Monday, November 24, 2014

Kemana lagi setelah ini?



Mungkin ini satu pertanyaan yang pernah terbersit di hati orang yang percaya adanya kehidupan setelah kematian. Saya termasuk yang percaya hal ini. Semua manusia yang hidup di dunia tentu tak pernah ada yang tahu mengenai perihal surga dan neraka seperti apa bentuk aslinya. Ya memang kita dipaksa untuk percaya, lebih tepatnya beriman kepada hal gaib. Surga dan neraka menjadi cerita klasik setiap agama di dunia. Saya tidak memaksa Anda untuk percaya, toh tak ada paksaan dalam beragama [2: 256] yang ada kejelasan antara baik dan buruk, halal dan haram, serta syubhat.

Pewartaan yang disebutkan dalam kitab suci seperti Al Quran menyatakan bahwa kenikmatan surga kekal dan abadi. Pada akhirnya, kenikmatan terbesar sepanjang masa penciptaan alam semesta beserta isinya yakni melihat wajah Allah. Kemana lagi setelah ini?

Okelah anggap si Fulan masuk surga. Dipersilakan masuk oleh Malaikat Penjaga Surga dengan wajah berseri. Marhaban. Selamat datang wahai manusia baik. Dia masuk surga tanpa pernah masuk neraka. Sungguh beruntung manusia ini. Tak pernah merasakan siksa dan azab, yang ada hanya kenikmatan dan kenikmatan sepanjang masa. Lantas dia dikelilingi bidadari cantik jelita yang tak pernah tersentuh oleh makhluk apapun. Tinggal di istana megah seperti raja di dunia. Dikelilingi pohon rindang yang menghembuskan udara sejuk. Sungai-sungai yang mengalir berupa khamr, madu, susu yang diminum airnya maka si Fulan tidak akan kehausan selamanya. Belanja di Pasar Jumat yang berbeda dengan pasar yang ada di dunia yang isinya banyak kecurangan dan penipuan. Pasar yang apabila dimasuki setelah keluar kita menjadi lebih rupawan. Tanahnya yang harum semerbak misk dan zafaran. Lantas bertemu dengan para nabi dan rasul dari awal hingga akhir zaman, terutama nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, melihat wajah beliau, memeluknya. Ah sungguh nikmatnya. Pertanyaan berikutnya yang muncul: sampai kapan si Fulan ini menikmati surga?

Di sisi lain.
Bagaimana sebaliknya jika si Fulan lain masuk neraka. Dia masuk neraka tanpa pernah dapat stempel untuk pindah ke surga. Sungguh malang benar nasib manusia ini. Disiksa di api neraka yang hitam legam yang panasnya 70 kali panas dari api di dunia. Dilempar ke dasar Jahanam yang jaraknya 70 tahun perjalanan. Reuni dengan iblis yang maha mendua dan maha laknat. Lantas si Fulan kelaparan dan kehausan. Dia minta makan, lantas diberi makan buah zaqqum yang berduri, bentuknya seperti tanduk setan. Setelah makan dia minum, tapi kasihan dia diberi minum air nanah yang mendidih, jika diminum bisa menghancurkan mulut karena saking panas dan pedih siksa neraka. Malaikat penjaga neraka bernama Malik itu sosok yang kasar bengis kejam yang tidak pernah tersenyum sejak pertama kali dia diciptakan.

Saya percaya manusia masuk surga hanya karena keluasan rahmat Allah Yang Maha Rahim Maha Rahman. Tugas manusia hanya beribadah kepada-Nya, mengesakan-Nya. Karena Dia Maha Esa. Seraya berdoa dan berharap ampunan dan rahmat Allah agar dimasukkan ke dalam golongan orang salih. Kampung akhirat begitu jauh, itulah kampung yang pasti kita akan kembali ke sana. Lantas jika kita mampu untuk pulang kampung mudik untuk satu tujuan duniawi bertemu sanak keluarga, pastilah kita telah menyiapkan bekal sebelumnya karena perjalanan yang jauh dan rintangan yang berat. Sesungguhnya kampung akhirat lebih jauh dan paling jauh. Karena apa? Buktinya tidak ada orang yang telah menuju ke sana bisa balik kembali ke dunia. Maka bertakwa, itulah sebaik-baik bekal, pesan dari Allah lewat lisan nabi Muhammad. 


Allah berfirman: Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh yaitu surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia.” Bacalah firman Allah Ta’ala, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As Sajdah: 17) (HR. Bukhari no. 3244 dan Muslim no. 2824)

No comments:

Post a Comment