Ibukota
dikepung banjir. Begitu tulis salah satu televisi swasta beserta feature ala
breaking news alias berita kilat. Ganjil rasanya mencermati penggunaan bahasa
yang sebenarnya ingin menyedot perhatian publik. Namun alih-alih jadi wagu.
Pemilihan kata "dikepung" merupakan sebuah pilihan yang tidak cermat
dan menjadi fatal. Menurut KBBI, kata kepung bermakna mengelilingi sesuatu.
ber·ke·pung v (berdiri, duduk) mengelilingi
sesuatu: duduk ~ makan bersama lebih enak rasanya dp makan sendiri;
me·nge·pung v mengelilingi sesuatu
sehingga yg dikelilingi atau yg ada di dalamnya tidak dapat meloloskan diri:
penduduk kampung ~ pencuri itu; pasukan pemberontak telah ~ kota;
ter·ke·pung v telah dikepung (oleh musuh
dsb);
ke·pung·an n 1 hasil mengepung: lima
ekor rusa ~ pemburu itu, tertangkap; 2 hal (perbuatan dsb) mengepung: mereka
berusaha melepaskan diri dr ~ musuh; 3 upacara makan bersama; selamatan;
pe·nge·pung n orang yg mengepung: para
~ sudah menunggu sejak beduk subuh;
pe·nge·pung·an n proses, cara,
perbuatan mengepung.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia karya Departemen
Pendidikan Nasional, kata mengepung bermakna mengelilingi sesuatu
sehingga yg dikelilingi atau yg ada di dalamnya
tidak dapat meloloskan diri > penduduk kampung ~ pencuri itu; pasukan
pemberontak telah ~ kota;
Adapun kata kepung yang mendapat awalan di-
menjadikannya bentuk kata kerja pasif yang tidak mengubah makna dasarnya yakni
bersifat keliling. Aneh memang, sebuah media menggunakan kata yang tampak lebay
namun celaka akibatnya.
No comments:
Post a Comment