Monday, June 3, 2019

Pram dan Menulis

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian ~Pramoedya Ananta Toer

Begitulah kiranya kutipan terkenal dari seorang Pram, pujangga klasik Indonesia yang mencatatkan namanya di dunia dengan karya monumentalnya yaitu Tetralogi Pulau Buru. Ada sedikit kisah menarik di balik penciptaan karya fenomenal Pram ini yaitu soal teknik penulisan. Iya, Pram memang tidak pernah menulis Tetralogi Pulau Buru secara harfiah. Mengapa begitu? Karena ketika itu Pram dipenjara oleh Orde Baru di Pulau Buru. Artinya dia tidak diberi kebebasan untuk menulis dengan leluasa layaknya orang bebas di luar sana. Pertanyaan berikutnya adalah kalau begitu faktanya bagaimana Pram mampu menulis dengan secanggih itu? Jawabannya adalah dia membisikkan kata per kata kalimat per kalimat hingga pasal per pasal seluruh rekannya di penjara.


Begitulah Pram yang oleh gurunya Idrus disebut tidak pernah menulis, melainkan berak.