Saturday, January 18, 2014

Ibukota Dikepung Banjir

Ibukota dikepung banjir. Begitu tulis salah satu televisi swasta beserta feature ala breaking news alias berita kilat. Ganjil rasanya mencermati penggunaan bahasa yang sebenarnya ingin menyedot perhatian publik. Namun alih-alih jadi wagu. Pemilihan kata "dikepung" merupakan sebuah pilihan yang tidak cermat dan menjadi fatal. Menurut KBBI, kata kepung bermakna mengelilingi sesuatu.

ber·ke·pung v (berdiri, duduk) mengelilingi sesuatu: duduk ~ makan bersama lebih enak rasanya dp makan sendiri;

me·nge·pung v mengelilingi sesuatu sehingga yg dikelilingi atau yg ada di dalamnya tidak dapat meloloskan diri: penduduk kampung ~ pencuri itu; pasukan pemberontak telah ~ kota;

ter·ke·pung v telah dikepung (oleh musuh dsb);

ke·pung·an n 1 hasil mengepung: lima ekor rusa ~ pemburu itu, tertangkap; 2 hal (perbuatan dsb) mengepung: mereka berusaha melepaskan diri dr ~ musuh; 3 upacara makan bersama; selamatan;

pe·nge·pung n orang yg mengepung: para ~ sudah menunggu sejak beduk subuh;

pe·nge·pung·an n proses, cara, perbuatan mengepung.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia karya Departemen Pendidikan Nasional, kata mengepung bermakna mengelilingi sesuatu
sehingga yg dikelilingi atau yg ada di dalamnya tidak dapat meloloskan diri > penduduk kampung ~ pencuri itu; pasukan pemberontak telah ~ kota;


Adapun kata kepung yang mendapat awalan di- menjadikannya bentuk kata kerja pasif yang tidak mengubah makna dasarnya yakni bersifat keliling. Aneh memang, sebuah media menggunakan kata yang tampak lebay namun celaka akibatnya.


No comments:

Post a Comment