Tulisan ini cuma catatan
kecil, bukan untuk dijadikan besar. Namun percayalah, sesuatu yang besar lahir
dari yang kecil. [Ngatnoisme]
Naga-naganya, hidup tanpa cinta
sudah jadi semarak belakangan ini, di era globalisasi milenium. Hitachi,
begitu istilahnya ala para jomblo. Singkatan dari hidup tanpa cinta. Makin
banyak orang yang secara sadar maupun tidak sadar tak bisa memaknai hidup,
lebih jauhnya mencintai hidup. Apa iya hidup ini dapat hidup berjalan di
alurnya tanpa cinta?? Mari kita simak dengan seksama dan renungkan apa makna
hidup dan cinta.
Hidup.
Apa itu hidup? Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'hidup' bermakna /hi·dup/ v 1
masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tt manusia,
binatang, tumbuhan, dsb): kakeknya masih -- , tetapi neneknya telah lama
meninggal; 2 bertempat tinggal (diam): -- di desa lebih tenang dp
di kota besar; 3 mengalami kehidupan dl keadaan atau dng cara
tertentu: dulu dia -- mewah, sekarang merana; kita harus -- dng hemat; 4
beroleh (mendapat) rezeki dng jalan sesuatu: penduduk di sekitar pelabuhan
itu -- dr berniaga; 5 berlangsung (ada) krn sesuatu: yayasan itu
dapat -- krn uang sumbangan para dermawan; 6 tetap ada (tidak
hilang): peristiwa indah itu masih -- dl ingatannya; 7 masih
berjalan (tt perusahaan, perkumpulan, dsb): walaupun jumlah anggotanya tidak
lagi sebanyak dahulu, perkumpulan itu tetap -- juga; 8 tetap menyala
(tt lampu, radio, api): dia sudah tertidur, tetapi lampu di sampingnya masih
saja --; tetap bergerak terus: arloji saya masih -- juga walaupun jatuh
ke lantai; 9 masih tetap dipakai (tt bahasa, adat, sumur, dsb): adat
itu masih tetap -- dl masyarakat; 10 ramai (tidak sepi dsb): menjelang
Lebaran perdagangan kain dan makanan -- sekali; 11 seakan-akan
bernyawa atau benar-benar tampak spt keadaan sesungguhnya (tt lukisan, gambar):
lukisan itu sangat --; 12 spt sungguh-sungguh terjadi atau
dialami (tt cerita): cerita dan gaya bahasanya segar lagi --; 13
seruan yg menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat;-- dikandung adat,
mati dikandung tanah, pb selama hidup orang harus taat pd adat kebiasaan dl
masyarakat; -- di ujung gurung orang, pb orang yg hidup melarat; --
dua muara, pb mempunyai dua macam mata pencaharian; -- kayu berbuah, --
manusia biar berjasa, pb pd waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk
diri sendiri dan untuk masyarakat; -- sandar-menyandar umpama aur dng
tebing, pb perihal orang berlaki istri yg berkasih-kasihan; perihal orang
bersahabat yg setia dan saling menolong; -- segan mati tak hendak, pb
hidup yg merana (krn sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb); -- tidak
krn doa, mati tidak krn sumpah, pb orang harus berusaha dng tenaga dan
pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain; dp --
bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (dp -- berlumur tahi, lebih
baik mati bertimbun bunga), pb dp hidup menanggung malu, lebih baik mati; jauh
berjalan banyak dilihat, lama -- banyak dirasa, pb sudah berpengalaman
banyak; kalau bangkai galikan kuburnya, kalau -- sediakan buaiannya, pb
lebih baik menunggu dng tenang apa yg akan terjadi, lalu mempertimbangkan
langkah apa yg akan diambil; sebaik-baiknya -- teraniaya, pb sekali-kali
jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau
dicelakakannya;
menghidupi /meng·hi·dupi/ v 1 memelihara; memberi nafkah: setelah
ayahnya meninggal, dialah yg ~ keluarganya; 2 membiarkan hidup
(tidak membunuh): tentara musuh itu ~ tawanannya;
Mudahnya, hidup bermakna lawan dari
mati. Sebagaimana takrif yang diberikan oleh bangsa Arab, yaitu mendefinisikan
sesuatu dengan mudah melalui kosokbalinya atau lawankatanya. Kata hidup
identik dengan sesuatu yang bergerak dinamis, aktif, dan eksis. Hidup merupakan
awal dari mati, bagaimana seseorang bisa merasakan mati kalau dia sendiri belum
pernah hidup?
Bahkan seorang Chairil Anwar pun
pernah berujar ingin hidup seribu tahun lagi dalam bait puisinya yang terkenal
dan selalu dibacakan nyaris setiap tahun di kala 17 Agustus-an berjudul
"Aku":
Aku
ini binatang jalang
Dari
kumpulannya terbuang
Biar
peluru menembus kulitku
Aku
tetap meradang menerjang
Luka
dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga
hilang pedih peri
Dan
aku akan lebih tidak perduli
"Aku mau HIDUP seribu tahun lagi"
~ Chairil Anwar
Cinta.
