Thursday, November 30, 2017

Penyiaran dalam Keberagaman Ibukota



oleh: John Koplo

Pendahuluan
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dibentuk sesuai dengan peraturan Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002 yang menyatakan bahwa kemerdekaan menyatakan pendapat dan memperoleh informasi melalui penyiaran sebagai perwujudan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dilaksanakan secara bertanggungjawab, selaras dan seimbang antara kebebasan dan kesetaraan menggunakan hak berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Tahun 1945. Proses demokrasi yang dianut bangsa Indonesia menjadikan masyarakat sebagai pengendali utama dalam kepemilikan dan proses penyiaran.
Sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 Ayat 2 Undang-undang Dasar Negara Tahun 1945 yang berbunyi bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Oleh karena itu penggunaan fasilitas serta regulasi penyiaran haruslah tunduk dan patuh serta memiliki kepentingan semata-mata hanya untuk rakyat.
Visi Penyiaran
Adapun visi utama program penyiaran jelas tertuang dalam peraturan Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002 Pasal 3 yang menyatakan bahwa tujuan penyiaran adalah untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat mandiri, demokratis, adil, dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran di Indonesia. Pada akhirnya visi penyiaran bertujuan untuk mewujudkan sistem penyiaran nasional yang berkeadilan dan bermartabat untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Misi Penyiaran
Kemudian mengenai misi tentang penyiaran di Indonesia, saya berpendapat bahwa sudah saatnya Komisi Penyiaran Indonesia agar lebih menegaskan penjelasan mengenai regulasi yakni peraturan Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002. Sebagai contoh pada Pasal 6 Ayat 1 yang menyatakan bahwa penyiaran diselenggarakan dalam satu sistem nasional. Terdapat makna ambigu dalam pernyataan tersebut, seakan-akan pemerintah sebagai pemegang kebijakan mendukung pola penyiaran nasional yang sekarang ini dilakukan oleh raksasa industri televisi nasional.
Prinsip keberagaman konten dan keberagaman kepemilikan sebagai basis utama penyiaran di Indonesia memang menjadi ciri utama mengingat keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama. Penulis ingin menegaskan mengenai istilah keberagaman kepemilikan sesuai dengan Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002 Pasal 5 huruf g yang menyatakan bahwa penyiaran bertujuan mencegah monopoli kepemilikan dan mendukung persaingan yang sehat di bidang penyiaran.
Aturan isi siaran di antaranya mempertimbangkan hak cipta, hak asasi, perfilman, pers, perlindungan konsumen, dan perlindungan anak. Saat ini, terjadi beragam masalah isi siaran, dua yang paling disoroti yakni unsur kekerasan dan politis. Banyak masyarakat melalui media-media lain menyampaikan bahwa siaran televisi di Indonesia kurang mendidik dan tidak profesional. Kebebebasan pers yang sejak lama berlaku dimanfaatkan oleh para pemilik modal dengan tidak semestinya.
Kemudian terkait dengan isu terhangat penyiaran Indonesia yaitu Single dan Multi MUX. Penulis berpendapat bahwa pemerintah dan swasta harus kembali melakukan diskusi terkait hal tersebut. Mengingat sistem Single MUX di satu sisi memiliki kerugian yang cukup besar terkait infrastruktur yang telah dibangun di seluruh Indonesia. Adapun kekhawatiran tentang sistem Multi MUX yang ditengarai memberikan jalan monopoli bagi penyiaran di Indonesia, dengan demikian merupakan dugaan sementara, perlu adanya tindak lanjut berupa diskusi yang melibatkan berbagai pihak yang berkompeten.
Sistem Single MUX berpotensi besar mematikan pihak swasta. Hal yang demikian menyalahi prinsip keadilan dalam penyiaran nasional. Adanya transisi seiring perkembangan teknologi harus sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berimplikasi sosial. Sistem Single MUX juga dapat berpotensi seolah menunjukkan dominasi monopoli pemerintah. Di sisi lain sistem Multi MUX menjadi semacam hegemoni ruang publik yang terpusat pada pemilik modal semata.
