Tuesday, June 21, 2022

Harta yang Paling Berharga adalah Tidur Siang


Setelah saya pikir-pikir, nikmat dalam hidup ini banyak sekali sampai-sampai saya sendiri tidak mampu menghitung bahkan merincinya. Kalau kata sinetron Keluarga Cemara, harta yang paling berharga adalah keluarga. Namun bagi saya harta yang paling berharga adalah tidur siang. Karena dengan tidur siang yang nyenyak dan berkualitas menjadikan interaksi dengan keluarga semakin baik.

Pengertian paling berharga mungkin dapat ditafsirkan sebagai paling mahal. Alhasil menurut saya tidur siang merupakan sesuatu yang paling mahal di jaman serba canggih ini. Betapa banyak manusia yang luput dari nikmat ini dikarenakan kesibukan mesti mengurus ini mengurus itu mengurus anu dari seluruh kegiatan duniawi sehingga tidur siang menjadi sesuatu yang sulit dilakukan kecuali hanya di akhir pekan dengan catatan tidak ada aktifitas.

Sibuk, sibuk, dan sibuk agaknya menjadi kata kunci manusia  perkotaan yang menghabiskan jatah umur di muka bumi dengan berbagai cara dan berbagai niat. Sampai pada akhirnya merasa kesal karena capek sendiri yang menurut saya itu adalah sebuah keanehan. Sejatinya manusia memang diciptakan untuk punya rasa capek dan lelah. Justru di situlah letak nikmatnya tidur, apalagi tidur siang yang sesuai dengan tema pembahasan kali ini.

Menurut penelitian Medical Xpress, tidur siang menjadikan kinerja otak lebih tajam dan bisa meningkatkan ketangkasan mental. Hal ini disebut bisa membuat seseorang lebih sadar tempat dia berada, lebih fasih secara verbal, serta memiliki memori kerja lebih baik. Hasil temuan ini diperolah dari setidaknya 2.214 orang dengan usia 60 tahun di China. Dari seluruh partisipan, sebanyak 1.534 orang tidur siang secara rutin sedangkan 680 orang lainnya tidak.

Menurut National Sleep Fondation, kegiatan tidur siang dapat dibagi menjadi 3 jenis.

1.      Tidur siang yang direncanakan

Jenis tidur siang ini adalah tidur siang yang dilakukan pada saat badan tidak mengalami kelelahan atau tidak mengantuk. Kegiatan tidur siang ini dilakukan untuk menjadi suatu persiapan kegiatan yang berlebih seperti lembur kerja, bergadang, ataupun melakukan kerja berat. Jenis tidur siang ini sering dilakukan oleh orang-orang yang memiliki manajemen waktu yang baik yang bisa memprediksi kelelahan dan aktivitas yang padat pasca tidur siang. Harapannya dengan melakukan kegiatan tidur siang, mereka mampu melaksanakan kegiatan yang akan dilakukan secara optimal.

2.      Tidur siang yang tidak direncanakan

Jenis tidur siang ini dilakukan jika kita mengalami kelelahan yang berlebihan sehingga tubuh secara sadar ataupun tidak sadar melakukan kegiatan tidur siang.

3.      Tidur siang yang menjadi kebiasaan

Jenis tidur siang ini terjadi bagi mereka yang biasa melakukan kegiatan tidur siang baik pada saat badan mengalami kelelahan maupun tidak mengalami kelelahan. Jenis tidur siang ini biasa terjadi pada balita ataupun orang lanjut usia.

Seperti dijelaskan di atas, bahwa kegiatan tidur siang tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan untuk menyegarkan tubuh, namun beberapa penelitian menunjukkan beberapa manfaat tidur siang. Beberapa manfaat tidur siang berdasarkan hasil penelitian University of Harvardyaitu peningkatan memori daya ingat, menyegarkan pikiran, dan memperbaiki suasana hati. Durasi tidur siang bergantung pada apa yang menjadi tujuan dari tidur siang tersebut. Untuk fungsi tidur siang sebagai menyalakan ulang otak, direkomendasikan untuk melakukan durasi tidur siang selama 20-30 menit. Tidak lama, namun cukup efektif.

