Sunday, March 26, 2017

Aku gak nyangka sama kamu



Aku gak nyangka sama kamu. Begitu teganya kamu melukai perasaanku. Kalau sekiranya aku salah dan kamu memang gak suka atau benci atau apalah ke aku, kenapa gak dari awal kamu usir aku dari hidupmu????.

Aku cuma mau tanya otak dan hati nuranimu kalau memang masih ada dan berfungsi:

Kemana di saat kamu sakit usus buntu dirawat inap di RS Fatmawati???? Kok bisa ada ya laki-laki dengan polos dan tololnya sepulang kerja dia rela jagain kamu. Rela-relanya dia macet-macetan sampe kehujanan. Tapi sedikitpun gak menyurutkan niat baiknya untukmu. Sampe dia panik khawatir keadaanmu dan dia belum istirahat. Nyari apa yang kamu suka. Dimana semua teman sanak handai taulanmu saat itu???? Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan???  

Dimana orang yang rela nolong kamu nganter dari rumah sampai Stasiun Gambir dengan alasan kamu ngejar waktu kereta biar gak terlambat?? Namun kok ada ya laki-laki yang mungkin iseng kali ya nganterin kamu dengan sabar sampai akhirnya kamu datang tepat waktu. Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan???

Kemana pacarmu di saat kamu stres karena laptop macbook kesayanganmu itu rusak??? Kamu minta tolong seseorang jadi kurir dadakan dari Jakarta-Bandung cuma untuk antar aksesoris laptopmu. Lantas kamu kesal sampe nangis karena laptopmu tak kunjung sehat. Dimana pacarmu saat itu? Saat kamu berteriak ke langit karena putus harapan di saat tugasmu belum kunjung selesai dan semakin menumpuk. Tapi kok masih ada ya laki-laki dungu yang dengan sabar menenangkan kamu sampai kamu bisa selesaikan apa yang mesti kamu selesaikan. Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan???
Kemana orang-orang teman-temanmu yang bantuin kamu dengan sabar di saat semua teman kuliahmu sudah magang dan kamu merasa putus asa kesel dan sebagainya???? Tapi anehnya ada ya laki-laki tolol bin goblok yang dengan setia sabar bantuin kamu hingga akhirnya kamu magang di Departemen Komunikasi dan Informatika. Sebuah lembaga milik negara yang pada akhirnya kamu langsung menikmati anugerah fasilitas yang dikasih kamu diajak jalan-jalan GRATIS keliling Indonesia gak pake modal. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan???
Kemana teman-temanmu ketika kamu terlambat pesawat jurusan CGK-JOG dan kamu bingung takut gak tau mesti apa dan bagaimana sama siapa???????? Tapi ternyata masih ada laki-laki dengan nekat dan begonya masih rela nolongin kamu hubungin temannya di Jogja. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan???

Kemana ya pacarmu saat kamu di rumah dan mamamu belum pulang padahal kamu saat itu kelaparan????? Tapi kok ya bisa ada seorang laki-laki nyasar yang sabar mau-maunya transfer uang untuk sekedar kamu makan menyelamatkan fisikmu saat itu. Allah gerakkan langkah si laki-laki itu untuk tolong kamu agar bisa menggapai nikmat Nya. Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan???

Kalau kamu masih menganggap hal-hal di atas itu hanya sebuah kebetulan, silakan kamu merenung dengan hati yang bersih: Mungkinkah Allah takdirkan untuk menggerakkan hati laki-laki polos itu untuk kemudian bertindak demi kebaikanmu? Toh bisa saja hatinya tergerak namun hanya sebatas itu, sementara dia gak berbuat apa-apa untukmu. Karena dia juga punya kehendak sebagaimana Allah yang Maha Berkehendak.
.
.
.
.



Laki-laki itu sialnya adalah aku.
Lantas.
KEMANA DIRIMU?????







Kamu boleh lupa. Tapi Allah gak pernah lupa.
Kemudian si laki-laki itu nekat mengungkapkan perasaannya yang dia tahan selama 7 tahun lamanya. 7 TAHUN!!!!!

