Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. [17:82]
Sini nak, ayah lagi
sakit. Kamu bacakan ayat Al Quran buat ayah.
Saya iri mendengar
dialog salah seorang ayah kepada anaknya yang hafiz Al Quran di salahsatu
program televisi. Si ayah ini mengaku jika fisiknya sedang lemah jika mendengar
bacaan sang anak maka menjadi obat bagi sakit si ayah ini. Subhanallah.
Hal yang terbersit di kepala saya ketika menyaksikan seorang anak yang salih dengan mudahnya Allah jadikan ia seorang penghafal Al Quran bersanding dengan ayahnya yang salih seperti kisah Ibrahim 'alaihissalam bersama Ismail 'alaihissalam. Sungguh Allah telah mendengar doa Ibrahim 'alaihissalam:
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan
shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. [14:40]
Bocah 5 tahun yang hapal Al Quran tersebut bernama Musa. Ia hapal 29 juz. Artinya apa? Artinya ia hanya butuh menghapal 1 juz lagi untuk melengkapi kesempurnaan sebagai penjaga kitab suci yang menjadi mukjizat hingga akhir zaman.
Bagi saya tidak ada kebahagiaan yang lebih nikmat selain mampu menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Memiliki istri dan keturunan yang salih sebagaimana doa Ibrahim 'alaihissalam. Saya menangis terharu menyaksikan seorang bocah ingusan yang belum akil baligh sudah mampu menghapal dengan baik ayat-ayat yang menjadi petunjuk dan obat bagi orang yang beriman. Betapa fasihnya lisan kecil ini melantunkan ayat suci penuh makna.
Alquran bukanlah kitab biasa. Semua tentangnya istimewa. Dia adalah wahyu ilahi yang memiliki redaksi bahasa Arab yang merupakan bahasa pilihan, turun dari langit dibawa oleh malaikat yang paling perkasa: Jibril yang merupakan malaikat pilihan, melalui lisan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan nabi pilihan di akhir jaman, nabi yang lahir dari bangsa pilihan yakni bangsa Quraisy dari kabilah Bani Hasyim yang merupakan kabilah pilihan yang namanya telah dikenal di penjuru jazirah Arab serta diabadikan dalam satu surat Alquran: Quraisy, turun di malam pilihan yakni malam Qadar, di bulan pilihan yaitu Ramadhan, turun pertama kali di kota pilihan yakni Mekkah Al Mukarramah. Subhanallah. Lantas masihkah kita ragu akan kesempurnaan Alquran?
Padahal nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang yang ummi, yaitu buta aksara. Pertanyaan selanjutnya jika memang Alquran itu bikinan manusia, bagaimana beliau mampu membuat ayat-ayat indah yang diklaim orang kafir sebagai akal-akalan beliau?? Inilah fakta yang tak terbantahkan oleh siapapun, buktinya tak ada yang mampu membuat serupa dengan Alquran hingga kini.
Katakanlah sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. [17: 88]
====
Alangkah bodohnya saya di usia segini tidak mampu seperti si bocah itu, saya terlalu larut dalam hingar bingarnya dunia. Di usia saya sekarang pun saya masih jauh dari pemahaman yang baik terhadap kitab yang merupakan induk ilmu pengetahuan di dunia dan akhirat. Saya selalu salut kepada orang yang mau meluangkan waktunya untuk menghapal Alquran. Musa si hafiz cilik telah menggugah dan menegur saya, seberapa dekatkah saya dengan Alquran?
Saya berusaha untuk tidak menyerah dalam berinteraksi dengan Alquran, bercinta dengannya sungguh nikmat. Sekalipun kiranya saya kalah, namun saya tetap berdoa agar kelak anak cucu generasi penerus saya agar diberikan nikmat oleh Allah dalam memahami Alquran dengan mudah. Ya Allah kabulkanlah doa hamba-Mu yang lemah ini.
Alquran bukanlah kitab biasa. Semua tentangnya istimewa. Dia adalah wahyu ilahi yang memiliki redaksi bahasa Arab yang merupakan bahasa pilihan, turun dari langit dibawa oleh malaikat yang paling perkasa: Jibril yang merupakan malaikat pilihan, melalui lisan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan nabi pilihan di akhir jaman, nabi yang lahir dari bangsa pilihan yakni bangsa Quraisy dari kabilah Bani Hasyim yang merupakan kabilah pilihan yang namanya telah dikenal di penjuru jazirah Arab serta diabadikan dalam satu surat Alquran: Quraisy, turun di malam pilihan yakni malam Qadar, di bulan pilihan yaitu Ramadhan, turun pertama kali di kota pilihan yakni Mekkah Al Mukarramah. Subhanallah. Lantas masihkah kita ragu akan kesempurnaan Alquran?
Padahal nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang yang ummi, yaitu buta aksara. Pertanyaan selanjutnya jika memang Alquran itu bikinan manusia, bagaimana beliau mampu membuat ayat-ayat indah yang diklaim orang kafir sebagai akal-akalan beliau?? Inilah fakta yang tak terbantahkan oleh siapapun, buktinya tak ada yang mampu membuat serupa dengan Alquran hingga kini.
Katakanlah sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. [17: 88]
====
Alangkah bodohnya saya di usia segini tidak mampu seperti si bocah itu, saya terlalu larut dalam hingar bingarnya dunia. Di usia saya sekarang pun saya masih jauh dari pemahaman yang baik terhadap kitab yang merupakan induk ilmu pengetahuan di dunia dan akhirat. Saya selalu salut kepada orang yang mau meluangkan waktunya untuk menghapal Alquran. Musa si hafiz cilik telah menggugah dan menegur saya, seberapa dekatkah saya dengan Alquran?
Saya berusaha untuk tidak menyerah dalam berinteraksi dengan Alquran, bercinta dengannya sungguh nikmat. Sekalipun kiranya saya kalah, namun saya tetap berdoa agar kelak anak cucu generasi penerus saya agar diberikan nikmat oleh Allah dalam memahami Alquran dengan mudah. Ya Allah kabulkanlah doa hamba-Mu yang lemah ini.
No comments:
Post a Comment