Usulan dengan sistem Hybrid MUX perlu menjadi pertimbangan pemerintah dan swasta. Adanya hak untuk berkembang bagi pelaku usaha serta kebijakan pemerintah yang mendukung hal tersebut layak menjadi pertimbangan. Sehingga pada akhirnya tujuan semua pihak atas asas keadilan dapat tercapat demi kemajuan bersama penyiaran Indonesia. Pemerintah DKI Jakarta diharapkan mampu menjembatani aspirasi antara pihak-pihak yang berkepentingan demi terciptanya keselarasan dalam proses penyiaran di DKI Jakarta khususnya.
Menurut pasal 13 Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002, penyelenggara penyiaran terbagi atas Lembaga Penyiaran Publik, Swasta, Komunitas, dan Berlangganan. Jika pasal ini diimplementasikan dengan benar, maka pasal ini menjamin adanya keberagaman kepemilikan dan keberagaman isi siaran. Tantangan terbesar di dunia penyiaran Indonesia saat ini termasuk dunia penyiaran di DKI Jakarta adalah dalam mencegah monopoli kepemilikan dan monopoli isi siaran. Hal ini dapat berdampak terhadap buruknya isi siaran dan terabaikannya hak publik atas informasi.
Monopoli kepemilikan dan isi siaran yang berdampak pada buruknya isi siaran sangat bertentangan dengan tujuan penyelenggaraan penyiaran yaitu untuk memperkuat integritas nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dalam rangka membangun masyarakat mandiri, demokratis, maju dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia.
Adapun di sisi lain, monopoli kepemilikan dan isi siaran dapat mengabaikan hak-hak publik atas informasi, padahal amandemen ke-2 UUD 1945 pasal 28f menyatakan bahwa “setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan segala jenis saluran yang tersedia”. Komisi Penyiaran Indonesia melalui kewenangannya telah menetapkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program (P3SPS). Dengan keputusan Komisi Penyiaran Indonesia nomor 009/SK/KPI/8/2004 direvisi menjadi Peraturan KPI No.02 tahun 2007 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Peraturan KPI no.03 tahun 2007 tentang Standar Program Siaran dan terakhir direvisi menjadi Peraturan KPI no.02/P/KPI/12/2009 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Peraturan KPI no.03/P/KPI/12/2009 tentang Standar Program Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran telah memandu lembaga penyiaran untuk berjalan pada tujuannya. Namun sampai saat ini P3SPS masih belum efektif untuk menegur dan memberikan sanksi bagi lembaga penyiaran yang melanggar perilaku dan Standar Program Siaran.
Kemudian penulis ingin memberikan masukan kepada perhatian dan pengawasan siaran anak-anak yang semakin minim. Siaran yang berorientasi kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa hendaknya kembali dipopulerkan dengan membawa misi persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. Sudah saatnya tayangan bertema edukasi terutama kepada anak-anak mampu ditampilkan oleh televisi swasta. Sehingga tidak hanya mengejar rating dan share semata, melainkan mampu menjadi media yang mencerdaskan bangsa sejak usia dini. Diharapkan adanya perhatian serius dari pihak yang berkepentingan di DKI Jakarta untuk membangun kesuksesan program ini.
Penutup
Penulisan makalah ini dilakukan setelah penulis membaca dan menghayati visi dan misi KPID DKI Jakarta periode sebelumnya. Hal positif yang harus penulis garisbawahi dalam penutup ini, bahwa dalam pandangan penulis KPID DKI Jakarta periode sebelumnya adalah KPID terbaik yang ada di Indonesia walaupun masih ada beberapa hal yang harus dibenahi bersama. Siapapun yang terpilih menjadi anggota KPID DKI Jakarta periode 2018-2021 akan memikul tanggung jawab yang berat jika ingin dikatakan lebih baik dari periode sebelumnya. Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, sebelum dan sesudah prosesi dan seleksi pemilihan anggota KPID DKI Jakarta.






