ABSTRAK
PERBANDINGAN
ESTIMASI SUMBERDAYA MENGGUNAKAN METODE ORDINARY
KRIGING DAN METODE CROSS SECTION
DI PT. NAN RIANG
JAMBI
PT. Nan Riang merupakan salah
satu perusahaan tambang batubara yang terletak di Kecamatan Muara Tembesi,
Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Pada saat ini PT. Nan Riang sedang
melakukan ekplorasi batubara pada daerah Desa Ampelu seluas kurang lebih 100
Ha, di mana terdapat 43 titik bor. Pada daerah ini belum dilakukan estimasi
sumberdaya batubara, mengingat pentingnya estimasi sumberdaya sebelum melakukan
kegiatan penambangan. Dengan melakukan estimasi sumberdaya dapat diketahui
total tonase dan model endapan.
Estimasi sumberdaya dilakukan dengan
menggunakan metode ordinary kriging
dan metode cross section. Pada metode
ordinary kriging dimana metode ini digunakan
pada saat rata-rata ketebalan tidak diketahui, kemudian mengestimasi nilai
ketebalan dari suatu blok yang belum diketahui nilai ketebalannya baik secara
vertikal ataupun horizontal, sehingga akan diperoleh suatu model endapan yang
berbentuk blok model secara tiga dimensi. Setelah didapatkan bentuk model
endapan kemudian akan dihitung volumenya sehingga akan didapatkan suatu hasil
estimasi sumberdaya batubara. Sedangkan dengan menggunakan metode cross section dengan menghitung volume
dari tiap sayatan yang telah dibuat searah dengan arah seam batubara. Setelah didapatkan hasil dari kedua metode tersebut
dibandingkan dan dianalisis agar didapatkan hasil yang terbaik, yang mana hasil
dari dari perhitungan tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan
kegiatan penambangan.
Hasil estimasi dengan menggunakan
metode ordinary kriging didapatkan
bentuk model endapan dan total tonase dari batubara. Total dari tonase batubara
pada daerah penelitian adalah 3.237.000 ton batubara, dengan ketebalan tanah
penutup (overburden) sebesar
15.060.000 bcm. Dari perhitungan tersebut maka didapatkan stripping ratio 4,56 bcm/ton. Hasil estimasi dengan menggunakan
metode cross section didapatkan
tonase batubara sebesar 2.661.647 ton,
dengan lapisan tanah penutup (overburden)
sebesar 14.459.679 bcm. Dari hasil perhitungan didapatkan stipping ratio 5,43 bcm/ton. Adanya perbedaan hasil dari
perhitungan tersebut maka yang perhitungan yang memiliki stripping ratio terkecil yang akan digunakan dalam perhitungan
rencana produksi.
Kata
kunci : batubara, ordinary
kriging, cross section, sumberdaya
ABSTRACT
COMPARATIVE RESOURCE ESTIMATION BY USING
ORDINARY KRIGING AND CROSS SECTION METHODS
IN PT NAN RIANG JAMBI
PT
Nan Riang is one of mining factory which located in Muara Tembesi
Subdisctrict, Batanghari Regency, Jambi Province. At this time, PT Nan Riang is
exploring coals in which located in Ampelu Village approximately is about 100
hectares, 43 drilling sites. Meanwhile, resource estimation of coals have never
been proceed in this area, even though resource estimation is one of important
things to do before mining processing. Therefore, we can find out the number of
tonnages and sediment models by using resource estimation.
Resource
estimation is using two methods; there are ordinary kriging method and cross
section method. Ordinary kriging method used if the thickness is unknown, and
then to estimate the thickness number from an unknown block vertically or
horizontally. So that it will obtain a precipitate
in the form of block models in three-dimensional models. After that process, we
calculate the volume to get estimation result from coal source. Meanwhile by
using cross section method it will count the volume from each slice which has
been made in same direction due to coal seam direction. After we got the
results from these both methods and then we are comparing and analyzing in
order to get the best result, so we can use that result for main reference in
carrying out mining activities.
The
estimation result by using kriging method will configure model from sediment
and the total tonnage of coal. The total tonnage in the research area was 3.237
million tonnes, with overburden 15,060,000 bcm. From these calculations we got
stripping ratio 4,56 bcm/tonne. We got the estimation result by using cross
section method 2.661.647 tons coal tonnage, with overburden 14,459,679 bcm.
From the calculation also we got stipping ratio 5,43 bcm/tonne. Because there
is a difference from these calculations so we use calculation which has the
smallest stripping ratio for using to calculate the production plan.
Keywords: coal, ordinary kriging, cross section, resources
Translated by
~John
Koplo
-333-
No comments:
Post a Comment