Friday, August 14, 2015

Abstract Reza Taufiqurrahman


ABSTRAK

PERBANDINGAN ESTIMASI SUMBERDAYA MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING DAN METODE CROSS SECTION
DI PT. NAN RIANG JAMBI


          PT. Nan Riang merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang terletak di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Pada saat ini PT. Nan Riang sedang melakukan ekplorasi batubara pada daerah Desa Ampelu seluas kurang lebih 100 Ha, di mana terdapat 43 titik bor. Pada daerah ini belum dilakukan estimasi sumberdaya batubara, mengingat pentingnya estimasi sumberdaya sebelum melakukan kegiatan penambangan. Dengan melakukan estimasi sumberdaya dapat diketahui total tonase dan model endapan.

          Estimasi sumberdaya dilakukan dengan menggunakan metode ordinary kriging dan metode cross section. Pada metode ordinary kriging dimana metode ini digunakan pada saat rata-rata ketebalan tidak diketahui, kemudian mengestimasi nilai ketebalan dari suatu blok yang belum diketahui nilai ketebalannya baik secara vertikal ataupun horizontal, sehingga akan diperoleh suatu model endapan yang berbentuk blok model secara tiga dimensi. Setelah didapatkan bentuk model endapan kemudian akan dihitung volumenya sehingga akan didapatkan suatu hasil estimasi sumberdaya batubara. Sedangkan dengan menggunakan metode cross section dengan menghitung volume dari tiap sayatan yang telah dibuat searah dengan arah seam batubara. Setelah didapatkan hasil dari kedua metode tersebut dibandingkan dan dianalisis agar didapatkan hasil yang terbaik, yang mana hasil dari dari perhitungan tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan penambangan.
          Hasil estimasi dengan menggunakan metode ordinary kriging didapatkan bentuk model endapan dan total tonase dari batubara. Total dari tonase batubara pada daerah penelitian adalah 3.237.000 ton batubara, dengan ketebalan tanah penutup (overburden) sebesar 15.060.000 bcm. Dari perhitungan tersebut maka didapatkan stripping ratio 4,56 bcm/ton. Hasil estimasi dengan menggunakan metode cross section didapatkan tonase batubara sebesar  2.661.647 ton, dengan lapisan tanah penutup (overburden) sebesar 14.459.679 bcm. Dari hasil perhitungan didapatkan stipping ratio 5,43 bcm/ton. Adanya perbedaan hasil dari perhitungan tersebut maka yang perhitungan yang memiliki stripping ratio terkecil yang akan digunakan dalam perhitungan rencana produksi.

Kata kunci : batubara, ordinary kriging, cross section, sumberdaya
 


ABSTRACT
COMPARATIVE RESOURCE ESTIMATION BY USING
ORDINARY KRIGING AND CROSS SECTION METHODS
 IN PT NAN RIANG JAMBI

PT Nan Riang is one of mining factory which located in Muara Tembesi Subdisctrict, Batanghari Regency, Jambi Province. At this time, PT Nan Riang is exploring coals in which located in Ampelu Village approximately is about 100 hectares, 43 drilling sites. Meanwhile, resource estimation of coals have never been proceed in this area, even though resource estimation is one of important things to do before mining processing. Therefore, we can find out the number of tonnages and sediment models by using resource estimation.
Resource estimation is using two methods; there are ordinary kriging method and cross section method. Ordinary kriging method used if the thickness is unknown, and then to estimate the thickness number from an unknown block vertically or horizontally.  So that it will obtain a precipitate in the form of block models in three-dimensional models. After that process, we calculate the volume to get estimation result from coal source. Meanwhile by using cross section method it will count the volume from each slice which has been made in same direction due to coal seam direction. After we got the results from these both methods and then we are comparing and analyzing in order to get the best result, so we can use that result for main reference in carrying out mining activities.
The estimation result by using kriging method will configure model from sediment and the total tonnage of coal. The total tonnage in the research area was 3.237 million tonnes, with overburden 15,060,000 bcm. From these calculations we got stripping ratio 4,56 bcm/tonne. We got the estimation result by using cross section method 2.661.647 tons coal tonnage, with overburden 14,459,679 bcm. From the calculation also we got stipping ratio 5,43 bcm/tonne. Because there is a difference from these calculations so we use calculation which has the smallest stripping ratio for using to calculate the production plan.
Keywords: coal, ordinary kriging, cross section, resources   


 Translated by
~John Koplo 
 -333-

No comments:

Post a Comment