Sunday, February 9, 2014

Selamat Jalan Guruku, Guru Kami: Imam Wahyudi, Lc



إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain."  

(Shahiih al-Bukhari, kitab al-‘Ilmi, bab Kaifa Yuqbadhul ‘Ilmi (I/194, al-Fath), dan Shahiih Muslim, kitab al-Ilmi, bab Raf’ul ‘Ilmi wa Qabdhahu wa Zhuhuurul Jahli wal Fitan (XVI/223-224, Syarh an-Nawawi).

Sungguh sebuah kabar yang berselimut duka kala saya yang tiba-tiba menggerakkan tangan ini untuk mencari kabar terbaru dari guru yang telah mengajarkan kebaikan Islam; guru, teman yang baik, kawan berdiskusi, tempat bertanya, sumber ilmu, seorang yang lemah lembut penuh senyum yakni ustadz Imam Wahyudi, Lc yang telah wafat pada 17 Januari 2014. Tak sengaja tangan ini digerakkan oleh Allah untuk sekedar mencari tahu lewat situs video jejaring sosial Youtube, namun alangkah terkejutnya saya tatkala melihat komentar di bawah video beliau: istirja' atau ucapan "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un".

Terlebih kepada sejawat saya Fatkhun Mubin yang akrab disapa Paung yang selalu dipanggil beliau dengan sapaan "profesor" dan kerap dipukul bokongnya karena membaca dialog bahasa Arab dengan keliru. Sungguh kenangan manis yang terbungkus rapi bersama beliau rahimahullah. Saya pernah ada dan hidup bersama beliau, menjadi saksi dan bangga pernah menjadi murid beliau walau tidak menjadi murid yang baik. Padahal saya ingin sekali berjumpa kembali dengan beliau, sekedar "pamer" kepada beliau kalau saya sudah menjadi manusia yang lebih baik dari dulu, namun apa daya takdir telah berkata lain. Teriring salam dan doa untukmu wahai guru kami yang telah mengajarkan kami bagaimana menjadi muslim yang baik. Semoga kelak kita berjumpa di pelataran surga. Amin.

Ya Allah lapangkanlah kubur beliau ustadz kami tercinta, jadikanlah ilmu beliau bermanfaat bagi hamba dan bagi semesta. Selamat jalan ustad Imam, dirimu panutan kami, panutan saya.


<333










No comments:

Post a Comment