Tuesday, August 12, 2014

Diskusi Repoeblik Berak Lantjar: in Memoriam Eko Prasetyo




Diskusi Repoeblik Berak Lantjar: in Memoriam Eko Prasetyo (25 Maret 1986 – 8 Agustus 2012).

Diskusi Repoeblik Berak Lantjar mengenang kepergian mendiang Eko Prasetyo bin Tumidjo. Dihadiri oleh Shubhi Abdillah, Hendaru Tri Hanggoro, M. Arief Dharmawan, Ospi Dharma, Jun Khaer. Dalam acara ini membahas rencana peluncuran buku antologi puisi Eko Prasetyo beserta beberapa karya seni miliknya. Kami memang merasa kehilangan sosok seniman langka yang setia pada kesederhanaan hingga akhir hayatnya. Saya ingat gelar “bedebah serampangan” yang disematkan Eko buat saya karena menyaksikan gaya saya yang nyeneleh bin ngawur dalam pergaulan, yang menurutnya saya itu tidak ikut mainstream. Ah terlalu indah kenangan kita, ko.
Saya ingat pesan Eko di status Facebook-nya waktu itu:

teringat dulu itu ada seorang teman yang kalo tiap ketemu sapaan hangatnya begini, "gemana, dul, berak lancar?" [Eko Prasetyo]
hehehe... hidup ternyata cuma seluas kamar kos [Eko Prasetyo]

Ada quotes menarik ketika itu dari Ospi pada waktu malam itu tentang alasan mengapa kami berserikat dan berkumpul untuk mengenang Eko, begini bunyinya:
“Agar lengkap pengabdian kita sebagai kawan” [Ospi Dharma]

Sekarang kau berbahagia kawan. Semoga tempatmu tidak seluas kamar kos durjana yg cuma ada di dunia. Selamat berak lancar di sana! [Jun Khaer]

No comments:

Post a Comment