Friday, January 31, 2014

Hidup Tanpa Cinta

 Tulisan ini cuma catatan kecil, bukan untuk dijadikan besar. Namun percayalah, sesuatu yang besar lahir dari yang kecil. [Ngatnoisme]

Naga-naganya, hidup tanpa cinta sudah jadi semarak belakangan ini, di era globalisasi milenium. Hitachi, begitu istilahnya ala para jomblo. Singkatan dari hidup tanpa cinta. Makin banyak orang yang secara sadar maupun tidak sadar tak bisa memaknai hidup, lebih jauhnya mencintai hidup. Apa iya hidup ini dapat hidup berjalan di alurnya tanpa cinta?? Mari kita simak dengan seksama dan renungkan apa makna hidup dan cinta.

Hidup.
Apa itu hidup? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'hidup' bermakna /hi·dup/ v 1 masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia, binatang, tumbuhan, dsb): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama meninggal; 2 bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang dp di kota besar; 3 mengalami kehidupan dl keadaan atau dng cara tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dng hemat; 4 beroleh (mendapat) rezeki dng jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan itu -- dr berniaga; 5 berlangsung (ada) krn sesuatu: yayasan itu dapat -- krn uang sumbangan para dermawan; 6 tetap ada (tidak hilang): peristiwa indah itu masih -- dl ingatannya; 7 masih berjalan (tt perusahaan, perkumpulan, dsb): walaupun jumlah anggotanya tidak lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; 8 tetap menyala (tt lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh ke lantai; 9 masih tetap dipakai (tt bahasa, adat, sumur, dsb): adat itu masih tetap -- dl masyarakat; 10 ramai (tidak sepi dsb): menjelang Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; 11 seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak spt keadaan sesungguhnya (tt lukisan, gambar): lukisan itu sangat --; 12 spt sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tt cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; 13 seruan yg menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat;-- dikandung adat, mati dikandung tanah, pb selama hidup orang harus taat pd adat kebiasaan dl masyarakat; -- di ujung gurung orang, pb orang yg hidup melarat; -- dua muara, pb mempunyai dua macam mata pencaharian; -- kayu berbuah, -- manusia biar berjasa, pb pd waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat; -- sandar-menyandar umpama aur dng tebing, pb perihal orang berlaki istri yg berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yg setia dan saling menolong; -- segan mati tak hendak, pb hidup yg merana (krn sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb); -- tidak krn doa, mati tidak krn sumpah, pb orang harus berusaha dng tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain; dp -- bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (dp -- berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga), pb dp hidup menanggung malu, lebih baik mati; jauh berjalan banyak dilihat, lama -- banyak dirasa, pb sudah berpengalaman banyak; kalau bangkai galikan kuburnya, kalau -- sediakan buaiannya, pb lebih baik menunggu dng tenang apa yg akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yg akan diambil; sebaik-baiknya -- teraniaya, pb sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya;

menghidupi /meng·hi·dupi/ v 1 memelihara; memberi nafkah: setelah ayahnya meninggal, dialah yg ~ keluarganya; 2 membiarkan hidup (tidak membunuh): tentara musuh itu ~ tawanannya;
Mudahnya, hidup bermakna lawan dari mati. Sebagaimana takrif yang diberikan oleh bangsa Arab, yaitu mendefinisikan sesuatu dengan mudah melalui kosokbalinya atau lawankatanya. Kata hidup identik dengan sesuatu yang bergerak dinamis, aktif, dan eksis. Hidup merupakan awal dari mati, bagaimana seseorang bisa merasakan mati kalau dia sendiri belum pernah hidup?

Bahkan seorang Chairil Anwar pun pernah berujar ingin hidup seribu tahun lagi dalam bait puisinya yang terkenal dan selalu dibacakan nyaris setiap tahun di kala 17 Agustus-an berjudul "Aku":

