Bismillah.
Kepada Istriku Tercinta,
Assalamu’alaikum wa
rahmatullah wa barakatuh
Terimakasih atas
seluruh cinta yang kamu berikan untukku. Ternyata aku sadar bahwa aku tidak
pernah memilihmu namun takdir semesta yang pilih kamu untuk jadi jodohku. Sejatinya
cinta yang pertemukan kita hanyalah recehan cinta dari Sang Maha Cinta pemilik
jagad semesta ini yang di dalamnya kita terlalu serius menjalani hidup sehingga
lupa bercanda. Maaf jika selama ini hanya ini yang bisa aku berikan untukmu,
menjadi al-imam atau lebih tepatnya al-qowam, pemimpin rumah tangga yang banyak
khilaf, dosa, dan kekurangan. Doaku tak pernah selesai untukmu, semoga Allah
Maha Cinta pertemukan kita kembali di surga Firdaus milik-Nya dengan keluasan
rahmat cinta-Nya, berkumpul bersama para nabi, para shiddiq, para syahid, dan
orang saleh sebagaimana doa yang selalu kita panjatkan dalam shalat kita, di
dalam Surat Al-Fatihah.
Bersama surat ini
pula aku ingin nyatakan bahwa aku cinta kamu karena Allah. Tidak ada alasan
terbaik untuk manusia yang saling cinta kecuali atas Sang Maha Cinta. Semoga
Allah beri naungan di hari tak ada naungan selain naungan-Nya karena kita
pernah cinta dan benci karena Allah. Dan akhir surat ini aku ucapkan
Alhamdulillah Rabb Al-Alamin, Segala puji bagi Allah Sang Maha Cinta.
Jakarta, Dzulhijjah
1441 H
Salam.
Suamimu tercinta,
Abuya
No comments:
Post a Comment