Daftar Pustaka

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat. 2010. Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Jakarta: Komisi Penyiaran Indonesia Pusat.
Komisi Penyiaran Indonesia Pusat. 2015. Peraturan Terkait Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia. Jakarta: Komisi Penyiaran Indonesia Pusat.
Sinar Grafika. 2002. UUD 1945 Hasil Amandemen dan Proses Amandemen. Jakarta: Sinar Grafika.











Monday, October 16, 2017

Hasil Evaluasi

No        : 1276/P/VII/2015
Hal       : Hasil Evaluasi Calon Karyawan IISIX Jakarta


Kepada :
Sdr. John Koplo, MA
 Jln Kayu Jati   X   No X,  Rawamangun
Jakarta Timur

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan hasil evaluasi tim rekrutmen penerimaan calon karyawan IISIX Jakarta terhadap Saudara,  , maka Saudara dinyatakan Tidak diterima sebagai Karyawan IISIX Jakarta.
Kami berharap Saudara tidak berkecil hati dan dapat mencari tempat kerja yang lebih sesuai dengan harapan Saudara

Demikian, terima kasih

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jakarta, 2 Juli 2015

                                                                                    Biro Administrasi Umum dan SDM

                                                                                                            ttd

                                                                                          Drs. Sugeng Astanto, M.Si

Percakapan Miss LG - John Cope Low



Aku pny kbr buruk. Aku mau nangis.
Urgent.
Aku ditarik pulang ke palembang.
30/11/2014 15:35
km knp?

30/11/2014 15:45
Kmrn aku berantem sama papa mama..trus tiba2 disuruh pulang...

30/11/2014 15:45
knp berantem syg?

30/11/2014 15:47
Gara2 aku kan kerja 3456 des... jd ga bs ikut natalan di plmbng
Ehh abis itu brantem
Trus disuruh pulang
semalem aku ke kost ambil brg2..
Babang toga km ketinggalan di kost.. aku mau bawa takut ditanyain mama..

30/11/2014 15:49
ak lupa ingtin syg, di laci kecil km nemu ***** gak? buang aja ya kalo ada
gpp itumah, nnti km titip tmnmu atau jne

30/11/2014 15:49
Udah
Kmrn aku hampir mati jantungan
Nahh kyknya aku ga bakal dibolehin balik ke kost..

30/11/2014 15:50
maaf ya, aku ragu ada atau gak di situ
gpp kok, mungkin ini saatnya kita pisah

30/11/2014 15:51
Ada syg udh aku buang..

30/11/2014 15:51
akhir taun mngkn ak baru balik Jakarta, pas tgl 31 des

30/11/2014 15:51
Aku tp kepikiran toga kamu bgt
Gimana syg??
Emg km mau ke jogja lagi?

30/11/2014 15:51
gausah kepikiran, mau ak ambil hari ini?
aku mau ke Padang, sblm natal
tp berangkatnya naik bus, berhub tiket pswt udh mahal semua, niatnya sih ak mau ngeteng mampir2 gitu, cm entahlah..
km udh gladiresik?

30/11/2014 15:53
Seandainya
Seandainya ya..
Seandainya gak balik toganya gimana?

30/11/2014 15:54
toganya km taro dmn?
titip temen sebelahmu aja

30/11/2014 15:55
Aku lg diawasi bgt.. ini gladiresik aku langsung harus balik ke rumah..

30/11/2014 15:56
ortu dmn?
lgsg balik mampang ya

30/11/2014 15:59
Gak ke kost lagi.. brg kost tuh udh dibawa2in ama mama semalem..
Aku bingung bgt jadinya
Ini aku lg gladiresik..
Pulangnya bkl ditungguin.

30/11/2014 16:15
Syg?
Gimana?

30/11/2014 16:16
toganya ikut kebawa? yaudah gpp kok syg

30/11/2014 16:17
Toganya di kamar syg.. aku kepikiran bgt gimana ambilnya..

30/11/2014 16:17
temenmu sblh gak bs?

30/11/2014 16:17
Ga bs syg
Aku kunci pintunya
Hiks.. gimana yahh

30/11/2014 16:18
mnta tlg aja kan penjga kos psti pnya kunci cadangan

30/11/2014 16:18
Tp aku tuh jatuhnya kabur ini syg

30/11/2014 16:18
blg aja km sms ke dia ksh mandat buat buka kamarmu

30/11/2014 16:18
Gimana yah..

