Mungkin ini satu
pertanyaan yang pernah terbersit di hati orang yang percaya adanya kehidupan
setelah kematian. Saya termasuk yang percaya hal ini. Semua manusia yang hidup
di dunia tentu tak pernah ada yang tahu mengenai perihal surga dan neraka
seperti apa bentuk aslinya. Ya memang kita dipaksa untuk percaya, lebih
tepatnya beriman kepada hal gaib. Surga dan neraka menjadi cerita klasik setiap
agama di dunia. Saya tidak memaksa Anda untuk percaya, toh tak ada paksaan dalam beragama [2: 256] yang ada kejelasan antara baik dan buruk, halal dan haram, serta syubhat.
Pewartaan yang
disebutkan dalam kitab suci seperti Al Quran menyatakan bahwa kenikmatan surga
kekal dan abadi. Pada akhirnya, kenikmatan terbesar sepanjang masa penciptaan
alam semesta beserta isinya yakni melihat wajah Allah. Kemana lagi setelah ini?
Okelah anggap si
Fulan masuk surga. Dipersilakan masuk oleh Malaikat Penjaga Surga dengan wajah
berseri. Marhaban. Selamat datang wahai manusia baik. Dia masuk surga tanpa
pernah masuk neraka. Sungguh beruntung manusia ini. Tak pernah merasakan siksa
dan azab, yang ada hanya kenikmatan dan kenikmatan sepanjang masa. Lantas dia
dikelilingi bidadari cantik jelita yang tak pernah tersentuh oleh makhluk
apapun. Tinggal di istana megah seperti raja di dunia. Dikelilingi pohon
rindang yang menghembuskan udara sejuk. Sungai-sungai yang mengalir berupa
khamr, madu, susu yang diminum airnya maka si Fulan tidak akan kehausan
selamanya. Belanja di Pasar Jumat yang berbeda dengan pasar yang ada di dunia
yang isinya banyak kecurangan dan penipuan. Pasar yang apabila dimasuki setelah
keluar kita menjadi lebih rupawan. Tanahnya yang harum semerbak misk dan
zafaran. Lantas bertemu dengan para nabi dan rasul dari awal hingga akhir
zaman, terutama nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, melihat wajah
beliau, memeluknya. Ah sungguh nikmatnya. Pertanyaan berikutnya yang muncul:
sampai kapan si Fulan ini menikmati surga?
Di sisi lain.
Bagaimana
sebaliknya jika si Fulan lain masuk neraka. Dia masuk neraka tanpa pernah dapat
stempel untuk pindah ke surga. Sungguh malang benar nasib manusia ini. Disiksa
di api neraka yang hitam legam yang panasnya 70 kali panas dari api di dunia.
Dilempar ke dasar Jahanam yang jaraknya 70 tahun perjalanan. Reuni dengan iblis
yang maha mendua dan maha laknat. Lantas si Fulan kelaparan dan kehausan. Dia
minta makan, lantas diberi makan buah zaqqum yang berduri, bentuknya seperti
tanduk setan. Setelah makan dia minum, tapi kasihan dia diberi minum air nanah
yang mendidih, jika diminum bisa menghancurkan mulut karena saking panas dan
pedih siksa neraka. Malaikat penjaga neraka bernama Malik itu sosok yang kasar
bengis kejam yang tidak pernah tersenyum sejak pertama kali dia diciptakan.
Saya percaya
manusia masuk surga hanya karena keluasan rahmat Allah Yang Maha Rahim Maha
Rahman. Tugas manusia hanya beribadah kepada-Nya, mengesakan-Nya. Karena Dia
Maha Esa. Seraya berdoa dan berharap ampunan dan rahmat Allah agar dimasukkan
ke dalam golongan orang salih. Kampung akhirat begitu jauh, itulah kampung yang
pasti kita akan kembali ke sana. Lantas jika kita mampu untuk pulang kampung
mudik untuk satu tujuan duniawi bertemu sanak keluarga, pastilah kita telah
menyiapkan bekal sebelumnya karena perjalanan yang jauh dan rintangan yang
berat. Sesungguhnya kampung akhirat lebih jauh dan paling jauh. Karena apa?
Buktinya tidak ada orang yang telah menuju ke sana bisa balik kembali ke dunia.
Maka bertakwa, itulah sebaik-baik bekal, pesan dari Allah lewat lisan nabi
Muhammad.
“Allah berfirman: Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh yaitu surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia.” Bacalah firman Allah Ta’ala, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As Sajdah: 17) (HR. Bukhari no. 3244 dan Muslim no. 2824)
No comments:
Post a Comment