Nah, kemudian kita beralih ke kata
cinta. Apa itu cinta? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'cinta'
bermakna /cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar: orang
tuaku cukup – kpd kami semua; -- kpd sesama makhluk; 2 kasih sekali;
terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak -- kpd
lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; 3 ingin sekali;
berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa -- nya akan
kemerdekaan; 4 kl susah hati (khawatir); risau: tiada
terperikan lagi -- nya ditinggalkan ayahnya itu;
-- bebas hubungan antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan,
tanpa ikatan berdasarkan adat atau hukum yg berlaku;
-- monyet (rasa) kasih antara laki-laki dan perempuan ketika masih
kanak-kanak (mudah berubah);
bercinta /ber·cin·ta/ v menaruh (rasa) cinta: yg muda yg ~;
bercinta-cintaan
/ber·cin·ta-cin·ta·an/ v
bersuka-sukaan; berpacar-pacaran;
bercintakan /ber·cin·ta·kan/ v 1 kasih sayang kpd; berahi kpd: krn
banyaknya lelaki yg ~ dia, dia menjadi sombong; 2 berharap-harap
(ingin) akan; merindukan: dia sakit krn ~ anaknya yg sedang merantau; 3
kl bersedih hati (akan); berduka cita (akan);
mencinta /men·cin·ta/ v 1 kasih (kpd); 2 kl bersedih
hati; selalu mengingat (akan); menyesal;
mencintai /men·cin·tai/ v menaruh kasih sayang kpd; menyukai: dia sangat
~ adikku; aku ~ negeriku dan menghormatinya;
mencintakan /men·cin·ta·kan/ v merindukan; menginginkan; mengharap-harapkan;
tercinta /ter·cin·ta/ v sangat dicintai (dikasihi, disayangi): kau
paksa aku berpisah dng anakku yg ~;
percintaan /per·cin·ta·an/ n 1 perihal berkasih-kasihan antara laki-laki
dan perempuan: ~ mereka tidak direstui oleh orang tua masing-masing; 2
kl perasaan sedih (susah, menyesal); kesusahan;
pencinta /pen·cin·ta/ n orang yg sangat suka akan: kelompok ~ alam akan
memulai pendakian hari Selasa minggu depan;
kecintaan /ke·cin·ta·an/ 1 n yg dicintai; kekasih: ia merupakan ~
keluarganya; 2 n kerinduan; 3 n perihal cinta
kasih; 4kl n kesedihan; kekhawatiran; 5 kl v
menanggung cinta (sedih).
Pada awalnya kata cinta merupakan
kesalahan persepsi makna dari ujaran yang diterima. Kata ini lahir akibat
kesalahan persepsi dari kata cinta yang dalam bahasa Spanyol bermakna tali
pita, dimana pita itu sendiri berasal dari kata bahasa Portugis fita.
Cinta diartikan sama dengan kata love atau kasih karena pengaruh
kebiasaan di Indonesia timur yang meresmikan sebuah pertunangan dengan mengikat
‘tali kasih’ yang terbuat dari ‘cinta’ (Munsyi: 2003). Definisi ‘cinta’ pada
konteks tersebut yakni tali pita yang terbuat dari bahan kain berwarna merah
yang merupakan representasi darah. Peresmian pertunangan ini disebut juga
dengan ‘mengikat tali cinta’, dan apabila pertunangan tersebut putus maka akan
disebut ‘putus tali cinta’. Pun kata cinta memiliki lawan kata yakni
benci.
Adapun bahasa Indonesia sungguh
banyak memiliki lema yang sepadan untuk menyatakan cinta, antara lain: afeksi,
amor, asmara, berahi, cinta kasih, cita, dendam berahi, filantropi, hibat,
hasrat, kama, kasih, kasih sayang, kehangatan, kekaguman, nafsu, renjana,
sayang, tresna, dan lain sebagainya. Bangsa Indonesia dengan kekayaan kosakata
cinta menunjukkan bahwa bangsa ini sejak dahulu kala memiliki rasa atas sebuah
ekspresi kemanusiaan bertajuk cinta.
Tidak ada definisi pasti mengenai
cinta karena cinta bukan sebuah rumus hitungan matematis, begitu pula dengan
hidup yang serba tak pasti. Namun di keadaan yang tak pasti ini seorang manusia
hendaknya memiliki tujuan. Ya, tujuan hidup. Banyak yang perlu dikerjakan di
dalam hidup ini, walaupun hidup ini cuma sebentar saja sebagaimana yang
dinyatakan oleh bait syair milik The Beatles berjudul We Can Work It Out:
"Life is very short, and
there's no time.
For fussing and fighting, my
friend".
Benar. Hidup ini terlalu singkat
apabila kita gunakan cuma untuk berdebat tidak jelas juntrungannya, berkelahi
satu sama lain, mengurusi hal-hal yang tidak penting. Masih banyak yang dapat
kita lakukan untuk menikmati hidup. Salah satunya bersyukur kepada Sang Maha
Hidup. Hiduplah di kehidupan, niscaya engkau akan tahu bagaimana cara mencintai
cinta. Cintailah hidupmu, niscaya hidup akan mencintai kamu.
<333