Kualitas tidur siang yang lebih baik dapat dilakukan hingga 30-40 menit, namun tidur siang dengan durasi ini dapat menimbulkan pusing, dan keadaan linglung.  Hal tersebut disebabkan karena pada durasi 30-40 menit telah terjadi penyusunan ulang dan regenerasi beberapa sel otak, sehingga akan terjadi sedikit dampak pada otak dan kejiwaan seperti pusing dan linglung. Tapi permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengkonsumsi air putih secukupnya dilanjutkan dengan membasuh wajah dan kepala dengan air, maka efek tersebut akan hilang dan kita kembali ke aktivitas dengan segar bugar seperti pada waktu pagi hari.

Adapun khusus untuk pekerja berat ataupun pekerja yang mendapatkan jam kerja malam, maka direkomendasikan untuk tidur siang selama 20-30 menit. Selain itu hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengkombinasikan tidur siang dengan konsumsi kafein seperti teh dan atau kopi untuk meningkatkan performa kerja di malam hari. Namun diharapkan konsumsi kafein dilakukan paling lambat 4 jam sebelum tidur.

Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa tidur siang memiliki banyak manfaat bagi tubuh baik secara fisik maupun mental dan kejiwaan. Namun yang patut kita garis bawahi adalah tidur siang yang dilakukan tidak boleh terlalu lama (maksimal 90 menit) dikarenakan tidur siang yang terlalu lama akan mempengaruhi jam tidur di malam hari. Jam tidur yang berubah akan berdampak pada perubahan pola tidur yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Nabi Muhammad telah mencontohkan lebih dari seribu empat ratus tahun lalu mengenai manfaat tidur siang. Istilah tidur siang disebut dengan qailulah, sebagaimana termaktub dalam hadits:

“Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jumat, kemudian istirahat siang. (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1240).

Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang. (HR. Abu Nuaim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1637).

 

Berdasarkan penjelasan ilmiah sains dan agama, maka telah jelas bahwa tidur siang merupakan salah satu kegiatan yang memiliki faidah yang besar. Bagi saya pribadi, tidur siang adalah harta yang mahal. Artinya kalau di jam tidur siang saya ada menerima tamu atau hal lain yang mesti dilakukan dari urusan duniawi, itu artinya urusan tersebut memiliki kepentingan besar. Perkara tidur siang telah dijelaskan dan dipraktikkan oleh manusia terbaik di alam semesta ini . Sudah seharusnya bagi manusia untuk mencontoh teladan terbaik yang diutus bagi semesta, niatkan ibadah, niscaya ada ganjaran pahala besar di balik setiap kebaikan yang dilakukan atas dasar ilmu dan niat mencontoh Nabi Muhammad .

 

  

Tuesday, June 7, 2022

Mesjid dan 300 Juta

 Hari Jumat.

Tiba-tiba saya dengar pengumuman dari pengeras suara mesjid dekat rumah. Pengumuman itu berisi maklumat uang kas mesjid yang berjumlah 300 juta. Reaksi pertama saya yaitu kaget. Kok bisa ya mesjid di kampung namun uang kas sampai tembus nominal fantastis segitu?. Selidik punya selidik, saya perlahan mencari tahu darimana sumber uang sebanyak itu. Ternyata salah satunya adalah anggaran yang digelontorkan oleh Dewan Mesjid Indonesia (DMI) per tahun bagi mesjid-mesjid yang terdaftar sebagai anggota. Sisanya ya mudah ditebak, yaitu zakat dan sedekah jamaah mesjid.

Fungsi religius dan fungsi sosial mesjid menjadi terpisahkan. Begitu penuturan rekan saya yang dulu aktif di salah satu mesjid kampus. Padahal jika melihat realitanya, kedua fungsi tersebut selalu menyatu dan tak dapat dipisahkan. Dari seluruh rukun Islam yang lima, setelah syahadat seluruhnya perlu menggunakan modal finansial. Apalagi rukun kelima yaitu haji, yang merupakan puncak ibadah tertinggi yang membutuhkan modal finansial dan spiritual yang paling besar.  