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli 

 "Aku mau HIDUP seribu tahun lagi" 
~ Chairil Anwar


Cinta.
Nah, kemudian kita beralih ke kata cinta. Apa itu cinta? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'cinta' bermakna /cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup – kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; 2 kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; 3 ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan kemerdekaan; 4 kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu;
-- bebas hubungan antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan, tanpa ikatan berdasarkan adat atau hukum yg berlaku;
-- monyet (rasa) kasih antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah);

bercinta /ber·cin·ta/ v menaruh (rasa) cinta: yg muda yg ~;

bercinta-cintaan /ber·cin·ta-cin·ta·an/ v bersuka-sukaan; berpacar-pacaran;

bercintakan /ber·cin·ta·kan/ v 1 kasih sayang kpd; berahi kpd: krn banyaknya lelaki yg ~ dia, dia menjadi sombong; 2 berharap-harap (ingin) akan; merindukan: dia sakit krn ~ anaknya yg sedang merantau; 3 kl bersedih hati (akan); berduka cita (akan);

mencinta /men·cin·ta/ v 1 kasih (kpd); 2 kl bersedih hati; selalu mengingat (akan); menyesal;

mencintai /men·cin·tai/ v menaruh kasih sayang kpd; menyukai: dia sangat ~ adikku; aku ~ negeriku dan menghormatinya;

mencintakan /men·cin·ta·kan/ v merindukan; menginginkan; mengharap-harapkan;

tercinta /ter·cin·ta/ v sangat dicintai (dikasihi, disayangi): kau paksa aku berpisah dng anakku yg ~;

percintaan /per·cin·ta·an/ n 1 perihal berkasih-kasihan antara laki-laki dan perempuan: ~ mereka tidak direstui oleh orang tua masing-masing; 2 kl perasaan sedih (susah, menyesal); kesusahan;

pencinta /pen·cin·ta/ n orang yg sangat suka akan: kelompok ~ alam akan memulai pendakian hari Selasa minggu depan;

kecintaan /ke·cin·ta·an/ 1 n yg dicintai; kekasih: ia merupakan ~ keluarganya; 2 n kerinduan; 3 n perihal cinta kasih; 4kl n kesedihan; kekhawatiran; 5 kl v menanggung cinta (sedih).


Pada awalnya kata cinta merupakan kesalahan persepsi makna dari ujaran yang diterima. Kata ini lahir akibat kesalahan persepsi dari kata cinta yang dalam bahasa Spanyol bermakna tali pita, dimana pita itu sendiri berasal dari kata bahasa Portugis fita. Cinta diartikan sama dengan kata love atau kasih karena pengaruh kebiasaan di Indonesia timur yang meresmikan sebuah pertunangan dengan mengikat ‘tali kasih’ yang terbuat dari ‘cinta’ (Munsyi: 2003). Definisi ‘cinta’ pada konteks tersebut yakni tali pita yang terbuat dari bahan kain berwarna merah yang merupakan representasi darah. Peresmian pertunangan ini disebut juga dengan ‘mengikat tali cinta’, dan apabila pertunangan tersebut putus maka akan disebut ‘putus tali cinta’.  Pun kata cinta memiliki lawan kata yakni benci. 

Adapun bahasa Indonesia sungguh banyak memiliki lema yang sepadan untuk menyatakan cinta, antara lain: afeksi, amor, asmara, berahi, cinta kasih, cita, dendam berahi, filantropi, hibat, hasrat, kama, kasih, kasih sayang, kehangatan, kekaguman, nafsu, renjana, sayang, tresna, dan lain sebagainya. Bangsa Indonesia dengan kekayaan kosakata cinta menunjukkan bahwa bangsa ini sejak dahulu kala memiliki rasa atas sebuah ekspresi kemanusiaan bertajuk cinta.

Tidak ada definisi pasti mengenai cinta karena cinta bukan sebuah rumus hitungan matematis, begitu pula dengan hidup yang serba tak pasti. Namun di keadaan yang tak pasti ini seorang manusia hendaknya memiliki tujuan. Ya, tujuan hidup. Banyak yang perlu dikerjakan di dalam hidup ini, walaupun hidup ini cuma sebentar saja sebagaimana yang dinyatakan oleh bait syair milik The Beatles berjudul We Can Work It Out:

"Life is very short, and there's no time.
For fussing and fighting, my friend".

Benar. Hidup ini terlalu singkat apabila kita gunakan cuma untuk berdebat tidak jelas juntrungannya, berkelahi satu sama lain, mengurusi hal-hal yang tidak penting. Masih banyak yang dapat kita lakukan untuk menikmati hidup. Salah satunya bersyukur kepada Sang Maha Hidup. Hiduplah di kehidupan, niscaya engkau akan tahu bagaimana cara mencintai cinta. Cintailah hidupmu, niscaya hidup akan mencintai kamu.

<333

No comments:

Post a Comment