Kepada:
Fika Hasan
Selamat
Pagi Siang Sore dan Malam.
Aku
gak tahu mesti mulai dari mana. Kalau gitu aku mulai dari sini aja, dari paragraf
pertama yang kamu baca. Anggaplah ini basa-basi yang menjadi intro pembuka
surat ini.
Langsung
saja, aku ingin bilang sesuatu yang mungkin sudah kamu tahu. Soalnya barusan
aku udah mulai surat ini dengan sekapur sirih yang tidak penting. Baiklah. Mari
menghela napas panjang sejenak sebelum kamu melanjutkan paragraf demi paragraf.
Fika..,
Aku
tidak bisa melawan perasaan yang antah berantah datang dari mana asalnya ini.
Semenjak perjumpaan yang gak pakai rekayasa walau ujungnya pakai rekayasa
karena janjian, ada sesuatu aneh yang mengganjal di pikiran dan hati ini. Ya
kalau kamu gak percaya aku punya pikiran sih gak apa-apa, kan lagipula gak
perlu kamu pikirin juga. Hahaha.
Tapi
paling gak aku punya kata yang kedua setelah pikiran tadi itu. Apa itu?
Iya
benar. Kamu pintar. Dapat 100. Aku dapat 1000.
Aku
masih punya hati. Walau gak punya pikiran. Hahaha.
Sebelum
lanjut, ada baiknya kamu minum air dulu ya. Biar gak keselek meneruskan kata
per kata selanjutnya.
Fika
Hasan, aku tak bisa menyembunyikan perasaan ini. Dan aku bukan semacam lelaki
yang pandai menyembunyikan perasaan. Artinya apa?
Bersambung….
Begini.
Adapun
tujuanku menulis surat ini agar maksud dan tujuanku sampai dengan selamat sehat
wal afiat. Aku banyak saksikan di saat ini, dimana teknologi semakin canggih,
namun orang semakin luput dari apa yang disebut dengan makna. Semakin banyak
teknologi social media semakin membuat orang satu sama lain menjadi jauh.
Sangat berbeda sekali dengan apa yang mungkin kamu atau aku alami jaman dulu.
Dimana cinta itu ditulis ketika sudah matang.
Eh
barusan aku tulis soal apa? Ups.. Maaf ya aku lancang menuliskan cinta.
Aku tidak
pernah paham soal cinta karena bagiku cinta bukan untuk dipahami tapi diyakini
oleh hati untuk diucapkan dengan lisan dan diwujudkan dengan perbuatan. Dan
konon, cinta itu gak butuh alasan tapi lebih butuh kepada balasan. Namun satu
kalimat yang ingin aku ucapkan khusus buatmu:
Fika
Hasan, aku sayang kamu.
Itu
sudah.
Salam
Hamba Allah
NB:
Maaf ya kalau tulisanku jelek dan gak kebaca
No comments:
Post a Comment