Belajar
Menulis Baik dan Benar Sesuai Kaidah KBBI
oleh John
Koplo
Assalamualaikum
warahmatullah wabarakatuhu
Halo teman
teman perkenalkan nama saya asal Abnor, kependekan dari Abnormal, domisili dari
Jakarta. Saat ini alhamdulillah saya sudah menikah dan dikaruniai dua anak,
satu laki dan satu perempuan; Kesibukan saya saat ini menjadi pengangguran
swasta, pekerjaan saya sibuk ibadah, sampingan saya ngajar di salah satu kampus
swasta di Jakarta. Hobi saya baca, naik motor dan naik gunung. Cita-cita saya
ingin jadi storyteller, karena menurut saya jadi storyteller itu sangat sulit. Idola
saya dalam dunia storytelling itu adalah Nabi Muhammad ﷺ. Kalau yang di dunia
nyata sekarang ini ada 2 yang pertama itu Pandji Pragiwaksono dan kedua itu
Ferry Irwandi. Bedanya Cuma 1, saya Cuma follow Ferry Irwandi.
Bicara tentang
manusia dengan hubungannya, saya akan bercerita tentang kisah hubungan saya
dengan istri dari awal ketemu sampai kami nikah. Setidaknya ada dua premis
utama dalam cerita saya ini.
Pertama, saya
adalah orang yang sangat tidak percaya pada istilah cinta pada pandangan
pertama, karena saya yakin mata saya mudah sekali berkhianat sehingga lisan saya
gampang bilang cinta seandainya emang ada cinta pada pandangan pertama.
Kedua, saya
percaya pada akhirnya semesta ini kadang memang suka bercanda cuma kita aja
yang terlalu serius. Banyak hal di hidup kita yang sebenarnya berjalan tanpa
kita ketahui bagaimana caranya. Manusia hanya mampu berusaha dan berdoa, itu
aja.
Lanjut
Untuk
menjelaskan premis saya yang pertama, awal saya ketemu istri itu aja udah
absurd. Saya orang yang yakin dengan istilah coba aja dulu siapa tau rejeki
atau jodoh. Singkat cerita saya ketemu istri saya itu dikenalin sama temen saya.
Ya intinya kenal via instagram, pada waktu itu akun ig istri saya itu digembok,
sampai sekarang juga sih. Di saat itu tujuan saya sederhana, Cuma mau minta
nomer kontaknya aja. Dan ringkas cerita dikasih. Kamipun bertemu di salah satu
kedai pizza di bilangan Jakarta Timur sebut aja Rawamangun.
Waktu itu hari
Selasa. Di tempat itu saya gak banyak basa-basi, artinya Cuma sedikit ngomong
basa-basi kenalan di awal dan selebihnya saya jujur langsung to the poin
intinya saya mau bahas apa di situ. Anehnya ternyata si istri saya pun menjawab
hal serupa. Intinya kami ketika itu bukan nyari pacar, melainkan nyari pasangan
hidup alias suami istri. FYI aja istri saya itu orang yang termasuk introvert
soal percintaan, itu akhirnya bisa saya pahami karena masalalu doi yang pernah
gagal dalam urusan cinta. Okelah.
Balik ke
cerita.
Saya anterin
istri saya pulang ke rumahnya abis dari kedai pizza itu. Di tengah jalan
sebelum sampai ke rumahnya dia sempet nanya saya, lebih tepatnya nantang sih.
Dia tanya mau gak saya serius ketemu orangtuanya pas besok wiken. Saya jawab
siapa takut. Saya menerima tantangan itu. Jadinya Sabtu besok abis zuhur saya
diundang ke rumahnya.
Walhasil
berjalan waktu. Sampailah saya di hari Sabtu. Ada hal menarik saat itu, yaitu
pada hari itu saya janjian sama cewek juga paginya, mau ngapain? Saya mau
taaruf. Jadi sebelum saya ketemu istri saya itu sebenernya saya lagi ikut
program taaruf yang diadakan oleh salah satu ustadz ternama di Jakarta. Singkat
cerita paginya saya ketemu si cewek itu, ternyata emang gak cocok. Siangnya saya
cabut ke rumah istri saya, tak lupa saya bawa buah tangan, yaitu Japanese cake
yang ternyata ampuh buat mencuri hati mertua saya. Cerita ini saya dapet
setelah nikah.
Waktu
berjalan, dan berjalan. Pada akhirnya kami menikah. Prosesnya pun boleh
dibilang sederhana dan berjalan lancar atas izin Allah. Tercatat dalam catatan
pribadi saya, orang tua saya ketemu mertua itu Cuma sekali pas sebelum lamaran,
sekali pas lamaran, dan sekali pas nikah. Cuma tiga kali. Total waktu kami, saya
dan istri, dari awal kenalan sampai menikah itu kurang lebih tiga bulan. Dan
hal yang paling berkesan buat saya dan istri saya yaitu kamu menikah di Kantor
Urusan Agama (KUA) di hari Jumat sebelum jumatan. Saya inget banget. Sebelum
hal semacam ini viral di media sosial kalau ternyata nikah di KUA itu gratis.
Tanpa mengurangi khidmat dan sakral sebuah pernikahan.
Lanjut ya
Ada sebuah hal
unik setelah kami menikah yaitu satu hal. Ceritanya waktu itu kami, saya dan
istri saya lagi berkunjung ke rumah orangtua saya di daerah Bekasi. Jadi
sebelum kami menikah, istri saya itu nyaris nikah dengan mantannya. Nah si
mantan pacarnya yang laki ini ternyata pacaran sama tetangga orangtua saya di
Bekasi itu. Uniknya setelah kami menikah, istri saya sering cerita soal si
istri mantannya ini. Ibaratnya saya itu nyusun puzzle cerita istri saya, jadi
istri saya itu cerita ciri-ciri istri mantannya, dari mulai ciri fisik, tempat
mereka nikah, kerjaannya dan kerjaan lakinya, anak-anaknya. Dan ajaibnya semua
cocok dengan yang diceritain orangtua saya soal tetangga saya itu yang adalah
istri dari mantan bini saya.
Jadi pas istri
saya lagi di tempat orangtua saya itu, ndilalah ketemulah dengan istri
mantannya itu. Dan sekalian juga ketemu papasan dengan mantannya. Hal yang
terjadi udah saya tebak yaitu canggung alias awkward. Begitulah kesimpulannya
dari premis saya yang kedua bahwa semesta itu kadang bercanda, Cuma kita aja
sebagai manusia yang terlalu serius dan angkuh pada kesombongan yang kita bawa.
Ternyata
kesimpulan dari kisah di atas itu salah satunya sangat sulit menulis dalam bahasa
Indonesia yang baik dan benar sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mengapa?
Karena Indonesia sendiri merupakan sebuah kata yang merangkum keragaman dalam
satu frase.istilahnya ya gado-gado. Bahasa dan bangsa Indonesia lahir dari ketidaksengajaan
manusia berinteraksi, yang sifatnya fitrah. Untuk itu marilah bersama agar
berhenti dari memberi label atau cap sebagai paling Indonesia karena sejatinya
tidak akan pernah ada.
x