Eh kamu malah dengan asyik masyuknya curhat di Twitter dengan orang antah berantah yang kamu sendiri gak kenal siapa mereka. Sakit rasanya hati ini. Percuma kamu gembok atau hapus akun altermu itu. Aku sudah baca semua. Kamu sibuk melacur sisi lainmu cuma buat sekedar kenikmatan sesaat yang gak jelas juntrungannya sementara kamu zalimi aku yang sibuk nunggu dan berdoa buat kebaikanmu. Apa kabar si @diizappear ??? Kamu gak usah khawatir. Semua terekam jelas kok di otakku. 

Sampai detik ini aku gak nyangka. Ternyata nasibku sama seperti kucingmu. DIKEBIRI. Bedanya aku di kebiri sebelum mampus. Jadi aku bisa mampus pelan-pelan tapi pasti. Terimakasih kamu sudah buat hati dan perasaanku hancur lebur. Ini puncak dari semua. Maaf aku sebut kebaikanku satu-persatu biar gak ada kesombongan di dirimu. Terserah kamu mau marah atau apapun aku gak peduli. Toh kamu aja udah makin gak peduli sama aku. Tapi aku gak nuntut ganti rugi atau apapun darimu, aku hanya ingin menggugat nalarmu yang masih waras dan bekerja. Terimakasih kamu sudah buat mataku terbelalak bahwa kamu sama saja dengan wanita yang aku kenal. Persis mungkin seperti yang kamu bilang ketika pake topeng si @diizappear kalau kamu emang sama sekali gak cinta aku. Gak pernah ada sejarahnya dalam kamus hidupmu. Aku gak pernah marah sama kamu seumur hidupku, tapi kali ini aku benar-benar marah sama kelakuanmu. Kamu bukan yang dulu aku kenal. Dunia sudah bikin kamu terlena. Kecewa kecewa dan kecewa itu yang aku rasa. Kalau kamu memang betina pasti kamu merasakan apa yang aku rasa sekarang. 

Mungkin akun alter twittermu itu sesuai dengan pesanmu buatku. /to disappear/ menghilang selamanya. Lenyap. Fana bersama nirwana. Halah lebay.

Kini airmataku sudah kering. Gak bisa nangis lagi buatmu. Aku sudah baktikan, berkhidmat untukmu sepenuhnya. Kalau kamu masih menyangkal bilang aku gak ikhlas atau pamrih dan sebagainya silakan saja. toh itu penilaianmu. Allah Maha Tahu apa yang sudah aku perbuat untukmu selama ini. Kamu boleh ambil pisau dan belah dadaku, kamu cari di situ apa ada hal yang masih aku sembunyikan demi kebaikanmu. Sungguh aku mencintaimu, menyayangimu lebih dari wanita yang aku kenal dalam hidupku. Bagiku kamu sudah menempati posisi yang tak tergantikan. Maka dari itu aku minta maaf jika kalimat-kalimatku di atas bikin kamu tersinggung, itu hakmu. Dan kewajibanku yaitu mengingatkanmu, karena aku sayang kamu –Putri Andarini- Semuanya tak lebih hanya sebagai perwujudan cinta kasih sayang dari laki-laki ke wanita. Selayaknya iman yang harus diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diejawantahkan dengan perbuatan. Semua sudah kamu ketahui, gak ada yang aku tutup-tutupi. Kamu bebas bertanya apapun padaku. Aku sadar aku gak berhak mendikte kebahagiaanmu, mengatur takdirmu. Tapi semua ini adalah bentuk ikhtiarku seraya selalu berdoa untuk kebaikanmu. Sisanya aku serahkan kepada Allah. Tawakkal.

Pada akhirnya aku cuma diam, gak bisa berbuat apa-apa. Semua sudah aku berikan. Terserah kamu bersama otak pikiran dan hati nuranimu. Aku terima semua yang ada pada dirimu kurang dan lebihnya apa adanya begitupun seperti kamu terima aku apa adanya. Cinta itu adalah perkara ruang dan sayang adalah perkara waktu. Aku serahkan semua kepadamu. Aku tak pernah memaksakan cinta kepadamu. Cinta itu mirip seperti agama. Agama mengajarkan cinta tapi cinta tak pernah kenal agama. Dan cinta tak boleh dipaksakan selayaknya agama. Ikuti kata hatimu. Aku selalu menunggu menunggu dan menunggu. Selalu sayang kamu lebih dari yang kamu tahu, lebih hebat dari lelaki manapun yang pernah kamu kenal di dunia, selain mendiang ayahmu. Insha Allah.

Salam

Romika Junaidi bin Abdul Rahman

No comments:

Post a Comment