Saturday, October 3, 2015

Kopi Malam Hari



Kamu sudah tahu kalau aku takut padamu
Karena kamu lah hantu yang jalang
Gentayangan tanpa kenal waktu
Sampai musim kawin pun kamu tak tahu

Betapa bedebahnya kamu
Seenaknya datang dan pergi
Bodoh dan lemahnya aku tak mampu usir kamu
Seperti acara pengusir hantu di televisi

Walhasil aku pasrah dalam doa
Sambil pejam mata aku berucap mantra
Semoga kamu abadi dalam hatiku
Bersipongang menyala tak kenal lelah

Aku bersyukur kenal hantu sepertimu
Hantu yang selalu singgah di kedai hatiku
Sekedar duduk sambil menikmati secangkir kopi
Yang di dalamnya terdapat bubuk cinta kita


Aku tahu di sudut malam yang sempit kamu datang
Menggentayangiku yang sedang sibuk siapkan kopi
Tunggulah sampai air panasnya merekah
Membasahi sang kopi yang kangen wanginya air

Lantas kemudian kataku: teguklah kopi kita
Karena aku lah racun kafein atas semua kopimu
Dan kita tak perlu gula ataupun susu
Cukuplah kamu yang jadi susu atas aku yang kopi
Biar kita begadang semalaman
Menertawakan tangis yang tak kunjung usai
Sehingga kopi kita padam tinggal ampasnya
Sampai kiranya pagi datang membawa terang



No comments:

Post a Comment