oleh John Koplo
Suatu hari saya pernah berkhayal ingin punya Indomie satu kardus.
Sudah sejak lama impian ini saya ciptakan di alam bawah sadar saya. Jawaban yang muncul dari orang sekitar saya selalu sama. Ngaco.
Saya selalu optimis pada doa yang positif. Apa salahnya juga Indomie satu kardus. Ya kalau menurut medis, makan sesuatu yang mengandung monosodium glutamat alias mecin itu konon bisa menimbulkan efek negatif hingga muncul istilah generasi mecin. Entahlah.
Kalau saya menanggapinya dengan netral saja. Segala sesuatu kalau berlebihan pasti tidak baik. Artinya kalau makan Indomie satu kardus dalam satu waktu satu perut, itu yang bikin berbahaya. Berbahaya bagi tubuh sekaligus zalim terhadap hak orang lain yang mestinya ikut makan bersama.
Ngomong-ngomong soal Indomie, saya mau bertema kasih terlebih dahulu kepada peracik resep bumbu Indomie yang legendaris itu yang tahun lalu meninggal dunia, yaitu Ibu Nunuk Nuraini. Saya haturkan terima kasih seluas-luasnya kepada beliau semoga Allah jadikan amal baiknya sebagai kebaikan yang selalu mengalir sebagai lading pahala. Saya dan seluruh penduduk bumi berutang rasa pada beliau. Saya jadi ingat perkataan Chef Agus Jamhari soal resep rahasia yang teruji itu mahal harganya karena di balik itu semua ada pengalaman, konsistensi, uji coba, kegagalan, dan sederet kisah yang tidak semua orang tahu. Oleh karena itu saya paham resep Indomie buatan Ibu Nunuk Nuraini semoga Allah merahmati beliau, adalah yang terbaik sebagai warisan kuliner nusantara terbaik.
Alih-alih.
Tak ada yang mustahil di kolong langit. Tak ada doa yang tidak didengar dan dijawab, asal yakin bahwa Allah punya nama Ar Razzaq Al Wahhab, Maha Pemberi tak harap kembali. Isi doa saya itu receh, minta sekardus Indomie enteh bagaimana caranya. Ternyata Allah jawab doa saya dengan indah. Allah takdirkan saya kena musibah covid-19 omicron. Setelah proses isolasi mandiri yang melelahkan, ternyata saya dapat bantuan sosial dari pemerintah yang diwakili oleh pihak kelurahan yang isinya salah satunya adalah satu kardus Indomie rasa kaldu ayam. Saya kaget sekaligus bahagia. Alhamdulillah Allah jawab doa saya.
Maka nikmat Allah manakah yang kamu dustakan?
No comments:
Post a Comment