Monday, July 28, 2014

Trilogi puisi Idulfitri

Trilogi puisi Idulfitri

Malam setelah isya

Lamat lamat takbir kian dekat
Satu dua ramai di tiap surau
Di tiap rumah
Ibu meniriskan ketupat dari panci
Anak menyulut kembang api
Bapaknya mengingatkan “besok pagi Idulfitri”
Di jalan bocah bersarung dengan beduk di atas gerobak
Ditarik temannya sambil berucap
“Allahuakbar walillailham”

Malam setelah isya

Di kamar ayat lamat lamat
Dari masjid takbir mengalun tiga empat
Di meja makan piring sisa ketupat
Di lemari baju koko warna biru
Di atap ungu bulan baru
Muncul linglung ragu ragu
Bocah bertanya, setelah ramadan besok lebaran

Malam setelah isya

Anak di atas gerobak menggebuk beduk berdebung
Kawannya yang berobor berucap
“Allahuakbar walillailham”
Lima enam anak dengan sumringah
Membayangkan esok janji lima puluh ribu rupiah
Di atap ungu bulan baru tetap keruh
Sedangkan malam larut di dalam takbir yang bersahut
Bocah bergumam, esok lebaran harus kusambut


Legowo.21Okto06. Idulfitri 1427 H


-Eko Prasetyo-


No comments:

Post a Comment