14-03-2012 waktu kota Solo menunjukkan pukul 00.20 dinihari. Saya bersama rekan saya sedang makan nasi liwet di pojokan Sriwedari. Setelah saya membayar nasi liwet tiba-tiba datang seorang tua renta kurus kering memikul dagangan entah apa isinya. Ternyata beliau menjajakan tape singkong. Beliau bilang berasal dari Boyolali. Sungguh mencengangkan karena jarak Boyolali- Solo tidaklah dekat untuk simbah yang sudah tua seperti itu. Teman saya membeli dagangan tersebut. Tidak banyak sih cuma dua ribu rupiah saja karena uang di kantongnya hanya ada segitu saja. Kemudian saya dan rekan saya pergi hendak kembali ke kontrakan dengan sepeda motor, namun di tengah jalan ada yang buat hati saya masygul untuk kembali memberikan sedikit rejeki yang saya punya untuk simbah. Akhirnya kami putuskan untuk kembali setelah sepeda motor bergerak beberapa puluh meter.
Saya dan rekan saya mencari simbah yang saya duga belum pergi jauh. Kami pun berhasil menemui beliau kembali. Hal yang mengagetkan saya, simbah tersenyum lebar memamerkan giginya yang sudah ompong ketika melihat saya. Sungguh membuat saya menangis sampai-sampai tangan saya gemetar seraya memegang uang kertas. Saya beli dagangan simbah dua ribu rupiah saja. Saya berikan selembar uang sepuluh ribu rupiah dan saya bilang agar kembaliannya tidak usah dikasih ke saya. Langsung saya memacu kembali sepeda motor kembali ke peraduan.
Hal yang saya petik dari perjumpaan dengan simbah amat berkesan buat saya. Semoga Allah selalu menjaga simbah. Tak peduli berapapun jumlah yang saya berikan. Saya beli tape simbah untuk menghargai usaha beliau yang walau susah payah memikul dagangan namun tetap tersenyum di tengah malam buta. Sebuah fenomena di kala semua orang asik masyuk terlelap dengan khusyuk. Sebuah tandatanya besar kepada pemimpin negeri ini. Dimana anda berada bung? Seorang tua renta yang seharusnya menikmati sisa hidup masih ada di jalankotatengah malam buta sambil memikul beban dagangan dan itu dilakukan beliau dengan berjalan kaki !! Sungguh suatu hal yang menggugah, seorang tua renta masih berusaha tanpa meminta-minta belas kasihan kepada orang lain. Wahai anak muda, buka matahati kalian. Malu lah kalian mengemis di saat masih ada simbah tua yang tidak muda lagi namun masih pantang baginya untuk mengemis menengadahkan tangannya kepada orang lain. Senyum lebar simbah selalu tergambar jelas di hati dan pikiran saya, semoga simbah selalu sehat dan dijaga oleh Allah. Ya Allah kepada-Mu lah kami kembali.
No comments:
Post a Comment