Jun,
Frame berita yang berbeda akan menghasilkan pemaknaan yang
berbeda. Kau harus selalu berpikir dengan cara itu. Perbedaan 5W+1H seperti kau
contohkan itu belum berarti banyak. Framing yang kau pakau jadinya tak berbeda
dengan analisis biasa.
Contoh framing itu begini, misalnya:
Untuk peristiwa yang sama penangkapan dan penembakan teroris,
misalnya nedia mungkin memberi bingkai yang berbeda:
Media A: Densus 88 menembak mati teroris
Media B: Densus 88 sewenang-wenang menembak terduga teroris
Media C: Densus 88 bentrok dengan para jihadis.
Media A lebih deskriptif sifatnya dalam melaporkan peristiwa itu,
Media B bersikap kritis terhadap densus, Media C memiliki sikap positif
terhadap teroris. Analisis framing seperti ini yang seharusnya muncul. Kalau
pintu masukmu itu lewat perangkat/komponen jurnalistik spt yang kau contohkan,
ujungnya harus bisa menunjukkan apa makna di balik framing itu.
Mungkin analisis framing itu bisa kau kaitkan dengan siapa audiens
media tersebut -- selain pengelolanya.
Silakan penelitian, dalami teknik dan makna framing sambil jalan.
d.a.
No comments:
Post a Comment