30/11/2014 16:19
km gak blg sm pnjaga kos?

30/11/2014 16:19
Km kalo seandainya itu ga bs diambil gimana?
Mama aku enggak bilang

30/11/2014 16:20
ya gpp, brrti gak jodoh

30/11/2014 16:20
Gakenak aku syg sama km..

30/11/2014 16:20
oh jd semua barangmu diangkut kcuali toga?

30/11/2014 16:20
Bukan
Ada juga yg ditinggal
Banyak malah

30/11/2014 16:20
sbnrnya dr kmrn feelingku udh gak enak

30/11/2014 16:20
kmrn bener2 cuma ambil baju apa2 gitu..
Bbrp buku
alat make up pun ga kebawa semua

30/11/2014 16:22
di dlm plastik toga itu ada jersey rusia hadiah dr ragil

30/11/2014 16:22
Novel dan komik aku jg

30/11/2014 16:23
km beneran gak bs balik kos lg ya? yaudah mau diapain lg

30/11/2014 16:24
baju di lemari juga ga semua diangkut.

30/11/2014 16:26
sbnrnya mah km kan bs jujur blg aja itu toga temenmu, kan di dlmnya ada jersey

30/11/2014 16:27
Aku panik nyembunyiin ****** sama ***** kmrn
Aku mau jantungan
Udah gakuat lg ngomong kmrn
Gini aja deh ya pulang gladiresik ini, aku buru2 ke kost, ambil toga km trus aku titipin org kamar sblh..
Nanti coba aku curi2 waktu
Nanti malem kamu ambil sama mey ya...
Aku nanti naik ojek aja

30/11/2014 16:34
naik ojek kemana? knp gak ak antr aja sekalian

30/11/2014 16:35
Gak ush

30/11/2014 16:35
baju + celanamu kan di aku jg ada

30/11/2014 16:35
Aku ga mau resiko ketauan ortu..
Itu buat km syg
Kenang2an
Biar km selalu inget aku..

30/11/2014 16:36
trserah km, ak udh gatau msti blg apa
pdhl ak cm mau ktmu km yg terakhir kalinya
itu pilihanmu, ak hargai
cm ketemu aja sih, gak perlu yg lain

30/11/2014 16:44
Kok gitu
Disaat terakhir masih mau debat?
Yg kena marah ampe nangis2 bukan kamu kan?

30/11/2014 16:45
ak gak debat
ak jg lg bingung sm ortu, ak sakit tulang kaki sblh kiri, mau blg gak enak
kalau jalan sendinya bunyi parah

30/11/2014 16:58
Yaudah
Tolong jgn bikin aku tmbh sedih please
Km knp ga ngomong?
Ngomong syg ntar makin parah..

30/11/2014 17:04
tadi pas lari makin berasa

30/11/2014 17:05
Duh kyknya km ganti olahraga aja syg
Jalan jg sehat lho
Jalan cepet terutama..
Kalori lebih cepet terbakar dgn jalan cepat.

30/11/2014 17:07
ttp aja sakit, bantalan engselnya kyk kurang pelumas
efek cedera 2thn lalu

30/11/2014 17:08
Duh
Km kyknya perlu periksa deh..

30/11/2014 17:40
tinggalin aja nmr tlp temenmu

30/11/2014 17:41
Iyahh bentar ya.
Mey – 0831xxxxxxxx
Bilang dulu.. mey ini temennya kasih. Mau ambil barang titipan.
Gitu..
Bbng aku udh otw rumah. Nanti kabar2innya tunggu aku hubungin km ya.
Kemarin hpku d cek papa. Aku gatau dia liat pesan dri kamu apa gi mana

30/11/2014 17:46
kabarin aja kpn bs ak ambil

30/11/2014 17:51
Katanya km ambil aja jm7 atau jm8an.. tp sblm brngkat kabarin dia.
Mey saya mau ambil baju titipan Kasih. Saya bkl nyampe sekitar setengah atau satu jam. Nanti pas sampai saya kabarn lg.
Sms gitu aja.

30/11/2014 17:57
Aku sampe rumah.. sms aja dgn bahasa yg formal ya. Jgn mesej fb.