Seperti biasa di
akhir tahun, kita sering kali membuat resolusi untuk tahun depannya. Kali ini
saya ingin membuat evaluasi terlebih dahulu sebelum membuat resolusi yang baik
dan memang saya perlukan untuk diri saya di 2013.
Di tahun 2012
awal, mengawali tahun baru seperti biasa, bersama keluarga. Banyak hal baru
yang mulai berdatangan. Seperti masalah di keluarga Tante Vera (tempat saya
tinggal di BSD) dan masalah di kuliah. Nilai yang tidak juga membaik membuat
saya mengkhawatirkan keberadaan saya di rumah itu. Saya tidak mau Tante saya
disalahkan untuk kesalahan saya yang malas belajar, jadi saya berusaha
mengambil resolusi untuk lebih serius belajar.
Saya menjalani
sepanjang tahun dengan berusaha menjaga agar tidak malas dan tidak bolos. Tidak
lupa saya memperingati diri tentang tugas dan belajar untuk ujian. Meski
akhirnya tak terlihat membaik, tapi saya puas dengan kinerja saya tahun ini.
Di tahun 2012
awal juga, tepatnya Februari, Tante Vera menawarkan bisnis baru untuk Kak Anin,
anaknya yang paling sulung, dan Riyo, pacar Kak Anin. Bisnis itu adalah bisnis
yang berjalan di dunia hiburan. Agency Studio yang biasanya fungsinya untuk
menyalurkan talenta-talenta yang berbakat di dunia hiburan. Dan rencana yang
dicanangkan dari Februari tersebut, berhasil direalisasikan pada 8 Maret 2012.
Saya juga
dilibatkan dan awal sampai pertengahan tahun saya dihabiskan untuk kuliah dan
kerja sambilan di tempat itu. Posisi saya? Bebas! Resminya sih, asisten tenaga
IT utama di tempat itu. Tapi ujung-ujungnya juga jadi apa ajah! :-))
Mengejutkannya
di Bulan Februari juga saya mendapat mandat dari ketua Himpunan Jurusan Sastra
Jepang (HIMJA) untuk mengadakan HIMJA EXPO di sekitaran bulan April atau Mei.
Lucunya saat itu
saya harus sibuk dengan urusan saya mengetuai pelaksanaan acara kampus
sementara saya juga harus ke sana kemari mengurusi acara besar yang diadakan VW
Entertainment, yaitu event shuffle terbesar se-JABODETABEK, Shuffle Dance
Revolution.
Kesan saya di
bulan-bulan pertengahan 2012 itu saya banyak mendapatkan hal baru. Dari cara
manajemen acara yang baru, cara mencari sponsor yang, harus diakui, memang
sangat sulit. Bagaimana sulitnya harus memikirkan semuanya dalam suatu acara
sebagai seorang ketua panitia. Benar-benar pengalaman yang terjadi dengan
sangat cepat.
Di bulan-bulan
itu juga, saya mulai agak dekat dengan seseorang, yang sebenarnya sudah saya
kenal hampir setengah tahun. Namanya Romika Djunaidi. Orang minang. Dia manggil
saya ‘kakak’ padahal dia lebih tua sepulu…ehhh enam tahun dari saya.
Tepatnya Agustus
tanggal 11, saya menyempatkan diri bertemu dia untuk ke-tiga kalinya (ya, kami
sudah pernah bertemu dua kali sebelumnya) dan terjadilah hal fatal yang
benar-benar membongkar perasaan yang saling kami pendam selama ini. Cinta.
Tanggal 12
Agustus, saya terbang ke Palembang untuk berlibur. Kami menghabiskan waktu di
telepon membicarakan hal yang terjadi hari sebelumnya, dan untuk kesekian kali
(ya, ini sudah kesekian kali dia membicarakan ini) dia bertanya lagi, apa saya
mau serius dengan dia.
Awalnya saya
ragu, dengan pertimbangan, dia ini orangnya terlalu friendly dan banyak guyon.
Sedangkan saya, saya selalu serius memandang segala sesuatu dan gampang
cemburu. Saya merasa, hubungan ini gak akan bisa berjalan. Tapi ada sesuatu
yang mendorong saya, untuk menerimanya.
Akhirnya kami
jadian malam itu, tanpa kami berdua sadari. Mengalir begitu saja, tahu-tahu
panggilan sayang sudah nangkring anteng di ujung kalimat tiap kami memanggil
satu sama lain.
Dari Agustus,
sampai Desember, kami bukannya tak pernah bertengkar. Kami bertengkar, tapi
entah karena keras kepala, atau memang saling mencintai, kami kembali
berbaikan.
Ditutup dengan
kejadian, saya bahkan bisa bikin dia marah di akhir tahun yang seharusnya
syahdu. Lebih parah lagi, saya bisa bikin dia marah di jam 00.00 saat
seharusnya kami berdua bermasyuk berdua saling mengucap tahun baru dan doa.
Kebodohan saya
memang luar biasa, hanya tahu mencintai tapi tak bertanggung jawab. Tapi saya
berjanji, dan terus berusaha keras (percayalah, sangat keras) untuk menepati
janji saya itu.
No comments:
Post a Comment