Monday, August 1, 2016

Ah Cinta, Itu Kamu





Aku bebas mencintai siapapun wanita di dunia ini. Kemana angin berhembus, kemana laju mata air mencari si lautan sang muaranya. Sampai kiranya aku dipertemukan denganmu. Dan aku tak pernah menyangka dan menyangkal hal ini. Takdir berkata aku bertemu kamu di penghujung masa kesendirianku. Entah sial atau untung namanya. Seandainya aku punya kuasa atas takdirku, pastilah aku tulis namamu jadi pendampingku selamanya. Namun inilah kiranya dunia, kehidupan penuh misteri. Dan aku pun kamu harus siap dengan milyaran misteri yang akan datang. 

Aku tahu mencintaimu itu sesuatu yang sakral bagiku. Kamu pun tahu, sekali aku cinta kamu maka aku tak akan pernah temukan hal menarik selain itu (Pidi Baiq). Kamu yang jadikan aku selalu bangkit berdiri. Kamu bilang aku harus ini dan itu, tanpa boleh menyerah pada sesuatu yang perlu atau harus diperjuangkan. Namun bagiku untuk apalagi itu semua. Sesungguhnya kamu lah hal menarik yang harus diperjuangkan dalam hidupku di dunia ini. Aku sudah teramat lelah dengan pencarianku selama ini. Hingga aku dipertemukan denganmu. Walau aku dan kamu tahu, kita sama-sama tahu kalau ini bukan saat yang tepat. Sampai kamu tanya, apalagi mauku? Aku jawab mauku itu KAMU. Cuma KAMU. Itu saja.

Kamu tahu aku orang yang selalu ingin menginjak kakiku di belahan bumi lain. Aku orang yang tak pernah puas menginjak tanah baru. Sampai kiranya kamu lah manusia yang bisa mengunci kakiku untuk melangkah dalam pencarianku. Dan aku tak temukan wangi tanah lain yang menarik untuk disinggahi. Aku damai bersamamu, damai di sisimu. Entah wangi apa yang kamu bawa hingga sejurus merasuk ke jasadku. Dan sedikitpun aku tak ingin beranjak untuk pindah. Sesuai dengan namamu yang bunga. Maka jadilah selalu sebagai bunga yang wanginya hiasi dunia.

Kamu selalu buktikan kamu jawara di hatiku. Kamu buktikan cinta itu tak hanya diam, bukan cuma sekedar hitam di atas putih. Sekedar teks mati yang diumbar-umbar melalui lisan. Cinta itu hidup, bernapas, bergerak, berlari, sehingga bermakna. Dan kamu lah cinta itu. Kini airmataku sudah kering. Aku tak ingin menangis karenamu lagi. Namun satu hal yang mesti kamu tahu, andaikata aku harus definisikan cinta itu apa, maka jawabannya cinta itu kamu.

No comments:

Post a Comment