Monday, August 18, 2014

[Archives] d.a. files [2]



Jun,
Frame berita yang berbeda akan menghasilkan pemaknaan yang berbeda. Kau harus selalu berpikir dengan cara itu. Perbedaan 5W+1H seperti kau contohkan itu belum berarti banyak. Framing yang kau pakau jadinya tak berbeda dengan analisis biasa.

Contoh framing itu begini, misalnya:

Untuk peristiwa yang sama penangkapan dan penembakan teroris, misalnya nedia mungkin memberi bingkai yang berbeda:
Media A: Densus 88 menembak mati teroris
Media B: Densus 88 sewenang-wenang menembak terduga teroris
Media C: Densus 88 bentrok dengan para jihadis.

Media A lebih deskriptif sifatnya dalam melaporkan peristiwa itu, Media B bersikap kritis terhadap densus, Media C memiliki sikap positif terhadap teroris. Analisis framing seperti ini yang seharusnya muncul. Kalau pintu masukmu itu lewat perangkat/komponen jurnalistik spt yang kau contohkan, ujungnya harus bisa menunjukkan apa makna di balik framing itu.

Mungkin analisis framing itu bisa kau kaitkan dengan siapa audiens media tersebut -- selain pengelolanya.

Silakan penelitian, dalami teknik dan makna framing sambil jalan.

d.a.


No comments:

Post a Comment