:
Post a Comment