Diskusi Repoeblik Berak
Lantjar: in Memoriam Eko Prasetyo (25 Maret 1986 – 8 Agustus 2012).
Diskusi Repoeblik Berak
Lantjar mengenang kepergian mendiang Eko Prasetyo bin Tumidjo. Dihadiri oleh
Shubhi Abdillah, Hendaru Tri Hanggoro, M. Arief Dharmawan, Ospi Dharma, Jun
Khaer. Dalam acara ini membahas rencana peluncuran buku antologi puisi Eko
Prasetyo beserta beberapa karya seni miliknya. Kami memang merasa kehilangan
sosok seniman langka yang setia pada kesederhanaan hingga akhir hayatnya. Saya
ingat gelar “bedebah serampangan” yang disematkan Eko buat saya karena
menyaksikan gaya saya yang nyeneleh bin ngawur dalam pergaulan, yang menurutnya
saya itu tidak ikut mainstream. Ah terlalu indah kenangan kita, ko.
Saya ingat pesan Eko di
status Facebook-nya waktu itu:
teringat
dulu itu ada seorang teman yang kalo tiap ketemu sapaan hangatnya begini,
"gemana, dul, berak lancar?" [Eko Prasetyo]
hehehe...
hidup ternyata cuma seluas kamar kos [Eko Prasetyo]
Ada quotes menarik ketika
itu dari Ospi pada waktu malam itu tentang alasan mengapa kami berserikat dan
berkumpul untuk mengenang Eko, begini bunyinya:
“Agar lengkap pengabdian
kita sebagai kawan” [Ospi Dharma]
Sekarang kau berbahagia
kawan. Semoga tempatmu tidak seluas kamar kos durjana yg cuma ada di dunia.
Selamat berak lancar di sana! [Jun Khaer]
No comments:
Post a Comment