Bayangkan saja uang 300 juta itu jika disalurkan kepada yang membutuhkan maka akan sangat bermanfaat ketimbang diumumkan keras-keras pakai pengeras suara yang alih-alih malahan bikin sakit hati orang yang punya kuping waras. Masih banyak orang kelaparan, sakit, dan segala macam cobaan duniawi yang mestinya walau sedikit mampu diringankan oleh mesjid sebagai wadah pergerakan umat. Pandemi corona jelas meluluhlantahkan perekonomian, mestinya di sini lah mesjid tampil sebagai pahlawan bagi umat, bukan sebaliknya.

Alhasil, tidak heran kalau umat Islam malas ke mesjid. Stigma mesjid yang kolot dan sakral menjadikan orang hanya menafsirkan mesjid sebagai tempat ritual semata, tanpa disertai dengan aspek spiritual. Seharusnya mesjid merupakan tempat yang mengubah stigma jaman dulu tersebut. Benar kiranya, bahwa seharusnya orang yang mengurus mesjid adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Artinya sadar betul bahwa segala sesuatu soal mesjid kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Harta yang ada di mesjid adalah titipan mau berapapun jumlahnya. Mau satu perak, dua perak, seribu, apalagi 300 juta.

Thursday, June 2, 2022

Bertengkar dengan Orang Tak Dikenal Perkara Duit Goceng

 Suatu hari selepas salat Jumat.

Saya pulang ke rumah naik motor. Di tengah jalan tiba-tiba uang saya jatuh gegara terhempas angin. Uang receh, cuma lima ribu perak. Lantas saya sadar dan reflek mau ambil itu uang. Waktu mau saya ambil tiba-tiba ada dua manusia yang berboncengan naik motor yang juga minat pada itu uang dan berusaha mengambilnya. Sontak saja saya teriak. Maksud teriak tidak ada yang aneh, cuma agak ekspresif saja. Kemudian si manusia-manusia itu salah satunya mungkin karena sudah kepalang tanggung takut diteriaki maling malah balik tanya ke saya apa boleh itu uang buat mereka. Langsung saja saya bilang TIDAK. Mirip iklan partai anu yang promosikan program anti korupsi.

Saya bilang tidak, sekaligus menimpali kalau itu harta buat istri saya. Lagipula ngapain juga itu manusia rebutan uang yang bukan jadi hak mereka. Permasalahannya bukan pada nilai uang lima ribu perak alias goceng namun pada nilai kejujuran. Kalau satu orang manusia semacam itu dibiarkan mudah mengambil hak orang lain yang bukan haknya maka bagaimana kalau dikali sepuluh, seratus, sejuta, dan seterusnya. Artinya makin banyak manusia malas semacam itu.

Hidup di jaman modern yang katanya canggih ini makin absurd. Makin banyak orang aneh yang keanehannya sulit ditebak dan dipahami dengan akal sehat. Logika dan akal sehat manusia banyak yang terjerembab ke lubang hitam yang tak jelas arah tujuannya. Orang dengan mudahnya mencari jalan pintas untuk jadi hebat, kaya, pintar dan lain sebagainya tanpa mau usaha keras dan menempuh jalan yang semestinya. Mirip dengan teknologi yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh jalan pikiran manusia, pun begitu dengan sikap manusia itu sendiri yang tidak siap menerima teknologi.

Teknologi seharusnya menjadikan manusia lebih maju. Artinya maju dalam segala urusan yang bermakna positif. Bukan sebaliknya, manusia yang jadi budak teknologi akibat ketidaksiapan mental dalam menggunakan teknologi yang sejatinya untuk kebaikan umat manusia. Sikap mental yang cacat tanpa akhlak budi pekerti yang benar maka akan menjadikan manusia itu serakah tamak rakus sehingga teknologi yang seharusnya berjalan beriringan dengan akhlak manusia menjadi sebaliknya. Bermula dari hal kecil, kalau perkara uang goceng alias lima ribu perak saja sampai rebutan padahal jelas bukan haknya, maka bagaimana dengan nominal yang jauh lebih besar dari itu. Mari kembalikan pikiran dan hati nurani pada tempatnya agar menjadi manusia normal seutuhnya yang berguna bagi alam semesta.