Friday, August 14, 2020

Surat Cinta untuk Amuya

Bismillah.

Kepada Istriku Tercinta,

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Terimakasih atas seluruh cinta yang kamu berikan untukku. Ternyata aku sadar bahwa aku tidak pernah memilihmu namun takdir semesta yang pilih kamu untuk jadi jodohku. Sejatinya cinta yang pertemukan kita hanyalah recehan cinta dari Sang Maha Cinta pemilik jagad semesta ini yang di dalamnya kita terlalu serius menjalani hidup sehingga lupa bercanda. Maaf jika selama ini hanya ini yang bisa aku berikan untukmu, menjadi al-imam atau lebih tepatnya al-qowam, pemimpin rumah tangga yang banyak khilaf, dosa, dan kekurangan. Doaku tak pernah selesai untukmu, semoga Allah Maha Cinta pertemukan kita kembali di surga Firdaus milik-Nya dengan keluasan rahmat cinta-Nya, berkumpul bersama para nabi, para shiddiq, para syahid, dan orang saleh sebagaimana doa yang selalu kita panjatkan dalam shalat kita, di dalam Surat Al-Fatihah.

Bersama surat ini pula aku ingin nyatakan bahwa aku cinta kamu karena Allah. Tidak ada alasan terbaik untuk manusia yang saling cinta kecuali atas Sang Maha Cinta. Semoga Allah beri naungan di hari tak ada naungan selain naungan-Nya karena kita pernah cinta dan benci karena Allah. Dan akhir surat ini aku ucapkan Alhamdulillah Rabb Al-Alamin, Segala puji bagi Allah Sang Maha Cinta.

Jakarta, Dzulhijjah 1441 H

Salam.

 

Suamimu tercinta,

Abuya


No comments:

Post a Comment